Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mistisnya Bambu Keramat di Pura Luhur Lempuyang Jadi Tempat Tirta Pingit, Tak Sembarangan Ditebang

I Putu Mardika • Rabu, 6 November 2024 | 04:19 WIB

 

 

bambu keramat di Pura Luhur Lempuyang yang dijdikan tempat tira pingit
bambu keramat di Pura Luhur Lempuyang yang dijdikan tempat tira pingit
BALIEXPRESS.ID-Pura Luhur Lempuyang, Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem menjadi salah satu pura berkonsep Dewata Nawa Sanga yang berada di arah timur sebagai stana Dewa Iswara. Uniknya, di Pura Lempuyang terdapat bambu keramat yang dijadikan sebagai tempat tirta pingit.

Bambu yang dianggap keramat di Pura Lempuyang, khususnya di Pura Lempuyang Luhur, adalah bagian dari ritual yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu Bali.

Pohon bambu tersebut diyakini sebagai tempat Tirta Pingit, air suci yang hanya dapat diakses melalui prosesi tertentu. Bambu ini dipercaya sebagai manifestasi dari kekuatan suci dan dianggap sebagai simbol penyucian bagi umat yang berziarah ke sana.

Umat Hindu yang datang biasanya memohon air suci ini sebagai bagian dari ritual penting seperti upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih.

Akses ke tirta di bambu ini hanya diperoleh melalui pemangku seperti Jero Mangku Pasek. Bambu yang keramat ini diyakini tidak akan mengeluarkan tirta jika tidak diberkati.

Untuk mendapatkan Tirta Pingit, umat harus menaiki ratusan anak tangga hingga ke puncak Bukit Bisbis, di mana bambu tersebut berada dalam area pura yang sakral.

Jero Mangku Pasek menjelaskan, krama Desa Adat Purwayu telah menyakralkan empat rumpun bambu di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur sebagai linggih Tirta Pingit yang dihormati secara turun-temurun.

Karena disakralkan, pengempon pura bahkan menambahkan pengumuman dalam bentuk tulisan di depan pohon bambu agar tidak ada yang sembarangan mempermainkan bambu.

Rumpun bambu ini menjadi tempat umat Hindu memohon tirta yang digunakan dalam upacara besar seperti Karya Mamungkah, Padudusan dan Ngenteg Linggih.

Namun, tirta tersebut hanya bisa diperoleh berdasarkan tingkat keikhlasan dari pihak penyelenggara upacara. Bambu yang akan mengeluarkan tirta hanya boleh ditebang oleh Jero Mangku Pasek atau Jero Mangku Gede Wangi.

Jika ritualnya diberkahi, tirta akan langsung keluar dari bambu setelah ditebang sekali. Namun, jika tidak diberkahi, meski ditebang berulang kali, bambu tersebut tidak akan mengeluarkan air.

Jero Mangku Pasek menjelaskan hal ini saat banyak umat Hindu yang datang memohon Tirta Pingit di pura beberapa waktu lalu.“Yang nangkil untuk nunas tirta ini ramai. Tetapi tidak semua beruntung,” jelasnya.

Untuk memperoleh tirta di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, pemedek yang nangkil harus menaiki ratusan anak tangga menuju puncak Bukit Bisbis, di mana rumpun bambu berada di sisi barat dalam area pura.

Prosesi dimulai dengan sembahyang yang dipandu oleh Jero Mangku Pasek, yang kemudian memotong salah satu batang bambu hingga tirta keluar dari ruasnya. Air suci ini lalu ditampung dalam bumbung (bambu penampung air suci) dan dibawa oleh umat untuk diletakkan di Sanggar Surya, tempat karya upacara.

Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur merupakan stana Ida Bhatara Iswara atau Ida Bhatara Hyang Gni Jaya, dan Tirta Pingit diyakini sebagai sarana untuk menambah kekuatan spiritual dalam menjalankan upacara-upacara besar seperti Nuntun, Ngenteg Linggih, Padudusan, Mamungkah, dan lainnya.

Menurut Jero Mangku Pasek, permohonan Tirta Pingit harus dilandasi dengan pikiran yang bersih, ikhlas, dan tenang.

Umat juga diharapkan mempersembahkan banten sesuai dengan ketentuan, yakni Pebangkit petak satu soroh, Suci petak empat soroh, yang meliputi Pule Kerti, Daksina Agung, Samuan, Kelanan, Pangulap Pangambe, Canang Ajuman, Bayuan, Segehan Petak, uang kepeng 16.000 keping, Salaran, Tetanduran, serta persembahan lainnya seperti Pekelem Bebek Putih, Pekelem Ayam Putih, dan Pangolem untuk pemangku.

Jero Mangku Pasek juga mengingatkan bahwa hanya pemangku yang ditunjuk diperkenankan menebang bambu tersebut, meskipun ada persembahan banten yang lengkap. “Tidak sembarangan memotong bambu kalau tidak orang yang ditunjuk,” tutupnya. (dik)

 Keterangan foto

Bambu keramat di Pura Lempuyang yang dijadikan sebagai tempat tirta pingit (ist)

Editor : I Putu Mardika
#keramat #hindu #pura #bambu #pingit #Lempuyang #Tirta