Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tempat Melukat Hindu Bali di Sumber Mata Air Pura Goa Riang: Keberkahan dan Keajaiban dari Air Suci Empat Warna di Tabanan

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 8 Oktober 2024 | 02:38 WIB
Tempat melukat di Pura Goa Riang, Tabanan, Bali.
Tempat melukat di Pura Goa Riang, Tabanan, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Di Bali, keajaiban alam sering kali dipadukan dengan kepercayaan spiritual Hindu. Salah satu contohnya adalah sumber mata air yang misterius di kawasan Pura Goa Riang, yang terletak di Banjar Delod Sema, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Sumber mata air ini tidak hanya dikenal karena keberadaannya yang tak pernah surut meskipun di tengah musim kekeringan, tetapi juga karena airnya yang memiliki empat warna berbeda yang diyakini memiliki makna mendalam.

Menemukan Sumber Air yang Sakral

Mencari sumber mata air ini bukanlah perkara sulit. Saat ini, PDAM Tabanan juga memanfaatkan air dari sumber ini sebagai air baku yang disalurkan kepada masyarakat.

Namun, untuk sampai ke lokasi tersebut, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang menantang, sebelum akhirnya tiba di sumber mata air yang terletak di tepi Sungai Yeh Nu.

Air Berwarna dan Makna di Baliknya

Lebih dikenal sebagai sumber mata air Goa Riang, tempat ini terletak tepat di bawah sebuah goa yang kaya akan sejarah terkait dengan keberadaan Desa Riang Gede.

Menariknya, terdapat empat sumber mata air di lokasi ini, masing-masing memiliki warna yang berbeda berdasarkan arah:

“Jika terkena airnya atau berendam, kulit kita akan terlihat mengikuti warna-warna tersebut,” ungkap I Dewa Made Dibia, Jero Mangku Pura Goa Riang, saat berbincang dengan Bali Express.

Keajaiban yang Tak Terduga

Dalam sejarahnya, sumber mata air ini diiringi oleh berbagai peristiwa unik.

I Dewa Made Dibia menceritakan tentang pohon besar yang berdiri di dekat sumber mata air.

Ketika pohon tersebut ditebang, di dalamnya ditemukan sebuah patung yang menyerupai sosok yang sedang menuangkan tirta.

Meskipun patung itu pernah dibawa ke Kota Tabanan, dengan sendirinya patung tersebut kembali ke Riang Gede dan kini dapat ditemukan di sekitar sumber mata air.

Warisan Sejarah yang Kaya

I Wayan Sudhita, seorang tetua setempat dan dosen sejarah di Universitas Mahasaraswati Tabanan, menjelaskan bahwa pada tahun 2008, Balai Arkeologi melakukan survei terhadap Pura Luhur Goa dan Beji.

Hasil survei menunjukkan bahwa kedua pura tersebut memiliki kesamaan dengan Gunung Kawi di Gianyar.

“Relief ceruk dan patung Budha di Pura Luhur Goa menunjukkan bahwa pura ini mungkin sudah ada sejak abad ke-8,” papar Sudhita.

Arti Nama Riang Gede

Nama Riang Gede sendiri memiliki makna yang mendalam. Kata Riang berasal dari Rih yang berarti air, dan Yang yang berarti air yang keluar dari Tuhan.

Dengan demikian, Riang bisa diartikan sebagai air dari Tuhan, mempertegas hubungan spiritual masyarakat dengan sumber mata air ini.

Manfaat untuk Pertanian dan Kehidupan Sosial

Saat ini, selain dimanfaatkan untuk pengairan subak, sumber mata air Goa Riang juga menjadi tempat masucian Ida Betara bagi sembilan banjar yang ada di Desa Riang Gede.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan sumber mata air ini bagi kehidupan spiritual dan sosial masyarakat setempat.

Dengan keindahan alam dan warisan sejarahnya, Pura Goa Riang dan sumber mata airnya terus menarik perhatian para pamedek dan peneliti.

Apakah Anda penasaran untuk merasakan langsung keajaiban air suci ini? Kunjungi Pura Goa Riang dan temukan keajaiban yang tersembunyi di balik warna-warni airnya! *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #sumber mata air #hindu #Ajaib #Pura Goa Riang