Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gambelan Gambang di Karangasem: Alat Musik Sakral dengan Sejuta Makna yang Punya Fungsi Berbeda dengan daerah Bali Lainnya

I Putu Suyatra • Jumat, 22 November 2024 | 14:43 WIB
Gambelan Gambang Karangasem, Bali
Gambelan Gambang Karangasem, Bali

BALIEXPRESS.ID - Ketika membahas alat musik sakral di Bali, nama Selonding sering kali mendominasi perbincangan. Namun, tahukah Anda bahwa di wilayah Karangasem, ada alat musik tradisional lain yang tak kalah sakralnya? Gambelan Gambang, alat musik kuno berbahan bambu dan perunggu, menyimpan keunikan dan cerita misteri yang berbeda di setiap desa.

Apa sebenarnya yang membuat Gambelan Gambang di Karangasem begitu istimewa dibandingkan wilayah Bali lainnya?

Keunikan Gambelan Gambang di Desa Bali Mula

Di wilayah Bali Mula seperti Tenganan, Bungaya, Seraya, dan Timbrah, Gambelan Gambang dianggap sangat sakral.

Alat musik ini dimainkan khusus dalam upacara Dewa Yadnya, seperti Usaba dan piodalan di pura.

Berbeda dengan wilayah Tabanan atau Gianyar, di mana Gambelan Gambang lebih sering digunakan sebagai pengiring upacara Pitra Yadnya seperti Ngaben.

Menurut Dr. Nyoman Astita, M.A, Dosen dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, fungsi dan bentuk Gambelan Gambang sangat dipengaruhi oleh tradisi desa kala patra—aturan dan keyakinan adat setempat.

“Di Karangasem, bentuk Gambelan Gambang cenderung utuh tanpa pengaruh zaman. Sementara di wilayah lain seperti Tabanan, ornamen dan ukiran modern mulai terlihat,” jelasnya.

Nada Mistis yang Memikat

Gambelan Gambang menghasilkan nada-nada selendro yang mistis, seolah membawa suasana ke dalam dimensi spiritual.

Pemukul khusus digunakan untuk menciptakan nada ini, menjadikannya instrumen yang tidak hanya merdu tetapi juga penuh aura religius.

Tidak ada aturan baku dalam memainkan Gambang, karena nadanya mengikuti tembang seperti Pupuh Ginanti atau Margi Linggah, yang sering disertai dengan kidung Macepat.

Sejarah yang Penuh Teka-teki

Sejarah Gambelan Gambang memiliki sentuhan mitos dan cerita rakyat. Alat musik ini diperkirakan muncul pada abad IX-X Masehi, tetapi tidak ada prasasti atau lontar yang mencatat asal usulnya secara rinci.

Di Karangasem, Gambelan Gambang diyakini sebagai hadiah dari para Dewa dan Dewi, sehingga penggunaannya terbatas untuk upacara keagamaan.

Sementara di Tabanan, cerita rakyat menyebutkan bahwa alat musik ini diberikan oleh sosok gaib kepada seorang petani, dengan bilah-bilah yang menyerupai palih wadah—perlengkapan untuk prosesi Ngaben.

Simbol Religiusitas dalam Musik

Fungsi utama Gambelan Gambang di Karangasem adalah sebagai pengiring upacara Dewa Yadnya, membantu umat untuk berkonsentrasi pada kesucian pikiran saat bersembahyang.

“Esensi musik Gambang adalah membimbing pikiran agar fokus kepada Tuhan,” kata Astita.

Di sisi lain, perbedaan fungsi di wilayah seperti Tabanan mencerminkan keunikan filosofi lokal.

Astita menjelaskan, “Gending yang dimainkan di Karangasem berbeda dengan di Tabanan. Misalnya, Gambang di Tabanan lebih lekat dengan nuansa Pitra Yadnya karena kaitannya dengan prosesi kematian.”

Gambelan Gambang: Harmoni Tradisi dan Spiritual

Dari segi teknis, Gambelan Gambang memiliki enam instrumen berbilah, dengan empat bilah bambu sebagai komponen utama.

Setiap instrumen dimainkan oleh seorang penabuh menggunakan panggul bercabang dua.

Nada yang dihasilkan mengalun lembut namun mendalam, menghadirkan harmoni yang menggambarkan keseimbangan antara duniawi dan spiritual.

Mengapa Karangasem Begitu Istimewa?

Keistimewaan Gambelan Gambang di Karangasem tidak hanya terletak pada fungsinya, tetapi juga pada filosofi yang menyertainya.

Pengaruh Desa Bali Mula menjadikan alat musik ini simbol kesucian, tidak hanya sebagai seni tetapi juga sebagai medium komunikasi dengan yang ilahi.

Jadi, apa yang membedakan Gambelan Gambang di Karangasem dengan wilayah lainnya?

Jawabannya ada pada kedalaman makna, keaslian bentuk, dan penggunaan yang terikat erat dengan tradisi sakral setempat.

Dengan segala misteri dan daya tariknya, Gambelan Gambang menjadi salah satu kekayaan budaya yang patut dilestarikan. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pitra yadnya #gambelan #sakral #dewa yadnya #karangasem #gambang