Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Manik Corong: Tempat Memohon Kelancaran Cuaca hingga Tempat Meditasi yang Sakral bagi Umat Hindu Bali

I Putu Suyatra • Rabu, 30 Oktober 2024 | 13:13 WIB
Pura Manik Corong di Banjar Puseh, Desa Pejeng, Gianyar
Pura Manik Corong di Banjar Puseh, Desa Pejeng, Gianyar

BALIEXPRESS.ID - Keyakinan umat Hindu Bali atas berstananya Ida Hyang Manik Galih (Galang) di Pura Manik Corong, Banjar Puseh, Desa Pejeng, Gianyar, telah menjadikan pura ini sebagai lokasi spiritual yang dihormati, bahkan terkenal hingga luar Gianyar.

Tempat ini bukan hanya pusat pemujaan, tetapi juga dipercaya mampu menolak hujan atau yang dikenal sebagai "Nerang," terutama saat ada acara penting.

Jro Mangku Ngakan Ketut Rai, pemangku Pura Manik Corong, mengakui bahwa keyakinan terhadap kemampuan pura ini untuk mengendalikan cuaca sudah ada sejak lama.

"Setiap ada kegiatan besar, seperti perkawinan, piodalan, atau upacara adat, masyarakat Pejeng pasti datang memohon supaya cuaca cerah di sini,” ujarnya.

Bukan hanya warga Pejeng, warga Gianyar lainnya juga sering datang ke Pura Manik Corong untuk memohon agar hujan tak turun saat acara penting.

Bahkan, warga dari luar Gianyar kerap kali datang bukan hanya untuk memohon cuaca, tetapi juga untuk meminta “jatu” atau simbol, seperti korek api atau dupa yang kemudian dinyalakan di lokasi acara sebagai tanda syukur dan penghormatan.

Ritual Khusus untuk Menolak Hujan

Menurut Jro Mangku Ngakan Ketut Rai, ada sarana khusus yang dihaturkan di Geni Gotra (tempat penerangan) saat melakukan permohonan cuaca.

Sarana tersebut terdiri dari pajati prasantun, bol babi, segehan, nasi kepelan, dan kayu api. “Semua ini ditata di tempat penerangan sebagai bentuk permohonan khusus,” jelasnya.

Selain permohonan cuaca, Pura Manik Corong juga dikenal sebagai tempat sakral untuk bermeditasi.

Para usada, balian, dan kelompok spiritual seringkali memilih pura ini sebagai lokasi meditasi karena diyakini memiliki aura berbeda.

“Bahkan, meski siang hari cukup ramai karena berada di pinggir jalan nasional, pada malam hari, banyak yang datang untuk meditasi di sini,” tambah Jro Mangku.

Ia pun kerap mendampingi mereka, mengamati energi yang sering kali membawa sebagian dari mereka pada pengalaman spiritual mendalam hingga mengalami karauhan.

Kisah Spiritual: Permohonan Terkait Teroris Bom Bali

Namun, salah satu kisah yang paling menarik diceritakan oleh Jro Mangku Ngakan Ketut Rai adalah ketika seorang pedanda datang ke Pura Manik Corong pada 2005.

Pedanda ini memohon agar teroris yang terlibat dalam Bom Bali dapat segera tertangkap.

Beberapa hari kemudian, berita penangkapan dr. Azahari, teroris asal Malaysia, oleh Densus 88 di Kota Batu, muncul di televisi.

“Waktu itu saya melihat di berita, ternyata permohonan pedanda tersebut terkabulkan,” kenangnya.

Dengan berbagai keyakinan dan pengalaman spiritual yang terjadi di Pura Manik Corong, tak heran jika pura ini menjadi tempat yang penuh cerita misteri dan kekuatan spiritual yang memikat hati masyarakat dari berbagai daerah. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Pura Manik Corong #gianyar #Teroris #hindu #pedanda