BALIEXPRESS.ID - Karma Phala sering menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari, namun banyak yang masih belum paham makna dan filosofi mendalam di balik istilah ini dari sudut pandang Hindu Bali.
Apa sebenarnya Karma Phala dan bagaimana ia mempengaruhi hidup kita?
Secara harfiah, Karma Phala terdiri dari dua kata: karma, yang berarti perbuatan, dan phala, yang berarti buah atau hasil.
Singkatnya, Karma Phala adalah hasil dari setiap perbuatan yang kita lakukan.
"Hasil perbuatan tergantung pada apa yang kita lakukan selama hidup. Perbuatan baik disebut Subhakarma, sementara perbuatan jahat adalah Asubhakarma, yang sangat bergantung pada siklus Rwabhineda," jelas Ida Mpu Yogi Swara kepada Bali Express (Jawa Pos Group) saat berkunjung ke kediamannya, Griya Uma Jati, Denpasar.
Ida Mpu Yogi mengungkapkan bahwa Subhakarma mencakup semua perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama, yang bertujuan untuk membawa kebahagiaan lahir batin dan kesempurnaan hidup.
Dalam ajaran Hindu, prinsip dasar yang mengatur hidup manusia adalah Panca Srada, dengan Rwabhineda sebagai aturan baku, dan Karma Phala sebagai hukum yang mengikat.
Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan: Tiga Pilar Utama Karma Phala
Karma Phala berhubungan erat dengan tiga gerak perilaku manusia: pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Menurut Ida Mpu Yogi, ketiganya harus disucikan untuk mencapai hasil yang baik.
"Dalam implementasinya, perbuatan buruk atau Asubhakarma adalah segala bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan kebenaran dan dharma. Perbuatan ini akan membawa penderitaan dan dosa," tambahnya.
Kaitan antara Subhakarma dan Asubhakarma sangat jelas. Jika kita melakukan Subhakarma, hasilnya akan baik.
Sebaliknya, Asubhakarma akan membawa hasil yang buruk, yang sebanding dengan perbuatan tersebut. Hukum Karma Phala, menurutnya, akan terus mengikuti kita, di mana pun dan kapan pun.
Tujuan Utama: Mencapai Moksha dan Kebahagiaan Sejati
Tujuan dari Karma Phala adalah untuk mencapai kesempurnaan hidup, yakni moksha—bersatunya Atman dengan Brahman.
Dengan mengikuti ajaran dharma dan melaksanakan Subhakarma, kita dapat menghapus Asubhakarma dan bergerak menuju kebahagiaan abadi.
"Hasil dari perbuatan yang baik akan memberi ketentraman rohani dan kebahagiaan yang tidak bergantung pada kepuasan duniawi," terang Ida Mpu Yogi.
Di dalam kitab Bhagavadgita dan Sarasamuscaya Sloka 2 juga dijelaskan bahwa perbuatan baik membawa manusia menuju kebahagiaan abadi, sedangkan perbuatan buruk hanya akan menambah penderitaan.
"Karma Phala mengajarkan kita tentang sebab akibat dalam kehidupan," tambahnya.
Tiga Jenis Karma Phala: Apa yang Harus Kita Ketahui?
Hasil dari perbuatan tidak selalu dapat langsung dirasakan. Ada tiga jenis Karma Phala yang harus dipahami:
- Sancita Karma Phala – Perbuatan dari kehidupan lampau yang belum selesai dan mempengaruhi kehidupan kita saat ini.
- Prarabda Karma Phala – Perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan ini dan telah membawa hasil, baik pahala maupun akibat dari perbuatan.
- Kriyamana Karma Phala – Perbuatan yang belum mendapatkan balasan dalam kehidupan ini, yang akan diterima di kehidupan berikutnya.
Ida Mpu Yogi menekankan bahwa setiap perbuatan, baik maupun buruk, pasti memiliki akibat.
"Jangan terlalu terlena dalam kehidupan duniawi. Berbuat baiklah sejak hal-hal sederhana, karena Karma Phala tidak menunggu kita kaya atau berkuasa," ujarnya.
Dengan memahami filosofi Karma Phala, kita diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam setiap langkah.
Karma Phala mengajarkan bahwa setiap perbuatan, sekecil apapun, akan kembali pada kita, dan itu semua bertujuan untuk mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan yang sejati. ***
Editor : I Putu Suyatra