Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

10 Fakta Menarik Lontar Kuno: Ratu Ning Usadha Ungkap Rahasia Pengobatan Tradisional Bali yang Terlupakan

I Putu Suyatra • Minggu, 20 Oktober 2024 | 18:27 WIB
Ratu Ning Usadha
Ratu Ning Usadha

BALIEXPRESS.ID - Salah satu lontar kuno di Bali, Ratu Ning Usadha, menyimpan warisan tak ternilai tentang seni penyembuhan masa lampau.

Lontar ini mengungkap cara para ahli pengobatan di Bali tempo dulu mendiagnosa dan mengobati berbagai penyakit, menggunakan kekuatan alam dan pengetahuan mendalam tentang tanaman obat.

Ratu Ning Usadha dianggap sebagai panduan wajib bagi para Balian atau ahli pengobatan, yang dalam masa itu setara dengan profesi dokter.

Putu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum, seorang penerjemah lontar dan Pegawai UPT Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, mengungkapkan pentingnya naskah kuno ini.

Menurutnya, para ahli pengobatan tradisional tidak bisa sembarangan.

Mereka wajib menguasai teks Ratu Ning Usadha dan memiliki pemahaman mendalam terhadap aksara dan bahasa yang digunakan dalam lontar tersebut, yang sebagian besar ditulis dalam Jawa Kuno dan Bali Kuno.

"Seorang Balian harus memahami teks ini agar tidak menentang ajaran pengobatan yang benar. Risiko yang dihadapi jika melanggar sangat besar, termasuk menyangkut hidup dan mati," ungkapnya saat ditemui di Pusat Kajian Lontar, Universitas Udayana.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa dalam Ratu Ning Usadha, diagnosis penyakit dilakukan dengan cermat, mulai dari melihat suhu tubuh, warna kulit, hingga detil kecil seperti perubahan warna pada bola mata.

Penyakit panas, yang disebut Bayu Salam, menjadi salah satu fokus utama dalam lontar ini.

Menariknya, metode diagnosa yang dijelaskan dalam lontar ini mirip dengan cara modern yang digunakan oleh dokter saat ini.

“Urat bola mata yang memerah pekat dan retina yang berubah warna menjadi lebih kecoklatan, adalah tanda-tanda seseorang terkena Bayu Salam,” jelas Eka, sembari membuka lontar kuno tersebut.

Ratu Ning Usadha tidak hanya berbicara soal diagnosis, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyembuhkan penyakit dengan obat-obatan alami.

Salah satu obat untuk Bayu Salam adalah campuran temutis dan isen kapur, yang diproses hingga matang sebelum dikonsumsi.

Eka juga menambahkan, bahwa Ratu Ning Usadha merupakan satu-satunya lontar yang secara spesifik menjelaskan cara diagnosis penyakit, yang menjadikannya sebagai panduan penting bagi para ahli pengobatan tradisional.

Lontar ini menguraikan metode pengobatan yang sangat detail, mulai dari sumber penyakit hingga proses penyembuhannya.

Dengan banyaknya khasiat tanaman yang diuraikan dalam lontar ini, Ratu Ning Usadha menjadi bukti bahwa Bali memiliki tradisi pengobatan yang kaya dan kompleks.

Tidak mengherankan, lontar ini masih dijaga dengan sangat baik oleh para ahli dan terus dipelajari di masa kini.

Apakah warisan pengobatan kuno ini masih relevan di dunia modern? Jawabannya mungkin bisa ditemukan dalam setiap lembaran Ratu Ning Usadha yang penuh misteri.

Berikut 10 fakta menarik tentang Ratu Ning Usadha yang bisa membuat pembaca semakin penasaran:

  1. Panduan Pengobatan Tradisional Bali: Lontar Ratu Ning Usadha merupakan teks kuno yang menjadi pegangan wajib para Balian (ahli pengobatan tradisional Bali) pada zaman dahulu. Tanpa memahami lontar ini, seorang balian dianggap tidak layak menjalankan profesinya.

  2. Mengungkap Rahasia Tanaman Obat: Lontar ini merinci berbagai khasiat tanaman yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit, termasuk cara penggunaannya yang sangat spesifik.

  3. Bahasa Jawa Kuno dan Bali Kuno: Isi dari lontar ini ditulis dalam aksara Jawa Kuno dan Bali Kuno, menjadikannya teks yang sulit dipahami oleh orang awam tanpa pengetahuan khusus tentang bahasa kuno tersebut.

  4. Diagnosis Penyakit Mirip Metode Modern: Metode diagnosis penyakit dalam Ratu Ning Usadha ternyata sangat mirip dengan cara dokter modern, seperti memeriksa suhu tubuh, kulit, dan bahkan perubahan warna pada mata.

  1. Penyakit Panas dalam Lontar: Penyakit panas yang dalam lontar disebut sebagai Bayu Salam menjadi salah satu fokus utama. Lontar ini memberikan panduan rinci cara mengobati penyakit tersebut.

  2. Resep Obat Tradisional: Salah satu resep yang terdapat dalam lontar ini adalah temutis dan isen kapur untuk mengobati penyakit panas. Resep tersebut harus diproses dengan cara khusus sebelum dapat dikonsumsi.

  3. Mengenal Tiga Kategori Penyakit: Menurut usadha, penyakit dibagi menjadi tiga kategori utama: panes (panas), nyem (dingin), dan sebaa (panas-dingin).

  4. Risiko Besar Jika Melanggar: Seorang Balian yang tidak mengikuti ajaran dalam Ratu Ning Usadha dianggap melanggar prinsip pengobatan yang benar, yang dapat menimbulkan risiko besar termasuk bahaya kematian.

  5. Pentingnya Pengetahuan Aksara: Untuk memahami isi Ratu Ning Usadha, seorang ahli pengobatan harus memiliki kemampuan membaca aksara dan pemahaman bahasa kuno, karena tanpa itu, mereka tidak bisa memahami teks dengan benar.

  6. Sumber Penyakit dari Rongga Mata: Salah satu pengetahuan unik dari lontar ini adalah cara mendiagnosa penyakit melalui rongga bawah mata, yang dipercaya menjadi tempat tersumbatnya udara penyebab penyakit.

Fakta-fakta ini menegaskan keunikan Ratu Ning Usadha sebagai warisan pengobatan tradisional Bali yang masih relevan dan penuh dengan pengetahuan berharga. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#kuno #bali #lontar #pengobatan #Ratu Ning Usadha #tradisional