Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sempat Mati Suri, Rejang Dedari Sekaa Teruna Mekar Bhuana Kedisan Kaja Tegallalang Ngayah di Pura Tirta Empul

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 20 Oktober 2024 | 03:58 WIB

NGAYAH : Rejang Dedari, Seka Teruna Merkar Bhuana, Desa Adat Kedisan Kaja, Tegallalang saat ngayah di Pur Tirta Empul Tampaksiring, Sabtu( 19/10).
NGAYAH : Rejang Dedari, Seka Teruna Merkar Bhuana, Desa Adat Kedisan Kaja, Tegallalang saat ngayah di Pur Tirta Empul Tampaksiring, Sabtu( 19/10).

Bhakti Penganyar tersebut diawali dengan pementasan Tari Rejang Dewa, Baris Gede, Rejang Dedari, Topeng, dan Wayang Lemah.

Kelihan Dinas Kedisan Kaja, I Made Sumadi, menjelaskan Bhakti Penganyar diinisiasi oleh Sekaa Teruna di desa setempat.

Salah satunya dipentaskan pada Bhakti Penganyar itu adalah Tari Rejang Dedari yang sempat mati suri di Desa Kedisan Kaja.

"Dulu sempat ada, namun gak dipentaskan lagi. Sehingga baru ada generasi penerus yang melanjutkan. Ini yang menarikan adalah cucu-cucu penari terdahulu," jelas Made Sumadi.

Dalam kesempatan itu, ia pun mengaku sejarah Rejang Dedari yang ada di desanya itu tidak ada secara tertulis. Namun dari praktiknya memang ada sejak dulu.

"Kalau menurut cerita lelingsir kami, tari ini ada dari daerah Batur Kintamani, kemudian ke daerah Sebatu, Tegallalang dan sampai ke Kedisan Kaja," terangnya.

Meski sempat mati suri, tarian rejang itu kembali dipentaskan setiap prosesi upacara yang ada di Desa Kedisan Kaja.

Made Sumadi menambahkan, saat ini penarinya merupakan warga di desa setempat dengan gadis yang masih bujang.

"Ini merupakan bentuk sekaa teruna sebagai mempertahankan seni, adat, tradisi dan budaya di Desa Kedisan Kaja," pungkasnya. ***

 

.

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Tari Rejang #Seni Budaya Bali #Sekaa Teruna