BALIEXPRESS.ID - Bali, pulau yang kaya akan tradisi dan spiritualitas, menyimpan banyak pura yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Hindu.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua pura di Bali memiliki fungsi yang sama?
Ada tiga kategori utama pura yang perlu Anda ketahui: Pura Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, dan Dang Kahyangan.
Apa perbedaan mendalam antara ketiganya?
Pura Kahyangan Jagat: Penjaga Keseimbangan Alam Semesta
Menurut Pinandita Pasek Swastika, Pura Kahyangan Jagat adalah pura-pura yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bali, melambangkan perlindungan dan keseimbangan alam semesta.
Ada sembilan pura yang tergolong dalam kategori ini, masing-masing terletak di titik-titik strategis di Bali, yang dipercaya sebagai stana (tempat) para dewa penjaga sembilan arah mata angin.
Beberapa pura yang termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat adalah:
- Pura Lempuyang (Timur) sebagai stana Dewa Iswara
- Pura Andakasa (Selatan) sebagai stana Dewa Brahma
- Pura Batukaru (Barat) sebagai stana Mahadewa
- Pura Ulun Danu Batur (Utara) sebagai stana Dewa Wisnu
- Pura Goa Lawah (Tenggara) sebagai stana Dewa Maheswara
- Pura Uluwatu (Barat Daya) sebagai stana Dewa Rudra
- Pura Bukit Pengelengan (Barat Laut) sebagai stana Dewa Sanskara
- Pura Pasar Agung (Timur Laut) sebagai stana Dewa Sambhu
- Pura Besakih, yang berada di tengah Bali, berfungsi sebagai pusat dari seluruh Pura Kahyangan Jagat.
Pura-pura ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan alam dan spiritualitas Bali, yang tak hanya terbatas pada upacara, tetapi juga menjadi simbol pemeliharaan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Pura Sad Kahyangan: Enam Pura Agung di Penjuru Mata Angin
Berbeda dengan Pura Kahyangan Jagat, Pura Sad Kahyangan terdiri dari enam pura utama yang terletak di penjuru mata angin Bali.
Sad Kahyangan merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat, namun dengan fokus pada enam pura yang memiliki status khusus.
Pura-pura ini tidak mencakup tiga pura inti, yaitu Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, dan Pura Andakasa.
"Setiap kerajaan di Bali memiliki Pura Sad Kahyangan-nya masing-masing, yang menunjukkan kedalaman spiritual dan kedekatannya dengan para dewa," ujar Pinandita Pasek Swastika.
Beberapa pura yang termasuk dalam Pura Sad Kahyangan adalah:
- Pura Lempuyang
- Pura Andakasa
- Pura Batukaru
- Pura Batur Kintamani
- Pura Penataran Agung
- Pura Dalem Puri
Pura Dang Kahyangan: Tempat Mengenang Jasa Pimpinan Hindu
Selain dua kategori di atas, ada juga Pura Dang Kahyangan yang memiliki fungsi unik. Pura ini dibangun untuk mengenang jasa para pimpinan umat Hindu yang pernah datang dan memberikan pengetahuan serta bimbingan kepada masyarakat Bali.
Beberapa tokoh yang dihormati dalam Pura Dang Kahyangan termasuk Rsi Markandya dan Dang Hyang Dwijendra.
Pura Dang Kahyangan yang tercatat dalam lontar Dwijendra Tatwa antara lain:
- Pura Purancak di Jembrana
- Pura Rambut Siwi di Jembrana
- Pura Amertasari di Jembrana
- Pura Pulaki di Buleleng
- Pura Pakendungan di Tanah Lot Tabanan
- Pura Taman Pule di Desa Mas Gianyar, dan lainnya.
Ada sekitar 34 pura yang tergolong dalam kategori ini, sebagai penanda bahwa tokoh-tokoh tersebut pernah berkunjung dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Bali.
Mengenal Keunikan Pura di Bali: Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Ketiga kategori pura ini—Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, dan Dang Kahyangan—memiliki peran dan tatanan yang berbeda.
Masing-masing pura bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol keseimbangan alam, penghormatan terhadap sejarah spiritual Bali, serta penghargaan terhadap pemimpin spiritual yang telah memberikan kontribusi besar bagi umat Hindu.
Dengan mengetahui perbedaan dan fungsi setiap pura, Anda dapat lebih mengapresiasi kekayaan budaya dan spiritual Bali yang luar biasa. ***
Editor : I Putu Suyatra