Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bukan Sekadar Hiasan, Gebogan Merupakan Sarana Upacara Umat Hindu di Bali: Ini Unsur-unsur Penting yang harus Ada

Nyoman Suarna • Rabu, 6 November 2024 | 00:18 WIB
GEBOGAN: Di balik bentuknya yang indah, gebogan sarat akan makna karena di dalamnya terdapat unsur-unsur penting dalam agama Hindu.
GEBOGAN: Di balik bentuknya yang indah, gebogan sarat akan makna karena di dalamnya terdapat unsur-unsur penting dalam agama Hindu.

BALIEXPRESS.ID – Gebogan bukanlah sekadar hiasan dalam pelaksanaan upacara Hindu di Bali.

Meski memiliki bentuk yang sangat estetik, di balik keindahannya terdapat filosofi dan makna mendalam.

Menurut Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, inti dari banten Gebogan bagi umat Hindu di Bali adalah Panca Rengga, yakni lima macam buah-buahan yang berasal dari lima jenis kelahiran yang disebut Panca Rengga.

Kelima buah dengan asal atau kelahiran yang berbeda ini, lanjut  Ida Rsi, harus ada dalam sebuah Gebogan.

Sehingga, bagaimana pun megah dan mahalnya buah-buahan serta penganan yang digunakan dalam membuat Gebogan ini, jika unsur Panca Rengga ini tidak ada, maka nilai spiritual dari Gebogan ini tidak akan ada.

Ditegaskan Ida Rsi, unsur dari Panca Rengga yang mampu mewakili seluruh isi alam. Dengan adanya unsur Panca Rengga ini, lanjutnya, maka nilai spiritual dari Gebogan ini tetap tinggi, meskipun dibuat tidak terlalu megah dan tinggi.

Adapun yang termasuk dalam Panca Rengga ini, terdiri dari unsur buah-buahan yang lahir dari bunga seperti mangga, apel, jeruk, jambu.

Selanjutnya adalah buah yang ada sekali bebuah, pohonnya langsung mati, seperti pisang.

Yang ketiga adalah buah yang lahir langsung dari pohonnya, di antaranya nangka, durian, duku leci.

Selanjutnya adalah buah bersisik, seperti nanas, salak, buah naga.

Yang terakhir adalah buah yang berasal dari akar, seperti bengkuang, sabrang, dan ketela.

Kelima macam kelahiran buah-buahan ini wajib digunakan dalam sebuah Gebogan, sehingga bisa memiliki nilai spiritual yang tinggi.

“Selain itu, dalam Gebogan ini, juga wajib menggunakan penganan, yang dalam tradisi umat Hindu di Bali biasanya menggunakan jajan Begina dan jajan Uli yang terbuat dari ketan,” lanjutnya.

Untuk menjadi sebuah persembahan, Gebogan ini berisikan canang atau sampian yang umumnya disebut dengan Sampian Gebogan.

“Unsur Sampian Gebogan inilah merupakasn wujud persembahan dan bhakti kehadapan Tuhan sebagai  sang pencipta alam semesta,” terangnya.

Selain itu, Gebogan juga berisikan hiasan berupa bunga yang ditusukan pada bagian atas.

“Bunga ini, selain sebagai salah satu bentuk persembahan, juga sebagai bentuk keindahan dari alam semesta itu sendiri. Selain sebagai bentuk persembahan, Gebogan juga mengandung unsur keindahan dalam sebuah persembahan,” ungkapnya.

Editor : Nyoman Suarna
#unsur #bali #penting #upacara #hindu #Sarana #gebogan