BALIEXPRESS.ID - Belajar Kanda Pat bagi umat Hindu Bali bukanlah proses yang mudah. Ilmu ini menyimpan misteri yang mendalam dan menuntut seseorang menuntaskan belasan tingkat pelajaran sebelum benar-benar menguasainya.
Ketua Cabang Kanda Pat Pasraman Seruling Dewata, Ngurah Bagus, mengungkapkan bahwa Kanda Pat adalah pengetahuan tentang empat saudara yang dimiliki manusia.
Uniknya, nama dan bentuk dari empat saudara ini akan berubah-ubah sesuai dengan tingkatan yang dipelajari.
"Kanda Pat berwujud sebagai darah, lamas, air ketuban, hingga akhirnya berkembang menjadi sang suratma dan sang jogormanik, yang memiliki peran penting dalam dunia nyata (sekala)," ujar Ngurah Bagus saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group).
Dua Jenis Kanda Pat: Durga dan Siwa
Secara umum, Kanda Pat terbagi menjadi dua bagian besar: Kanda Pat Durga dan Kanda Pat Siwa.
Menurut Ngurah Bagus, Kanda Pat Durga memiliki 18 pelajaran, sedangkan Kanda Pat Siwa lebih kompleks dengan 55 pelajaran.
Kanda Pat Durga lebih berfokus pada teori dasar, sementara Kanda Pat Siwa merupakan panduan praktik dari teori tersebut.
Hingga saat ini, di Pasraman Seruling Dewata, tingkatan tertinggi yang telah dicapai baru sebatas Kanda Pat Durga, dengan hanya 10 orang yang berhasil menguasainya, termasuk Ngurah Bagus sendiri.
Salah satu ajaran yang telah dipelajari adalah Dharma Brata, di mana terdapat beberapa posisi khusus saat melafalkan mantra, seperti Ngalong, yakni posisi tubuh dengan kaki di atas dan kepala di bawah.
Misteri Meditasi dalam Kanda Pat
Kanda Pat Durga terdiri dari berbagai ajaran unik, seperti Kanda Pat Madu Kama, Kanda Pat Bhuta, hingga Kanda Pat Tanpa Sastra.
Setiap tingkatan memiliki keistimewaannya tersendiri, termasuk meditasi khusus yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari memperkuat cinta hingga menghancurkan pengaruh negatif.
Meditasi Pangasih Jagad bertujuan untuk menumbuhkan dan memperkuat kasih sayang, sedangkan Panunggalan Semara bertujuan untuk mengikat cinta kasih antara pasangan suami-istri agar tidak terganggu oleh kekuatan negatif.
Yang lebih menarik, meditasi Pamutus Semara mampu menghentikan hubungan terlarang, seperti asmara sumbang, perselingkuhan, hingga perilaku menyimpang lainnya.
Kanda Pat dan Jalan Menuju Moksa
Selain digunakan untuk menjaga harmoni kehidupan, Kanda Pat juga erat kaitannya dengan jalan menuju Moksa.
Di dalamnya terdapat ajaran meditasi seperti Patengering Pati yang digunakan untuk mengetahui kapan seseorang akan meninggal, sehingga ia dapat mempersiapkan kematiannya.
Meditasi Sila Garjitaning Tinungguning Pati bahkan bertujuan untuk menyambut kematian dengan baik, menggunakan energi Kundalini.
Lebih jauh lagi, meditasi Dewa Raga memungkinkan seseorang untuk menyatukan dewa-dewa dalam tubuhnya, sehingga tubuhnya memancarkan cahaya yang cemerlang dan dihormati oleh dewa lainnya.
Dengan demikian, ia tidak akan dibawa ke neraka.
Sejarah Gelap Kanda Pat dan Sekte Durga
Ngurah Bagus menuturkan bahwa ajaran Kanda Pat sebenarnya sangat rahasia (pingit), namun bukan berarti tidak bisa dipelajari.
Pada masa lalu, ajaran ini digunakan oleh sekte-sekte tertentu, seperti Sekte Durga dan Sekte Birawa, yang konon menebar ketakutan di masyarakat.
Sekte-sekte ini menguasai ilmu pangeleakan yang sangat berbahaya, bahkan kabarnya mereka menadah korban manusia setiap lima hari sekali.
Namun, ajaran Kanda Pat yang diturunkan oleh Sesepuh kepada 21 Yogi di Pasraman Seruling Dewata berhasil mengatasi kekuatan-kekuatan negatif tersebut.
Setiap Yogi menerima anugerah berupa Kanda Pat Durga dan Kanda Pat Siwa, yang kemudian digunakan untuk memerangi ilmu hitam yang meresahkan masyarakat.
Kanda Pat: Ilmu Pingit yang Harus Dibimbing Guru
Meskipun terlihat sakral dan penuh misteri, Ngurah Bagus menekankan bahwa Kanda Pat bisa dipelajari asalkan ada bimbingan dari guru yang berkompeten.
Tanpa bimbingan yang benar, ilmu ini bisa disalahgunakan dan berbahaya bagi tatanan kehidupan masyarakat.
"Ilmu ini memang harus dipelajari dengan hati-hati dan tidak boleh sembarangan, karena bisa menyesatkan jika tanpa bimbingan guru yang tepat," tegasnya.
Tantangan Melestarikan Ajaran Kanda Pat
Sesepuh Generasi IX Pasraman Seruling Dewata, Ki Nantra Dewata, menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam melestarikan ajaran Kanda Pat adalah stigma negatif yang melekat.
Ajaran ini sering kali dikaitkan dengan ilmu hitam atau pangeleakan. Padahal, jika dipelajari dengan benar, ajaran ini justru dapat membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia.
"Jika ajaran ini dipahami dengan baik, maka akan terlihat jelas bahwa Kanda Pat adalah ilmu yang penuh kebajikan dan tidak akan membuat gila, seperti anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat," tandasnya.
Ajaran Kanda Pat yang penuh misteri ini menawarkan perjalanan spiritual yang mendalam bagi siapa saja yang berani mempelajarinya, asalkan dilakukan dengan bimbingan yang benar dan penuh tanggung jawab. ***
Editor : I Putu Suyatra