Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sakralnya Pemililihan Penari Rejang di Pedawa, Daa Dipilih melalui Ritual Pepunggan, Gadis Terpilih diberikan Gantal  

I Putu Mardika • Kamis, 24 Oktober 2024 | 04:37 WIB

 

Penari Rejang di Desa Pedawa Kecamatan Banjar yang proses pemilihannya sangat sakral
Penari Rejang di Desa Pedawa Kecamatan Banjar yang proses pemilihannya sangat sakral
BALIEXPRESS.ID-Tari Rejang yang dipentaskan pada Saba Malunin di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng merupakan tarian sakral. Proses memilih penari rejang inipun tidak sembarangan dan wajib melalui sejumlah tahapan magis.

Dosen Seni STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Luh Putu Cita Ardiyani, M.Sn yang sempat melakukan riset terkait  Tari Rejang pada upacara Saba Malunin di Pedawa menjelaskan bahwa pementasan Tari Rejang ini menjadi salah satu tugas dan kewajiban bagi seorang daa.

“Daa adalah istilah yang digunakan oleh penduduk Desa Pedawa untuk merujuk kepada perempuan yang belum menikah dan sudah melalui ritual pepunggan serta diberi tanggung jawab untuk membantu dalam melaksanakan berbagai tugas dan ritual di desa tersebut,” katanya.

Proses ritual Tari Rejang dimulai dari pemilihan daa atau ritual penek daa yang harus dilakukan oleh remaja perempuan yang akan menjadi penari rejang.

Seorang gadis yang telah memasuki usia remaja akan dipilih untuk menjadi daa melalui upacara yang dikenal sebagai pepunggan.

Ia menjelaskan, Pepunggan adalah ritual pemilihan daa di mana sepotong gantal diserahkan kepada gadis yang terpilih sebagai daa, yang kemudian akan memakan gantal tersebut. Gantal ini berisi dua lembar daun sirih yang diisi dengan kapur, buah pinang, gambir, dan dibungkus dengan daun pisang.

Baca Juga: PERINGATAN UNTUK YANG MAU BALIKAN DENGAN MANTAN! Cemburu Membara, Istri Habisi Suami saat Tidur

Di Desa Pedawa, dalam upacara pepunggangantal dianggap sebagai simbol penghormatan terhadap truna dan daa desa yang baru terpilih, sehingga mereka diberi kehormatan untuk memakan gantal tersebut sebagai tanda persetujuan atas status mereka sebagai truna dan daa desa.

“Perempuan yang dipilih menjadi daa desa akan diberikan gantal sebagai simbol pemilihannya, gantal ini berisikan 2 buah daun sirih yang berisikan kapur, buah pinang, gambir dan dibungkus dengan daun pisang.

Gantal ini akan diserahkan oleh Ulu Desa bersama dengan Kebayan Daa. Setiap perempuan yang diberikan gantal mau tidak mau harus bersedia menjadi daa desa dan secara sah sudah menjadi daa walaupun belum ada surat resmi dari desa.

Tetapi dengan adanya gantal ini merupakan pengesahan daa tersebut. Sebaliknya apabila sudah ada surat resmi dari desa tetapi belum adanya pepunggan (penyerahan gantal) maka perempuan tersebut belum sah menjadi daa.

Baca Juga: Kronologi Kisah Tragis Rumah Tangga Petani: Suami Tewas Dipukul Alu Penumbuk Kopi oleh Istri Sendiri saat Tidur

Para laki-laki dan perempuan di Desa Pedawa diharuskan untuk menjadi bagian dari truna desa dan daa desa begitu mereka mencapai usia remaja.

Laki-laki akan ditugaskan sebagai truna desa, sementara perempuan akan ditugaskan sebagai daa desa.

Tugas dari truna dan daa desa ini meliputi membantu dalam penyelenggaraan upacara adat atau kegiatan keagamaan lainnya di Desa Pedawa.

“Setiap keluarga di Desa Pedawa apabila memiliki anak wajib untuk diangkat menjadi truna maupun daa desa. Misalnya pada keluarga A, memiliki anak 4, yakni 2 laki-laki dan 2 perempuan. Maka anak laki-laki tertua akan diangkat menjadi truna desa dan anak perempuan tertua akan diangkat menjadi daa desa dengan melalui prosesi pepunggan,” sebutnya.

Baca Juga: Tak Hanya Shortcut, Turyapada Tower dan Pelabuhan, Ternyata Koster sudah Bangun Sejumlah Infrastruktur ini di Buleleng

Apabila truna dan daa desa dalam keluarga ini menikah secara otomatis status truna dan daa desa ini akan diwariskan pada adik-adiknya tanpa perlu melalui prosesi pepunggan lagi, hanya akan ada surat resmi dari desa saja. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#PEDAWA #sakral #Tari Rejang #daa #Banjar #gadis #buleleng