BALIEXPRESS.ID - Sebuah temuan unik dan penuh misteri di Pantai Ujung Pesisi, Desa Adat Ujung Hyang, Karangasem, Bali, membuka tabir keberadaan Pura Linggayoni.
Dua batu besar yang diyakini menyerupai Linggayoni ini menyimpan kisah ajaib yang membuatnya disakralkan sebagai pura. Bagaimana kisah lengkapnya?
Pada tahun 2014, saat Pemkab Karangasem tengah menata Pantai Ujung Pesisi—sebuah lokasi yang menjadi tempat menambatkan jukung nelayan—muncul kejadian luar biasa.
Di antara tumpukan batu besar yang ada, hanya dua batu yang menyerupai Linggayoni ini yang sulit dipindahkan, meski sudah menggunakan alat berat.
Keajaiban ini menarik perhatian Bupati Karangasem saat itu, I Wayan Geredeg, yang kemudian meminta prajuru desa memperhatikan keberadaan batu tersebut secara niskala (spiritual).
Keunikan tak berhenti di situ. Sebelumnya, ada pihak yang mencoba membawa batu itu ke Denpasar, tertarik pada bentuknya yang unik.
Namun, percobaan itu berujung kegagalan dan gangguan niskala yang dialami orang tersebut.
Akhirnya, setelah melalui berbagai upacara adat, batu tersebut berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan dijaga ketat oleh desa adat.
Misteri Batu dan Pawisik dari Alam Gaib
Batu besar ini ternyata sudah lama menarik perhatian umat Hindu, bahkan sebelum disakralkan.
Berdasarkan cerita warga setempat, banyak umat yang mendapat pawisik (bisikan spiritual) untuk datang ke pantai itu, terutama mereka yang mengalami kesulitan dalam hidup—mulai dari penyakit tak kunjung sembuh hingga kesulitan mendapatkan keturunan.
Salah satu kisah yang terkenal adalah seorang wanita yang divonis mengidap kista, namun setelah mengikuti pawisik untuk mandi di Pantai Ujung, ia akhirnya berhasil hamil.
Fenomena Supranatural di Pura Linggayoni
Keberadaan pura ini semakin menarik perhatian masyarakat luas, tidak hanya warga Karangasem.
Bahkan, beberapa orang non-Hindu, seperti warga dari Lombok, datang untuk sembahyang dan memohon kesembuhan di sana.
Kisah ajaib lainnya adalah adanya tirta yang keluar dari salah satu batu besar tersebut, yang tak pernah kering meski musim kemarau melanda.
Prosesi Khusus dan Pura yang Masih Terus Ditata
Untuk memudahkan umat yang datang, setiap purnama diadakan upacara Wangsuh Linggayoni dengan toya kumkuman yang dicampur dengan tirta dari batu tersebut.
Hingga kini, penataan pura masih terus berlangsung, termasuk pembangunan penyengker permanen dan beberapa palinggih seperti padmasana, pengayatan Bhatara Segara, serta panglurah.
Keberadaan Pura Linggayoni ini tidak hanya menjadi bukti keajaiban yang sulit dijelaskan, tetapi juga menjadi tempat suci yang terus menarik perhatian umat dari berbagai daerah.
Apakah misteri di balik batu besar ini akan terungkap sepenuhnya? Yang jelas, Pura Linggayoni kini menjadi pusat spiritual yang penuh keajaiban dan cerita mistis.
Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai temuan dan keberadaan Pura Linggayoni di Pantai Ujung Pesisi, Karangasem:
-
Penemuan pada Tahun 2014
- Dua batu besar yang kini disakralkan sebagai Pura Linggayoni ditemukan saat Pemkab Karangasem menata Pantai Ujung Pesisi. Batu-batu tersebut tidak bisa dipindahkan meski menggunakan alat berat.
-
Bentuk Menyerupai Linggayoni
- Dua batu ini diyakini memiliki bentuk yang menyerupai Lingga dan Yoni, simbol penting dalam agama Hindu yang melambangkan kesuburan dan penciptaan.
-
Keajaiban Tak Bisa Dipindahkan
- Meski sudah dilakukan berbagai upaya fisik, batu tersebut tidak bisa digeser, sehingga menimbulkan keyakinan adanya kekuatan niskala (spiritual) yang menyertainya.
-
Gangguan Niskala pada Pihak yang Mencoba Memindahkan
- Sebelum dipindahkan secara resmi oleh desa adat, ada pihak lain yang mencoba membawa batu ini ke Denpasar, namun mengalami gangguan spiritual dan akhirnya menyerah.
-
Upacara Adat untuk Memindahkan Batu
- Batu ini akhirnya bisa dipindahkan ke lokasi yang lebih aman setelah dilakukan upacara adat secara niskala oleh prajuru Desa Adat Ujung Hyang.
-
Pawisik dan Pengunjung yang Memohon Kesembuhan
- Sebelum menjadi pura, batu ini sudah sering didatangi umat Hindu yang mendapatkan pawisik (bisikan spiritual) untuk tangkil ke sana, terutama mereka yang sakit atau ingin mendapatkan keturunan.
-
Kisah Ajaib tentang Kesembuhan
- Beberapa orang yang mengalami penyakit serius, seperti wanita yang divonis kista, mendapatkan kesembuhan setelah mengikuti pawisik untuk mandi di Pantai Ujung.
-
Tirta Ajaib yang Tak Pernah Kering
- Salah satu batu di Pura Linggayoni mengeluarkan tirta (air suci) yang tidak pernah kering meskipun dalam musim kemarau. Umat sering datang untuk memohon tirta ini sebagai bagian dari ritual keagamaan.
-
Penghormatan dari Umat Beragama Lain
- Selain umat Hindu, warga non-Hindu juga datang ke Pura Linggayoni, termasuk seorang warga asal Lombok yang sembuh dari penyakit mata setelah berdoa di sana.
-
Upacara Wangsuh Linggayoni
- Setiap bulan purnama, digelar upacara Wangsuh Linggayoni di pura ini, di mana tirta dari batu tersebut dicampur dengan toya kumkuman dan diberikan kepada umat yang tangkil.
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Pura Linggayoni tidak hanya menjadi tempat suci yang disakralkan, tetapi juga merupakan pusat spiritual yang menyimpan berbagai keajaiban dan kisah mistis. ***
Editor : I Putu Suyatra