JANGAN SEPELEKAN PESAN SULINGGIH! Rahasia Membangun Rumah Beruntung di Bali: Simak Filosofi Asta Kosala Kosali yang Bawa Rezeki Melimpah
I Putu Suyatra• Minggu, 20 Oktober 2024 | 18:35 WIB
Ukuran berdasarkan anatomi tubuh pemilik rumah
BALIEXPRESS.ID - Dalam tradisi Tionghoa, feng shui sudah terkenal sebagai pedoman dalam membangun rumah agar membawa keberuntungan dan rezeki bagi penghuninya. Namun, tahukah Anda bahwa di Bali juga ada kepercayaan serupa?
Orang Bali memiliki konsep unik bernama Asta Kosala Kosali. Lalu, apa sebenarnya Asta Kosala Kosali, dan bagaimana cara membangun rumah agar selalu diberkahi dan membawa kebahagiaan?
Kosala Kosali: Kunci Keharmonisan Rumah dan Alam
Kosala Kosali adalah aturan kuno tentang tata cara menata lahan dan membangun rumah atau tempat suci di Bali.
Prinsip ini termuat dalam lontar Asta Bhumi dan Asta Kosala Kosali, yang sudah ada sejak abad ke-11 SM.
Konsepnya didasari hubungan erat antara Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (tubuh manusia), yang mana keharmonisan keduanya diyakini mendatangkan rezeki dan keberuntungan bagi pemilik rumah.
Mengapa Asta Kosala Kosali Penting?
Menurut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, tata cara Asta Kosala Kosali memegang peranan vital dalam desain bangunan rumah di Bali.
Setiap arah mata angin memiliki penguasanya sendiri sesuai filosofi Dewata Nawa Sanga, dan mengikuti aturan ini dapat membawa energi positif bagi penghuni rumah.
Misalnya, dapur sebaiknya terletak di arah selatan, tempat Bhatara Brahma yang melambangkan api.
Sedangkan Merajan, tempat ibadah keluarga, harus berada di timur sesuai posisi Bhatara Surya yang identik dengan matahari terbit.
Uniknya, Mengukur Rumah di Bali Tak Pakai Meteran!
Hal yang paling menarik dari Kosala Kosali adalah metode pengukurannya. Tidak seperti rumah modern yang diukur dengan meteran, bangunan di Bali diukur berdasarkan anatomi tubuh pemilik rumah!
Metode ini dikenal sebagai Musti, Hasta, dan Depa. Misalnya, panjang bangunan diukur dengan kepalan tangan pemilik rumah, sementara lebar menggunakan bentangan tangan dari kiri ke kanan.
Fungsi dan Letak Setiap Bangunan dalam Rumah Bali
Rumah adat Bali tidak hanya terdiri dari satu bangunan inti.
Terdapat berbagai bangunan lain dengan fungsi penting, seperti Merajan (tempat ibadah), Umah Meten (tempat tidur kepala keluarga), dan Lumbung (penyimpanan hasil panen).
Setiap bangunan memiliki letak strategis berdasarkan aturan Kosala Kosali.
Misalnya, Merajan harus berada di timur laut, sedangkan dapur dekat dengan Lumbung untuk memudahkan kegiatan memasak.
Siapa Bhagawan Wiswakarma?
Dalam lontar Asta Kosala Kosali, diceritakan pula sosok Bhagawan Wiswakarma, Dewa Arsitektur dalam kisah Mahabharata.
Beliau dipercaya membangun istana di atas laut untuk Shri Kresna, dan karya ini dianggap sebagai yang terindah.
Bhagawan Wiswakarma kemudian dihormati di Bali sebagai dewa pelindung arsitektur, dan setiap upacara pendirian rumah (pelaspas) selalu memuja beliau.
Jangan Sembarangan! Ini Pesan Sulinggih
Mpu Acharya Nanda mengingatkan, jangan asal bangun rumah tanpa mengikuti pedoman Asta Kosala Kosali.
Dengan membangun rumah sesuai aturan ini, keluarga akan hidup harmonis, diberkahi dengan kedamaian, rezeki, dan keberuntungan yang terus mengalir. ***