BALIEXPRESS.ID - Sisi timur Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, terdapat sebuah tempat suci Hindu Bali bernama Pasiraman Manik Tirtha.
Lokasinya tepat pada Banjar atau Desa Adat Kuning, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli.
Tempat ini tidak hanya digunakan untuk membersihkan diri secara sekala dan niskala, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat awet muda, dan keselamatan.
Di sekitar lokasi, juga dapat ditemukan keindahan tebing Tukad Malangit Bangli dan terkadang dapat melihat kera liar mencari makan di sekitar area tersebut.
Pemangku Pura Pasiraman Manik Tirta, Ngakan Ketut Mangku Gede, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa sejarah pasiraman ini berasal dari perebutan wilayah antara Raja Tamanbali dan raja di Desa Jelekungkung, Bangli.
Untuk melindungi wilayahnya, Raja Tamanbali menggunakan senjata berupa tongkat yang ditarik melintasi tanah dari Jelekungkang sampai Banjar Kuning, membentuk sebuah jurang yang menjadi aliran Tukad Malangit.
Di lokasi tersebut terdapat 11 pancuran yang dulunya digunakan sebagai tempat permandian prajurit Raja Tamanbali.
"Salah satunya adalah pancuran tertinggi yang diyakini memiliki efek awet muda, dikenal sebagai Tirtha Daha," ungkapnya.
Pancuran ini memiliki lima pancuran biasa di jaba Pura, serta Pancuran Tirtha Daha yang berada di bawahnya.
Di dalam pura, terdapat tirta selikan yang digunakan untuk melasti Ida Sasuhunan Pura Khayangan Tiga dan sebagai tirta wangsuhpada dalam upacara pura dan merajan. *
Editor : Putu Agus Adegrantika