Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jarang Diketahui, Sejarah 10 Fakta Menarik Pura Griya Sakti Manuaba: Tempat Bersejarah Hindu Bali dan Sumber Keberkahan

I Putu Suyatra • Selasa, 5 November 2024 | 14:00 WIB

Pura Griya Sakti Manuaba di Desa Pakraman Manuaba, Tegallalang, Gianyar, Bali
Pura Griya Sakti Manuaba di Desa Pakraman Manuaba, Tegallalang, Gianyar, Bali

BALIEXPRESS.ID - Di tengah keindahan alam Bali, terdapat sebuah pura atau tempat suci Hindu yang menyimpan sejarah mendalam dan kisah mistis, yaitu Pura Griya Sakti Manuaba.

Terletak di Desa Pakraman Manuaba, Tegallalang, Gianyar, Bali, pura ini menjadi cikal bakal trah Brahmana dan dikenal sebagai tempat bersejarah bagi banyak orang.

Namun, siapakah sebenarnya Peranda Sakti Ketut Buruan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Peranda Ketut Ler, yang menjadi nenek moyang trah Manuaba?

Legenda Peranda Ketut Ler: Sang Penyelamat Desa

Dalam mitologi yang berkembang di masyarakat setempat, Peranda Ketut Ler adalah sosok yang sangat dihormati dan dianggap memiliki kesaktian luar biasa.

Menurut Jro Mangku Nyoman Sibang, pemangku pura, dalam Lontar Dwijendra Tatwa disebutkan bahwa beliau merupakan keturunan langsung dari Dang Hyang Dwijendra.

Ia dikenal dengan nama asli Brahmana Nyoman Buruan, putra dari Brahmana Diler. Keberanian dan kesaktiannya membawa perubahan besar bagi masyarakat di Abad ke-14.

Dulu, desa ini mengalami wabah penyakit yang melanda dan gagal panen. Masyarakat pun meminta bantuan kepada Raja Bali.

Diangkat sebagai Bhagawanta, Peranda Ketut Ler datang dengan membawa harapan dan berbagai upaya untuk menyelamatkan desa.

Melalui pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi, ia berhasil menyembuhkan masyarakat dari penyakit dan menjaga desa dari bencana.

Keajaiban Air Suci yang Mengubah Nasib

Dalam sebuah peristiwa menarik, saat Peranda Ketut Ler terlambat mengambil tirta suci yang dibagikan oleh Raja Bali, beliau hanya mendapat air sepanjang gayung.

Namun, keajaiban terjadi ketika gayung tersebut tiba-tiba memanjang dan mengalir deras menuju Desa Manuaba, mengubah desa tersebut menjadi subur dan makmur.

“Tak apa, jika kami hanya mendapatkan air sepanjang gayung,” ucapnya, sebelum keajaiban itu terjadi.

Warisan Spiritual yang Terjaga

Pura Griya Sakti Manuaba bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi lokasi terakhir bagi Ida Bhatara Sakti Manuaba yang mencapai moksa.

Anehnya, bukti kesaktiannya tidak berupa tubuhnya, tetapi berupa lempengan perunggu dan tongkat yang masih dijaga hingga kini.

Tradisi mapeed, perjalanan mengambil air suci dari Pura Damukeling, menjadi bagian penting dari ritual tahunan. Meskipun medan yang berat, semangat masyarakat tidak pernah pudar.

Piodalan: Magnet Pengunjung dari Seluruh Bali

Setiap Selasa Keliwon, pura ini dipadati ribuan pamedek dari berbagai penjuru Bali. Mereka datang untuk bersembahyang dan memohon keberkahan, rezeki, serta kesembuhan dari penyakit.

“Kunjungan saat piodalan sangat ramai, hingga kami kewalahan,” ungkapnya. Suasana khidmat dan mistis terasa kental di sini, menjadikan Pura Griya Sakti Manuaba sebagai tempat yang tak boleh dilewatkan bagi para pencari berkah.

Dengan keindahan dan cerita mistis yang melekat, Pura Griya Sakti Manuaba menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah.

Ini adalah simbol keberanian, harapan, dan spiritualitas yang terus hidup dalam jiwa masyarakat Bali. Apakah Anda siap untuk menjelajahi kisah dan keajaiban yang tersembunyi di balik pura ini?

10 Fakta Menarik Pura Griya Sakti Manuaba

  1. Cikal Bakal Trah Brahmana: Pura Griya Sakti Manuaba adalah pusat sejarah trah Brahmana, yang berakar dari kisah Peranda Ketut Ler, nenek moyang trah Manuaba.

  2. Keturunan Dang Hyang Dwijendra: Peranda Ketut Ler, yang juga dikenal sebagai Peranda Ketut Buruan, merupakan keturunan langsung dari Dang Hyang Dwijendra, seorang tokoh spiritual yang dihormati di Bali.

  3. Sejarah Abad ke-14: Kisah kepahlawanan Peranda Ketut Ler terjadi pada Abad ke-14, saat desa mengalami wabah penyakit dan gagal panen, menjadikannya sosok yang sangat dihormati di masyarakat.

  4. Keajaiban Air Suci: Ketika terlambat mengambil air suci, gayung yang awalnya kecil tiba-tiba memanjang dan mengalir deras ke Desa Manuaba, mengubah nasib desa menjadi subur dan makmur.

  5. Tradisi Mapeed: Setiap tahun, masyarakat melakukan tradisi mapeed, yaitu perjalanan mengambil air suci dari Pura Damukeling. Meskipun medan yang berat, antusiasme masyarakat tak pernah pudar.

  6. Tempat Moksa yang Unik: Saat mencapai moksa, Peranda Ketut Ler meninggalkan dua benda sakti, yaitu lempengan perunggu dan tongkat, yang kini menjadi pusaka dan disimpan dengan baik.

  7. Piodalan yang Meriah: Setiap Selasa Keliwon, piodalan di Pura Griya Sakti Manuaba menarik ribuan pengunjung dari seluruh Bali, yang datang untuk memohon keberkahan dan kesembuhan.

  8. Sumber Keberkahan: Masyarakat datang ke pura ini untuk memohon kelancaran rezeki dan kesembuhan dari berbagai penyakit, menjadikannya sebagai pusat spiritual bagi banyak orang.

  9. Sistem Mandala: Pura Griya Sakti Manuaba terdiri dari tiga bagian mandala, dengan berbagai palinggih yang masing-masing memiliki fungsi dan makna tersendiri.

  10. Keterikatan dengan Masyarakat: Pura ini memiliki ikatan kuat dengan masyarakat setempat, yang menganggapnya sebagai tempat suci yang harus dijaga dan dihormati.

Fakta-fakta ini mencerminkan keunikan dan kedalaman spiritual Pura Griya Sakti Manuaba, menjadikannya salah satu tempat yang menarik untuk dijelajahi dan dipelajari lebih lanjut. *** 

 

 

SMA Kolese De Britto  menumbangkan tim bola basketputra SMAN 1 Sewon Bantul dengan skor 39 - 21, di GOR UNY, Senin (4//11) malam
SMA Kolese De Britto menumbangkan tim bola basketputra SMAN 1 Sewon Bantul dengan skor 39 - 21, di GOR UNY, Senin (4//11) malam
Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #hindu #pura griya sakti manuaba #sejarah #tegallalang #dang hyang dwijendra #brahmana