Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mitos Kepongor dalam Pembuatan Banten Umat Hindu Bali: Benarkah Halangan akan Datang Jika Tidak Dibuat oleh Ahli?

I Putu Suyatra • Minggu, 17 November 2024 | 01:57 WIB
Banten bagi umat Hindu Bali
Banten bagi umat Hindu Bali

BALIEXPRESS.ID - Dalam tradisi Hindu Bali, pembuatan banten atau sesajen merupakan salah satu bagian penting dalam upacara yadnya.

Namun, muncul sebuah mitos yang menakutkan, yaitu "kepongor," yang diyakini dapat membawa musibah jika banten tidak dibuat oleh tukang banten yang ahli.

Mitos ini pun menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi wanita karir yang sering kali menghadapi keterbatasan waktu untuk melaksanakan yadnya.

Lalu, benarkah mitos ini atau hanya sekadar cerita turun-temurun?

Menurut Ida Pandita Jaya Acharya Nanda, mitos mengenai kepongor sebenarnya adalah salah kaprah yang tidak perlu ditakuti berlebihan.

Apa Itu Mitos Kepongor?

Mitos kepongor dipercaya dapat terjadi jika seseorang melaksanakan yadnya dengan banten yang tidak disusun oleh tukang banten yang berpengalaman.

Konon, hal ini akan membawa malapetaka atau musibah tertentu.

Karena itulah, banyak orang, terutama yang sibuk bekerja, memilih untuk membeli banten siap pakai sebagai solusi praktis. Tetapi, apakah ini benar-benar masalah?

Benarkah Harus Selalu Dibuat oleh Ahli Banten?

Ida Pandita Jaya Acharya Nanda menjelaskan bahwa mitos tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Memang benar jika sebuah banten dibuat oleh seseorang yang tidak memahami dengan baik tentang banten, ada kemungkinan banten tersebut tidak sesuai dengan pakem atau ajaran yang ada," ujarnya.

"Namun, bukan berarti banten yang dibeli selalu membawa masalah," tambahnya.

Namun, ia mengingatkan, jika memungkinkan, ada baiknya kita membuat banten sendiri.

"Jika kita memiliki waktu, sebaiknya kita membuat banten dengan tangan kita sendiri. Selain memastikan bahwa bahan yang digunakan benar-benar suci dan bersih, kita juga bisa lebih memahami makna mendalam dari setiap unsur dalam banten tersebut," katanya.

Membeli Banten: Solusi Praktis atau Risiko?

Meski demikian, tidak semua orang memiliki waktu atau pengetahuan untuk membuat banten sendiri.

Membeli banten yang sudah jadi memang bisa menjadi pilihan praktis, namun ada risiko bahan-bahan yang digunakan tidak benar-benar "sukla" atau suci, yang berarti bisa memengaruhi kekhidmatan upacara.

Kesimpulan

Mitos kepongor sebaiknya tidak perlu terlalu dipusingkan. Yang terpenting adalah niat dan ketulusan hati dalam melaksanakan yadnya.

Jika memiliki kesempatan, membuat banten sendiri bisa memberikan lebih banyak pemahaman dan ketenangan, namun membeli banten yang telah disiapkan oleh orang lain juga tidak salah, asalkan kita tetap memastikan kualitas dan kesuciannya.

Yang jelas, inti dari setiap upacara adalah pengabdian dan niat yang tulus kepada Tuhan. *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #mitos #yadnya #Banten #hindu