BALIEXPRESS.ID - Keberadaan Pura Taman Sari Goa Batu Pageh dan Pura Dalem Goa Batu Pageh di Kutuh, Pecatu, Badung, Bali, menyimpan kisah mendalam tentang Danghyang Nirartha, tokoh legendaris Hindu dalam sejarah Bali.
Dikenal sebagai tempat pasraman, Pura Taman Sari pernah menjadi saksi perjalanan spiritual Dhang Hyang Nirarta, sementara Pura Dalem Goa Batu Pageh berfungsi sebagai lokasi persemediannya.
“Bukti sejarah ini terlihat dari beberapa pratima dan batu besar yang ada di dalam goa, yang dulunya digunakan sebagai tempat pertapaan Dhang Hyang Nirarta,” ungkap Jero Mangku Pura Taman Sari Goa Batu Pageh, Wayan Karbin.
Pura Khayangan Jagat yang Terabaikan
Kedua pura ini sesungguhnya merupakan pura Khayangan Jagat, serupa dengan Pura Goa Lawah dan pura besar lainnya.
Sayangnya, karena tidak didaftarkan, Pura Taman dan Pura Dalem Goa Batu Pageh saat ini hanya dikelola oleh satu keluarga besar dan masyarakat sekitar.
“Sangat disayangkan, pemerintah tidak mengakui keberadaan pura ini sebagai Pura Khayangan Jagat,” tambahnya.
Pesona dan Keanehan Pura Dalem Goa Batu Pageh
Namun, daya tarik Pura Dalem Goa Batu Pageh tidak hanya terletak pada mitosnya.
Untuk mencapai pura ini, pengunjung dapat melalui pintu belakang Pura Taman Sari, di mana deburan ombak Samudra Hindia menghantam tebing curam.
Sepanjang jalan setapak yang rapi, puluhan anak tangga menyambut para pamedek, meskipun harus berhati-hati dengan monyet-monyet yang berkeliaran.
Setelah menuruni anak tangga, pengunjung akan menemukan dua buah palinggih di sisi kiri yang mengharuskan mereka menghaturkan canang sebagai tanda permohonan izin.
Lanjut berjalan, goa yang ramai dengan pamedek akan tampak di depan, terutama saat Bali Express (Jawa Pos Group) berkunjung bersamaan dengan Hari Raya Pagerwesi.
Keberadaan Arca dan Pratima yang Menarik
Di dalam goa, keberadaan banyak kelelawar dan kotorannya menambah kesan misterius.
“Pura Dalem Goa Batu Pageh juga nyungsung Ida Ratu Gede Mas Macaling Dalem Nusa, yang disematkan sebagai patih dari Ida Bhatara Begawan Panglingsir,” jelas Jero Mangku Pura Dalem Goa Batu Pageh, Wayan Budiasa.
Ditemukannya tiga arca sebagai pratima inti di Pura Dalem Goa Batu Pageh menegaskan asal usul pura ini.
Arca-arca tersebut terdiri dari pretima Panglingsir berbentuk kotak dengan ukiran khusus, pretima Pemayun Kembar berbentuk patung macan kembar, dan pretima Ratu Gede yang menyerupai topeng.
Legenda di Balik Pretima Ikan Bersayap
Menariknya, ada juga pretima ikan bersayap dan singa, yang berkaitan dengan legenda lokal.
“Ida Ratu Gede Mas Macaling yang berstana di Pura Dalem Peed Nusa Penida, ingin melintasi lautan menuju Bali. Dia dibantu oleh ikan bersayap, meski saya tidak tahu pasti jenis ikannya,” ungkap Budiasa.
Niat Spiritual dan Pencarian Ilmu Kewisesan
Pura ini menjadi tujuan bagi banyak pamedek yang tidak hanya mencari keselamatan, tetapi juga berniat untuk nunas ilmu kewisesan.
“Banyak yang datang membawa keris dan pusaka. Mereka percaya bahwa yang tinggal di sini pemurah dan mudah memberikan petuah,” tambah Budiasa.
Dengan pesona sejarah dan mistis yang mengelilingi Pura Taman Sari dan Pura Dalem Goa Batu Pageh,
tempat ini menjadi destinasi menarik bagi para pencari spiritual dan pengagum budaya Bali. Apakah Anda siap untuk menyelami misteri dan keajaiban yang ditawarkan oleh pura-pura ini? ***
Editor : I Putu Suyatra