Ada sejumlah alasan mengapa pohon ini sering dikaitkan dengan hal-hal gaib atau kekuatan supranatural
Pertama, dalam kepercayaan masyarakat Bali, pohon beringin diyakini menjadi tempat bersemayam bagi roh leluhur atau makhluk halus.
Hal ini disebabkan oleh bentuknya yang besar, rindang, dan memiliki akar yang menggantung, yang memberikan kesan menakutkan, terutama saat malam hari.
Di banyak tempat, orang percaya bahwa roh-roh penjaga atau penunggu pohon ini akan marah atau merasa terganggu jika manusia bertindak tidak hormat di sekitarnya.
Pohon beringin dianggap sebagai pohon sakral yang melambangkan kesucian, perlindungan, dan stabilitas.
Dalam adat Bali, beringin sering ditemui di area pura atau tempat-tempat suci, dan dipercaya memiliki kekuatan untuk menangkal energi negatif.
Beringin yang tumbuh di tempat-tempat tersebut biasanya akan dihormati dengan diberi kain poleng (kain kotak-kotak hitam putih) sebagai simbol keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan.
Kedua, Beringin juga dipandang sebagai lambang dari akasa (langit atau alam semesta) dalam kosmologi Bali. Filosofi Bali menempatkan beringin sebagai simbol harmoni antara manusia dengan alam.
Dalam banyak ritus, pohon ini dipandang sebagai jembatan antara dunia manusia dan dunia gaib. Di bawahnya sering diadakan persembahyangan kecil atau pemujaan untuk menjaga keseimbangan alam.
Berbagai cerita rakyat dan legenda di Bali mengisahkan pohon beringin sebagai pohon yang "bernyawa" atau bahkan "menyimpan rahasia."
Cerita tentang orang-orang yang mengalami kejadian ganjil di sekitar pohon ini menambah kesan mistis yang melekat padanya.
Misalnya, ada cerita tentang orang yang jatuh sakit setelah menebang atau mengganggu pohon beringin, yang dipercaya sebagai akibat dari kutukan atau kemarahan makhluk gaib penghuni pohon tersebut.
Ketiga, Masyarakat Bali meyakini bahwa pohon besar, terutama beringin, memiliki energi tertentu yang kuat.
Keberadaan pohon ini sering dianggap memberikan energi positif atau perlindungan, tetapi juga bisa membawa hal negatif jika tidak dihormati.
Misalnya, anak-anak sering diingatkan untuk tidak bermain atau berisik di bawah pohon beringin karena dianggap bisa mengganggu makhluk-makhluk tak kasat mata yang tinggal di sana.
Karena mitos-mitos ini, pohon beringin di Bali dan daerah lain sering dianggap angker dan dihormati, dengan berbagai ritual dan aturan adat yang diterapkan untuk menjaga "hubungan baik" dengan penghuni gaibnya.
Di Bali, ada sejumlah lokasi yang erat dengna kisah pohon beringin yang angker. Pertama, Beringin Tua di Pura Dalem, Desa Trunyan, Dikenal sebagai Pusat Kekuatan Gaib.
Pohon beringin tua di Pura Dalem, Desa Trunyan, Kintamani, dikenal sebagai pusat kekuatan gaib yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat bersemayamnya roh leluhur.
Pohon ini memiliki akar yang menjuntai ke tanah dan dianggap keramat, dengan banyak orang yang datang untuk sembahyang atau sekadar meminta perlindungan spiritual.
Kedua, Pohon Beringin Angker di Pura Besakih Dihormati Sebagai Pelindung dari Energi Negatif.
Beringin besar yang berada di area Pura Besakih, Karangasem, diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk melindungi kawasan pura dari energi negatif.
Pohon ini tidak boleh disentuh atau diganggu sembarangan, karena masyarakat percaya bahwa hal tersebut dapat membawa kesialan atau penyakit.
Ketiga, Warga Desa Alas Kedaton Percaya Beringin Raksasa Menjaga Keseimbangan Alam Desa. Di Desa Alas Kedaton, Kabupaten Tabanan, berdiri sebuah pohon beringin raksasa yang diyakini memiliki kemampuan menjaga keseimbangan alam desa.
Masyarakat setempat menganggap beringin ini sebagai pohon keramat yang dihuni oleh roh penjaga desa, dan seringkali ritual khusus dilakukan untuk menghormatinya.
Keempat, Mitos Seputar Pohon Beringin Angker di Pura Taman Ayun, Mengwi, Jadi Perhatian Pengunjung.
Pohon beringin tua di Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, dianggap memiliki kekuatan mistis oleh masyarakat setempat.
Pengunjung pura sering diingatkan untuk tidak bermain atau berisik di dekat pohon tersebut, karena diyakini ada makhluk halus yang tinggal di sana.
Kelima, Pohon Beringin di Pura Lempuyang, Karangasem, Disakralkan sebagai Pelindung Suci.
Beringin besar di Pura Lempuyang, Karangasem, disebut sebagai pohon pelindung oleh masyarakat.
Pohon ini dihormati karena dipercaya menjadi tempat bersemayamnya dewa pelindung pura dan roh-roh suci.
Bagi yang mengunjungi Pura Lempuyang, berhati-hatilah di sekitar pohon ini, karena banyak yang percaya bahwa sikap tidak hormat dapat membawa kemalangan. (dik)
Editor : I Putu Mardika