Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Unik di Balik Ukiran Meneer Belanda di Pura Maduwe Karang: Tempat Suci Hindu Bali di Kubutambahan

I Putu Suyatra • Kamis, 12 Desember 2024 | 15:20 WIB

 

Pura Maduwe Karang, yang terletak di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali
Pura Maduwe Karang, yang terletak di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali

 

BALIEXPRESS.ID - Di tengah keindahan alam Pulau Dewata, tersembunyi sebuah tempat suci Hindu Bali dengan kisah unik yang menarik perhatian dunia.

Pura Maduwe Karang, yang terletak di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, menyimpan misteri di balik ukiran seorang pria asing yang mengendarai sepeda.

Pura yang dibangun pada tahun 1890 ini awalnya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki lahan pertanian.

Baca Juga: Uniknya Tata Lungguh di Desa Pedawa Didasarkan atas Senioritas Perkawinan, Data Krama Ngarep Diperbaharui 5-6 Tahun

Namun, yang membuat pura ini begitu istimewa adalah adanya ukiran seorang meneer Belanda yang mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan kamben dan udeng.

Ukiran tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama mereka yang berasal dari negara Belanda.

Kisah di Balik Ukiran Meneer Belanda

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, sosok meneer Belanda yang diabadikan dalam ukiran tersebut adalah W.O.J. Nieuwenkamp.

Beliau adalah seorang tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat karena kepribadiannya yang ramah dan dermawan.

Baca Juga: Cerita Mistis dan Keajaiban Pamedal Agung di Bali: Gerbang Keramat Warisan Kerajaan Klungkung yang Menantang Waktu

Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat kemudian mengabadikan sosok Nieuwenkamp dalam bentuk ukiran di pura.

Keunikan Pura Maduwe Karang tidak hanya terletak pada ukiran meneer Belanda.

Ornamen-ornamen lain yang menghiasi pura ini juga sangat menarik, seperti ukiran khas Buleleng yang didominasi tanaman rambat, ukiran Raja Buleleng Ki Barak Panji Sakti, serta ukiran Ganesha.

"Beliau sangat ramah dan dermawan, sering memberikan bantuan kepada masyarakat," ungkap Jero Ketut Warkadea, Tokoh Adat Desa Pakraman Kubutambahan.

"Sepeda yang dikendarai melambangkan perjalanan hidup manusia, sedangkan pakaian adat Bali yang dikenakan menunjukkan penerimaan beliau terhadap budaya lokal," ujar Jero Mangku Wayan, pemangku Pura Maduwe Karang.

Baca Juga: Mengapa Ada Prosesi Memutar Jenazah Umat Hindu Bali di Catus Pata? Berikut Penjelasannya

Beliau menambahkan bahwa kehadiran ukiran ini menjadi simbol harmoni antara budaya Bali dan Barat.

Pura Maduwe Karang sebagai Cagar Budaya

Keindahan dan keunikan Pura Maduwe Karang telah diakui oleh pemerintah. Pada tahun 2008, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan Pura Maduwe Karang sebagai cagar budaya.

Hal ini semakin menegaskan pentingnya pura ini sebagai warisan budaya bangsa.

Pesona Wisata Religi dan Budaya

Keunikan Pura Maduwe Karang menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Baca Juga: BOLEH PERCAYA BOLEH TIDAK! Pura Pemade Batan Kepuh: Tempat Suci Hindu Bali Magis untuk Memohon Keturunan dan Rezeki yang Dipercaya Warga Badung

"Banyak wisatawan asing, terutama dari Belanda, yang penasaran dengan kisah di balik ukiran meneer Belanda," ujar Wayan Suarta.

"Mereka sering bertanya tentang sejarah pura dan kehidupan masyarakat di sekitar sini."

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Pura Maduwe Karang, lokasi pura sangat mudah dijangkau.

Pura ini terletak di pinggir Jalan Raya Singaraja-Amlapura. Selain menikmati keindahan arsitektur pura, wisatawan juga dapat menyaksikan proses pembuatan ukiran tradisional dan mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan budaya Bali.

Pesan Moral

Kisah Pura Maduwe Karang mengajarkan kita tentang pentingnya toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga warisan budaya.

Meskipun berasal dari budaya yang berbeda, Nieuwenkamp diterima dengan hangat oleh masyarakat Bali dan bahkan diabadikan dalam bentuk seni.

Ajakan untuk Menjaga Warisan Budaya

Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya bangsa, termasuk Pura Maduwe Karang.

Baca Juga: Bahaya Tersembunyi di Balik Pasikepan: Jimat Bali yang Menyerap Energi Penggunanya, Media untuk Keinginan, Tapi Penuh Risiko

Dengan menjaga dan merawat pura ini, kita turut serta melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. *** 

Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#bali #tempat suci #belanda #Pura Maduwe Karang #hindu #ukiran #buleleng