BOLEH PERCAYA BOLEH TIDAK! Pura Pemade Batan Kepuh: Tempat Suci Hindu Bali Magis untuk Memohon Keturunan dan Rezeki yang Dipercaya Warga Badung
I Putu Suyatra• Rabu, 11 Desember 2024 | 14:51 WIB
Pura Pemade Batan Kepuh di Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.
BALIEXPRESS.ID - Warga Banjar Tandeg, Desa Adat Tandeg, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, pastinya sudah tak asing dengan Pura Pemade Batan Kepuh.
Tempat suci Hindu Bali yang terletak di tengah persawahan ini tidak hanya dikenal karena aura magisnya, tetapi juga diyakini sebagai tempat memohon keturunan dan rezeki.
Sejarah yang Terselubung Misteri
Pura Pemade Batan Kepuh merupakan warisan turun-temurun masyarakat Banjar Tandeg.
Namun, hingga kini, tak ada catatan sejarah yang menjelaskan kapan atau siapa yang pertama kali mendirikan pura ini.
Letaknya yang tersembunyi di selatan Balai Banjar Tandeg, dengan akses melalui gang kecil menuju area persawahan, membuat keberadaannya tak banyak diketahui.
Penanda pura berupa beton hitam kecil bahkan nyaris tertutup dedaunan pohon di sekitarnya.
Pesona Magis dan Tradisi Kepercayaan
Menurut warga setempat yang enggan disebut namanya, keberadaan pura ini sering kali hanya dapat dirasakan oleh orang yang memiliki indra keenam.
Pohon Kepuh yang berdiri megah di area pura diyakini menjadi tempat berstana kekuatan spiritual.
Banyak yang datang ke pohon tersebut dengan harapan dikaruniai keturunan atau dilimpahi rezeki.
“Banyak yang membuktikan permohonannya terkabul, tapi syaratnya harus tulus dan ikhlas. Kalau tidak, harapan sulit terwujud meskipun sering sembahyang di sana,” ujar salah seorang warga kepada Bali Express.
Ritual Khusus Memohon Keturunan
Bagi pasangan suami-istri yang ingin memohon keturunan, mereka harus menjalani prosesi malukat atau pembersihan diri.
Ritual ini melibatkan penggunaan bungkak gading sebelum berlanjut ke tahapan persembahyangan di utama mandala.
Pemangku pura, Jero Mangku I Nyoman Landra, menjelaskan bahwa pelaksanaan sembahyang di pura ini tidak memerlukan syarat khusus, kecuali hati yang tulus dan sabar.
“Percaya atau tidak, semuanya tergantung pada kehendak Tuhan. Kunci utamanya adalah ketulusan dan kesabaran,” tegas Jero Mangku Landra.
Keunikan dan Peninggalan Sakral
Pura ini terdiri dari dua area utama, yakni jaba sisi dan utama mandala.
Di jaba sisi terdapat beji serta area khusus pohon kepuh yang berjumlah lima, dengan tinggi mencapai 10 meter.
Sementara di utama mandala, terdapat pelinggih dan bangunan khas pura Bali, termasuk gedong penyimpanan pratima berupa jaran putih (kuda putih) dan empas (penyu).
Upacara besar terakhir di pura ini berlangsung pada tahun 2014, dengan rangkaian ritual seperti Mamungkah, Ngenteg Linggih, dan Mepedudusan Agung.
Biaya perbaikan dan upacara kala itu berasal dari swadaya masyarakat Banjar Tandeg.
Hari Piodalan yang Sakral
Pura Pemade Batan Kepuh merayakan piodalan setiap Tumpek Uduh, di mana ibu-ibu Banjar Tandeg akan menarikan Tari Rejang Renteng sebagai bagian dari upacara.
Tradisi ini menjadi simbol pelestarian budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat setempat.
Tempat Magis yang Membuka Harapan
Pura Pemade Batan Kepuh bukan sekadar tempat sembahyang biasa. Bagi mereka yang percaya, pura ini menjadi perantara doa untuk mendapatkan keturunan dan rezeki.
Namun, seperti yang ditegaskan pemangku, hasilnya tergantung pada kerja keras, ketulusan, dan kehendak Tuhan.
Apakah Anda percaya pada aura magis pura ini? Datang dan buktikan sendiri keajaibannya.
Namun ingat, hormatilah kesakralannya dengan meminta izin kepada pengempon sebelum memasuki pura. ***