SULIT DIPERCAYA, TAPI NYATA! Ida Ratu Niang Sakti: Pangayengan di Denpasar yang Tak Pernah Sepi Pemedek, Banyak Kisah Unik
I Putu Suyatra• Senin, 18 November 2024 | 03:32 WIB
Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti di Denpasar, Bali
BALIEXPRESS.ID – Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti yang terletak di Jalan Wibisana, Dauh Puri Kaja, Denpasar, selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Hindu Bali.
Baik saat rarahinan maupun di hari-hari biasa, tempat ini menjadi pusat spiritual yang penuh cerita mistis dan kepercayaan.
Ketika Bali Express (Jawa Pos Group) menyambangi lokasi ini, terlihat masyarakat setempat menghaturkan canang sari yang unik, dilengkapi permen sebagai simbol rasa bhakti.
“Ratu Niang sangat pemurah. Saya jualan bunga di pasar, dan jika mohon di sini sebelum berjualan, dagangan pasti laris. Beliau memang pemurah,” ujar Catri, pedagang di Pasar Wangaya.
Bukan Hanya untuk Umat Hindu Bali, Ratu Niang Sakti Juga Dipuja Masyarakat Tionghoa
Yang membuat Pangayengan ini unik adalah kehadiran masyarakat Tionghoa yang ikut tangkil sembahyang.
Menurut mereka, Ida Ratu Niang Sakti dikenal sebagai Dewi Kwan Im, dewi rezeki dan kehidupan.
“Banyak masyarakat Tionghoa yang datang sembahyang dengan cara mereka sendiri. Mereka percaya Dewi Kwan Im adalah sumber berkah,” ujar Ngurah Gede Agung, pamangku sekaligus pangempon Pangayengan.
Fenomena Mistis: Kesurupan Berbahasa Cina dan Patung Tersenyum
Pangayengan ini juga memiliki cerita-cerita mistis yang menambah daya tariknya.
Mangku Ngurah Gede Agung menceritakan kejadian unik saat seorang balian yang tengah tangkil tiba-tiba kesurupan dan berbicara dalam Bahasa Cina.
“Balian itu tiba-tiba berbicara Bahasa Cina saat sembahyang bersama keluarga Tionghoa. Saya pun meminta agar menggunakan bahasa yang saya mengerti karena tidak paham,” kenangnya.
Tak hanya itu, masyarakat sekitar sering melaporkan fenomena tak biasa pada patung Ida Ratu Niang Sakti.
Banyak yang mengaku melihat patung tersebut tersenyum atau melirik ketika mereka melewatinya.
“Ada pedagang yang mengatakan, ketika mereka lewat, patung Ida tersenyum, sehingga mereka langsung berhenti untuk maturan,” tambahnya.
Pesan Sang Pamangku: Datang dengan Ketulusan
Ngurah Gede Agung berpesan kepada siapa saja yang ingin tangkil agar membawa persembahan sebagai bentuk bhakti.
“Bawalah canang sari atau soda. Jika memungkinkan, bawalah pejati. Namun, yang paling penting adalah keikhlasan hati dalam sembahyang,” tutupnya.
Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti terus menjadi tempat spiritual yang menyatukan berbagai kepercayaan, sekaligus menyimpan misteri yang mengundang rasa penasaran.
Apakah Anda juga ingin merasakan energi dan berkah dari tempat ini? Jangan lupa untuk datang dengan hati yang tulus! ***