Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

11 Hal Menarik dan Jarang Diketahui Tentang Tari Sang Hyang Memedi: Tarian Sakral Bali yang Mengundang Kehadiran Makhluk Halus

I Putu Suyatra • Jumat, 8 November 2024 | 14:43 WIB
Tari Sang Hyang Memedi
Tari Sang Hyang Memedi

BALIEXPRESS.ID - |Mayoritas masyarakat Hindu Bali mempercayai keberadaan roh halus dan alam dengan kekuatan magis yang kuat.

Kepercayaan ini bahkan semakin berkembang dalam berbagai bentuk, termasuk di antaranya Tari Sang Hyang Memedi, tarian sakral yang penuh misteri.

Apa yang membuat tarian ini begitu mistis, dan mengapa makhluk halus disebut "Memedi"?

Fungsi Mistis Tari Sang Hyang Memedi dalam Upacara Bali

Tari Sang Hyang Memedi dianggap sebagai tarian sakral yang dipercaya mampu mengusir wabah penyakit dan menetralisir energi negatif, termasuk kekuatan black magic.

Budayawan sekaligus mantan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Komang Astita, menjelaskan bahwa tarian ini sering dipentaskan di Bali Utara, termasuk di Jatiluwih.

Menurutnya, tarian ini juga berfungsi sebagai media penetralisir ketika wabah melanda desa.

Dalam catatan sejarah, Bali memiliki berbagai jenis Tari Sang Hyang, namun banyak yang telah punah.

Dari sekian banyak jenis tarian, hanya sembilan yang masih bertahan hingga kini, termasuk Tari Sang Hyang Memedi yang dianggap sangat sakral dan eksklusif.

Penampilan Unik dan Sakral yang Penuh Kejutan

Tari Sang Hyang Memedi tidak bisa ditarikan oleh sembarang orang. Biasanya, penari akan mengalami trance atau kerasukan terlebih dahulu sebelum tarian dimulai.

Mangku pura pun sering kali tidak tahu siapa yang akan menjadi penari, karena "pilihan" dipercayai berasal dari sasuhunan pura.

Penari yang kerasukan kemudian dipakaikan pakaian unik dari dedaunan kering atau batang padi yang memberi kesan mistis.

Tidak ada gerakan khusus yang harus dihafal. Penari akan bergerak spontan, berlarian, melompat, dan tertawa dalam gerakan yang abstrak.

Tarian ini diiringi oleh lantunan lirik kuno, tanpa gamelan, yang dipercaya memiliki kekuatan untuk memanggil sosok Memedi.

Menurut kepercayaan lokal, gending tersebut bisa mengundang Memedi untuk hadir dan bahkan ikut "menari" bersama.

Siapakah Memedi yang Sebenarnya?

Memedi adalah makhluk halus yang dipercaya memiliki sifat jahil dan sering mengganggu manusia.

Memedi digambarkan sebagai sosok berpenampilan aneh, dengan rambut dan pakaian acak-acakan, sering muncul di tempat-tempat angker seperti tebing, jurang, atau hutan bambu.

Dalam ajaran Weda, Memedi termasuk golongan asura, atau makhluk astral dengan sifat yang kurang baik, seperti halnya raksasa.

Ida Pandita Mpu Putra Yoga Parama Daksa menambahkan bahwa ada baiknya manusia menjaga hubungan harmonis dengan makhluk tak kasat mata ini, salah satunya dengan melakukan sembahyang di waktu-waktu khusus seperti sandikala dan subuh.

Keajaiban di Balik Tari Sang Hyang Memedi yang Menghanyutkan

Dengan suasana sakral dan misteri yang mengiringi, Tari Sang Hyang Memedi seolah membawa penonton ke dimensi lain, antara dunia manusia dan alam gaib.

Lirik gending yang mengalun, gerakan abstrak penari, serta kehadiran sosok Memedi menjadikan tarian ini sebagai bagian dari tradisi Bali yang sulit dilupakan.

Berikut adalah beberapa hal menarik dari Tari Sang Hyang Memedi yang bisa mengundang rasa penasaran:

  1. Tarian Sakral yang Tidak Dipelajari
    Uniknya, penari dalam Tari Sang Hyang Memedi tidak melakukan latihan terlebih dahulu. Gerakan mereka muncul begitu saja saat mengalami trance atau kerasukan. Hal ini membuat tarian tersebut benar-benar spontan dan dipenuhi aura mistis.

  2. Pakaian dari Alam yang Menambah Suasana Mistis
    Penari mengenakan pakaian dari dedaunan kering atau batang padi. Di Jatiluwih, misalnya, pakaian ini dibuat dari batang padi kering, yang dipercaya mampu menghubungkan penari dengan alam dan roh leluhur.

  3. Tidak Ada Gerakan Pakem, Semua Gerakan Abstrak
    Gerakan penari dalam Tari Sang Hyang Memedi sepenuhnya abstrak dan tidak ada gerakan khusus yang diatur sebelumnya. Penari bisa berlarian, tertawa, bahkan melompat-lompat, mengikuti arus energi dan suasana trance yang dialami.

  4. Lagu Pengiring yang Kuno dan Berdaya Magis
    Tidak ada gamelan atau instrumen khusus dalam tarian ini. Sebagai gantinya, tarian ini diiringi dengan lantunan lirik lagu kuno yang dipercaya memiliki kekuatan untuk memanggil sosok Memedi agar hadir di tempat tarian berlangsung.

  5. Mengundang Kehadiran Memedi
    Menurut kepercayaan masyarakat Bali, gending atau lagu pengiring dalam tarian ini memiliki kekuatan magis yang bisa mengundang Memedi. Kehadirannya diyakini untuk turut serta dalam upacara dan menyeimbangkan energi alam.

  6. Penari Terpilih yang Tidak Ditentukan Sebelumnya
    Penari dalam Tari Sang Hyang Memedi sering kali terpilih secara “alami” atau seolah-olah dipilih oleh roh leluhur atau sasuhunan pura. Mangku atau pemangku pura tidak mengetahui siapa yang akan menari hingga penari mengalami trance.

  7. Tradisi yang Bertahan Meski Banyak Jenis Tari Sang Hyang Sudah Punah
    Pada tahun 1940-an, ada banyak jenis Tari Sang Hyang di Bali, namun sebagian besar sudah punah. Tari Sang Hyang Memedi menjadi salah satu yang tersisa dan masih dilestarikan hingga kini, terutama di Bali Utara.

  8. Peran Tarian dalam Menetralisir Energi Negatif
    Tarian ini tidak hanya sekadar tontonan sakral, tapi juga dipercaya mampu menangkal wabah penyakit dan energi negatif, termasuk kekuatan black magic yang bisa menyerang desa atau komunitas.

  9. Memedi, Sosok Misterius dengan Sifat Jahil
    Dalam budaya Bali, Memedi dikenal sebagai makhluk halus yang memiliki sifat jahil, sering menyembunyikan barang atau menakuti manusia. Kehadirannya dalam tarian ini membawa kesan misterius dan memikat bagi para pengunjung yang ingin memahami sisi mistis dari kebudayaan Bali.

  10. Dijaga Ketat dan Tidak Dipertontonkan Sembarangan
    Tarian ini tidak dipertontonkan sembarangan dan hanya muncul pada upacara tertentu. Hanya masyarakat setempat dan beberapa orang yang diperkenankan menyaksikannya, menambah nilai eksklusif dan sakral dari tarian ini.

  11. Larangan Aktivitas di Waktu Tertentu untuk Menghormati Makhluk Halus
    Menurut ajaran Weda, manusia disarankan untuk tidak melakukan aktivitas di waktu-waktu tertentu, seperti sandikala dan subuh, serta di tempat-tempat khusus seperti teba atau sungai, untuk menghormati kehadiran makhluk tak kasat mata.

Keunikan-keunikan ini menjadikan Tari Sang Hyang Memedi sebagai bagian dari kebudayaan Hindu Bali yang penuh dengan nilai-nilai spiritual, mistis, dan penghormatan terhadap alam semesta. *** 

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #Black Magic #mistis #tari sang hyang memedi #hindu #budaya #tradisi