Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keunikan Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh: Harmoni Akulturasi Budaya Bali dan Tionghoa yang Menyentuh Hati

I Putu Suyatra • Minggu, 17 November 2024 | 04:17 WIB
Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh
Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh

BALIEXPRESS.ID - Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh yang terletak di Jalan Raya Dharma Giri, Desa Blahbatuh, Gianyar, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu dari akulturasi budaya yang memadukan kekayaan tradisi Bali dan Tionghoa.

Dari luar, vihara ini tampak memikat dengan ornamen khas Bali yang berpadu apik dengan nuansa merah tradisional Tionghoa.

Lokasinya yang mudah dijangkau, di pinggir jalan raya, membuat tempat ini tak hanya dikenal sebagai pusat pemujaan, tetapi juga sebagai destinasi spiritual yang memikat pengunjung.

Namun, yang membuat Vihara ini benar-benar unik adalah perpaduan budaya yang terpancar dari arsitekturnya.

Baca Juga: Komentar Kevin Diks Soal Debut Pahit: Cedera dan Kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang

Ketika memasuki kawasan vihara, pengunjung disambut dengan sebuah gapura kecil berukir khas Bali, dihiasi dengan pohon beringin suci dan patung singa emas yang menambah kesan magis.

Tidak hanya itu, sesaat setelah melangkah lebih dalam, perjalanan menuju pintu utama vihara ditempuh dengan menuruni 43 anak tangga yang berkelok, mengarah langsung ke sebuah gerbang megah yang menghadap sungai.

Menurut Eka Wiradharma, pengurus vihara, Amurva Bhumi adalah tempat pemujaan yang memadukan aliran Tridharma, Theravada, dan Hindu-Budha.

"Kami di sini merayakan kebersamaan dari berbagai latar belakang agama, dan ini tercermin dalam cara sembahyang yang sangat beragam," ungkap pria yang akrab disapa Romo Eka.

Vihara ini memiliki berbagai altar, termasuk altar bagi Dewi Ma Kwan Im dan Dewa Harimau, serta tempat pemujaan untuk Dewa Hok Tik Cin Sin atau Tu Ti Kong.

Salah satu elemen yang menarik adalah bangunan Kong Tjo yang didedikasikan untuk Dewa Bumi.

Menggabungkan unsur arsitektur China dan Bali, bangunan ini berfungsi sebagai tempat pemujaan dengan tiang-tiang berornamen naga dan warna-warna cerah yang mencolok.

Tak hanya itu, di dalam vihara terdapat pula Pat Kua, sebuah ruang segi delapan yang digunakan sebagai tempat pertemuan dan pemujaan.

Di sini, lukisan dewa-dewi yang dikelilingi oleh burung Phoenix memberikan nuansa mistis dan melambangkan kesuburan serta kemakmuran.

Burung Phoenix yang dikenal sebagai simbol dari Dewa Api memberikan harapan bagi kesejahteraan umat yang berdoa di sini.

Keunikan lainnya adalah Stupa berwarna-warni yang berdiri megah di belakang vihara, tempat untuk membakar kertas-kertas setelah ibadah selesai.

Pagoda ini, yang semakin mengecil ke atas, dihiasi dengan simbol-simbol yang penuh makna, menciptakan suasana yang sangat khas dan sarat nilai filosofi.

Bagi umat yang berkunjung, selain merasakan kedamaian spiritual, mereka juga disuguhkan pengalaman budaya yang sangat kaya.

Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh bukan sekadar tempat pemujaan, tetapi sebuah simbol hidup dari perpaduan dua budaya yang sangat berharga, serta cermin harmoni antara umat Hindu dan Budha yang ada di Bali. *** 

 

 

drs. Cristian, APT dari Dinkes Provinsi Jawa Timur saat memberikan penjelasan kepada masyarakat Desa Kalianyar, Kecamatan Arjasa.
drs. Cristian, APT dari Dinkes Provinsi Jawa Timur saat memberikan penjelasan kepada masyarakat Desa Kalianyar, Kecamatan Arjasa.
Editor : I Putu Suyatra
#bali #blahbatuh #Vihara Amurva Bhumi #tionghoa #gianyar