BALIEXPRESS.ID - Beji Mumbul, sebuah sumber mata air yang tersembunyi di Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Bali, telah lama menjadi sorotan masyarakat lokal.
Keberadaannya dipercaya memiliki khasiat luar biasa dalam menyembuhkan berbagai penyakit kulit, mulai dari cacar, jamur, hingga kurap.
Tak hanya itu, airnya yang jernih juga bisa langsung dikonsumsi oleh warga yang datang. Lantas, apa rahasia di balik air ajaib ini?
Terletak Strategis dan Mudah Dijangkau
Untuk menemukan lokasi Beji Mumbul tidaklah sulit. Dengan patokan Pasar Kodok, beji ini berada di sebelah barat pasar tersebut.
Di kawasan ini, pengunjung akan disambut oleh sebuah pancoran yang airnya sangat jernih, di bawah naungan Pura Beji Mumbul.
Setiap hari, puluhan orang datang untuk mengambil air (nunas toya), baik untuk diminum maupun digunakan sebagai obat, karena diyakini air Beji Mumbul mampu mengatasi berbagai masalah kulit.
Sejarah Panjang Beji Mumbul: Dari Masa Penjajahan Hingga Kini
Jero Mangku Beji Mumbul, I Wayan Gede Rugeh, yang kini berusia 70 tahun, menceritakan bahwa Beji Mumbul sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
"Dulu hanya berupa sumber mata air di tengah hutan. Kemudian leluhur saya diminta menjadi Pemangku di sini, dan sejak itu Beji Mumbul menjadi seperti yang kita lihat sekarang," ujarnya.
Kini, Pura Beji Mumbul dikelola oleh keluarganya yang terdiri dari dua kepala keluarga.
Nama "Beji Mumbul" sendiri berasal dari karakteristik mata air yang 'mumbul' atau menyembul ke permukaan tanah, menambah kesan mistis dari sumber air ini.
Airnya yang tak pernah surut, baik di musim kemarau maupun musim hujan, menambah keyakinan masyarakat akan khasiatnya.
Keyakinan Masyarakat Terhadap Air Ajaib Beji Mumbul
Masyarakat setempat sangat mempercayai kekuatan penyembuhan dari air Beji Mumbul.
"Bukan bermaksud mempromosikan, tapi banyak yang meyakini air ini bisa mengobati cacar, jamur, hingga kurap," jelas Jero Mangku Rugeh, yang juga akrab disapa Pan Miasa.
Tak sedikit pula yang datang hanya untuk mengambil air guna dikonsumsi secara langsung. Pengunjung hanya perlu membawa sesari dan canang sebagai tanda terima kasih saat mengambil air suci ini.
Selain untuk pengobatan, banyak pula yang datang untuk melukat, sebuah ritual pembersihan diri, yang diikuti oleh warga dari berbagai daerah di luar Tabanan.
"Yang penting niatnya tulus dan ikhlas," tambahnya.
Minim Pembangunan, Tapi Tetap Sakral
Meskipun telah dikenal luas, pembangunan di sekitar Beji Mumbul masih sangat terbatas. Bale pesandekan yang ada di jaba Pura Beji, misalnya, sudah mulai rapuh.
Jalan menuju beji ini dulunya dipenuhi tumbuhan, namun kini sudah diperbaiki menjadi jalan LC beraspal.
Beji Mumbul juga memiliki tiga pelinggih penting, yaitu Gedong, Jero Nyoman, dan Piasan. Piodalan Pura Beji Mumbul diadakan setiap tahun pada Purnama Jyesta, menjadikan tempat ini semakin sakral dan penting bagi masyarakat sekitar.
Testimoni Warga yang Telah Merasakan Manfaat Air Beji Mumbul
Salah satu warga yang datang untuk nunas toya, Khusnul Khotimah (48), mengaku sudah tiga kali datang ke Beji Mumbul untuk mengobati penyakit kulit jamuran yang ia derita.
"Sudah banyak yang bilang kalau air di sini bisa mengobati penyakit kulit, dan saya sendiri sudah merasakan manfaatnya," ujarnya.
Fakta-Fakta Menarik Tentang Beji Mumbul di Tabanan
-
Air yang Tak Pernah Surut
Beji Mumbul memiliki sumber air yang tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau. Selain itu, airnya tetap jernih meskipun hujan deras mengguyur, membuatnya semakin dipercaya sebagai tempat yang sakral. -
Khasiat Penyembuhan Kulit
Masyarakat sekitar yakin air dari Beji Mumbul mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit seperti cacar, jamur, hingga kurap. Banyak pengunjung yang datang secara rutin untuk memanfaatkan air ini sebagai obat alami. -
Nama "Mumbul" Berasal dari Ciri Unik Mata Air
Nama "Beji Mumbul" diambil dari sifat mata air yang "mumbul" atau menyembul dari dalam tanah. Hal ini menjadi ciri khas dari beji ini, yang dipercaya menambah kekuatan mistis air tersebut. -
Tempat Sakral Sejak Zaman Penjajahan Belanda
Keberadaan Beji Mumbul sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Pada awalnya, tempat ini hanya berupa sumber mata air di tengah hutan sebelum kemudian dibangun menjadi tempat pemujaan oleh keluarga pemangku. -
Tempat Ngebejian Sejumlah Pura
Selain sebagai tempat penyembuhan, Beji Mumbul juga menjadi lokasi ngebejian untuk sejumlah pura di sekitar Banjar Dukuh, menambah nilai spiritual dari tempat ini. -
Ritual Melukat yang Menarik Banyak Pengunjung
Beji Mumbul sering dijadikan tempat melukat atau pembersihan diri oleh masyarakat dari berbagai daerah, tidak hanya warga lokal Tabanan. Melukat di Beji Mumbul diyakini dapat membersihkan diri dari energi negatif. -
Hanya Dikelola oleh Dua Keluarga
Uniknya, Pura Beji Mumbul hanya diempon (dikelola) oleh dua kepala keluarga beserta anak dan cucu mereka. Meski kecil, peran mereka sangat besar dalam menjaga kelestarian tempat ini. -
Piodalan Setahun Sekali
Piodalan di Pura Beji Mumbul hanya dilaksanakan satu tahun sekali, tepatnya pada saat Purnama Jyesta, yang menjadi momen sakral bagi masyarakat sekitar untuk memanjatkan doa dan harapan. -
Air yang Juga Dikonsumsi Secara Langsung
Selain untuk ritual, banyak masyarakat yang datang dengan galon untuk mengambil air Beji Mumbul dan dikonsumsi langsung sebagai air minum sehari-hari, karena dipercaya mengandung energi penyembuhan. -
Jalan Menuju Beji Dulunya Hanya Tertutup Tumbuhan
Sebelum jalannya diperbaiki, lokasi menuju Beji Mumbul tertutup oleh semak belukar dan tumbuh-tumbuhan, membuat perjalanan ke sana penuh tantangan. Kini, jalan tersebut sudah diaspal dan lebih mudah diakses.
Fakta-fakta menarik ini menjadikan Beji Mumbul bukan hanya tempat spiritual yang sakral, tetapi juga menyimpan daya tarik sejarah dan misteri bagi masyarakat luas. ***
Editor : I Putu Suyatra