Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengungkap Sejarah Panjang Pura Desa Batuan: Salah Satu Tempat Suci Hindu Bali, Warisan Abadi dari Masa Kejayaan Kerajaan

I Putu Suyatra • Selasa, 10 Desember 2024 | 00:04 WIB

Pura Desa Batuan, salah satu pura tertua Hindu Bali, menyimpan sejarah yang tak terpisahkan dari perkembangan masyarakat setempat dan masa kejayaan kerajaan di zamannya.
Pura Desa Batuan, salah satu pura tertua Hindu Bali, menyimpan sejarah yang tak terpisahkan dari perkembangan masyarakat setempat dan masa kejayaan kerajaan di zamannya.

BALIEXPRESS.ID - Pura Desa Batuan, salah satu pura tertua Hindu Bali, menyimpan sejarah yang tak terpisahkan dari perkembangan masyarakat setempat dan masa kejayaan kerajaan di zamannya.

Berdasarkan Prasasti Baturan, pura ini telah berdiri sejak tahun Caka 994, menjadikannya sebagai saksi bisu perjalanan lebih dari seribu tahun.

Namun, pura ini juga mengalami kerusakan parah akibat bencana alam yang mengguncang Bali.

Jejak Sejarah di Prasasti Baturan

Tokoh Desa Adat Batuan, I Made Djabur, BA, menjelaskan bahwa sejarah panjang Pura Desa Batuan tertuang dalam Prasasti Baturan.

"Prasasti ini terbuat dari tembaga dengan tulisan Jawa Kuno, mencatat keberadaan Desa Baturan, yang kini dikenal sebagai Desa Batuan, berada di bawah pemerintahan Raja Sri Dharmawangsa Wardhana Marakata Pangkajastanottungadewa," ungkapnya.

Prasasti tersebut juga mencatat bahwa sejak masa itu, krama Desa Baturan telah dibebaskan dari kewajiban membayar pajak.

Sebagai gantinya, mereka memiliki tanggung jawab untuk memelihara pura dan mempersiapkan sarana upacara, termasuk penyambutan raja saat bersembahyang di pura ini.

Cagar Budaya dan Nilai Sejarah

Seiring perjalanan waktu, Pura Desa Batuan menjadi cagar budaya yang kaya dengan peninggalan kuno, seperti candi dan artefak bersejarah.

Meski beberapa bangunan mengalami renovasi untuk menyesuaikan perkembangan zaman, nilai arsitektur aslinya tetap terjaga.

Hal ini menjadikan pura sebagai magnet wisatawan yang ingin menyaksikan kekayaan budaya Bali.

Salah satu peristiwa yang paling memengaruhi sejarah pura adalah letusan Gunung Batur pada tahun 1917, yang menyebabkan kerusakan parah.

"Renovasi dimulai pada tahun 1920 dan selesai pada 1930. Bangunan-bangunan seperti candi kurung, candi bentar, dan tembok penyengker yang kita lihat hari ini adalah hasil renovasi pada masa itu," jelas Djabur.

Tradisi dan Upacara Keagamaan

Pura Desa Batuan memiliki tiga mandala utama: utamaning mandala, madya mandala, dan nista mandala.

Di dalamnya juga terdapat Bale Agung dan Pura Puseh, yang menyatu dengan pura desa ini.

Piodalan pura berlangsung pada Tumpek Wariga, dengan puncak upacara agung diadakan setahun sekali, sedangkan piodalan alit dilaksanakan setiap enam bulan.

Selain itu, pura ini memiliki tradisi unik yang berlangsung dari sasih keenam hingga sasih kesanga.

"Sepanjang tiga bulan tersebut, setiap malam diadakan penampilan sutri, sementara siangnya digelar tradisi gocekan," kata Djabur.

Tradisi gocekan yang menggunakan ayam jantan dewasa ini masih dilestarikan hingga kini, meskipun skalanya lebih kecil dibandingkan masa lalu.

Tempat Penyucian dan Koleksi Artefak

Selain palinggih utama, di area pura juga terdapat Pura Taman yang diyakini sebagai tempat penyucian raja-raja.

Palinggih Ida Ratu Saung menjadi lokasi utama untuk menghaturkan sesajen sebelum melaksanakan tradisi megocek.

"Di sini juga ada bale khusus yang menyimpan ratusan benda purbakala. Bale ini dibuat oleh Balai Purbakala untuk melindungi artefak-artefak berharga yang ditemukan di area pura," tambahnya.

Daya Tarik Desa Batuan

Desa Batuan yang menaungi Pura Desa ini terdiri dari delapan banjar: Puaya, Peninjoan, Jungut, Dlod Tunon, Dentiyis, Pekandelan, Jeleka, dan Banjar Tengah.

Selain pura, desa ini dikenal karena keunikan tradisi dan keramahan penduduknya, menjadikannya destinasi wisata budaya yang tak boleh dilewatkan.

Dengan sejarah panjang dan nilai budaya yang luar biasa, Pura Desa Batuan bukan hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga simbol kebesaran warisan leluhur yang terus hidup hingga kini.

Bagi wisatawan yang ingin memahami kedalaman sejarah Bali, Pura Desa Batuan menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #sejarah #kerajaan #pura desa batuan