Kisah Mistis dan Tradisi Unik Hindu Bali di Pura Dalem Pengalasan, Pura Tertua dengan Ritual 'Ngambil Rabi'
I Putu Suyatra• Jumat, 13 Desember 2024 | 00:51 WIB
Tempat suci Hindu Bali, Pura Dalem Pengalasan di Banjar Merta Bhuana, Padangsambian, Denpasar.
BALIEXPRESS.ID – Di tengah hiruk pikuk modernitas Kota Denpasar, Pura Dalem Pengalasan di Banjar Merta Bhuana, Padangsambian, menyimpan cerita mistis yang penuh tradisi unik Hindu Bali.
Tempat suci Hindu Bali, yang diyakini sebagai salah satu pura tertua ini dikenal dengan ritual sakral bernama "Ngambil Rabi" atau mempersunting secara niskala.
Tradisi ini menjadikan Pura Dalem Pengalasan istimewa dan menarik perhatian banyak orang.
Menurut Ketua Pengempon Pura, Jero Mangku Made Subrata, ritual ini berakar dari kisah Ida Ratu Agung Dalem Pengalasan, yang berstana di pura tersebut.
Konon, secara niskala, Ida mempersunting 18 "istri" yang berstana di berbagai pura penjuru Bali.
Istri terakhirnya berasal dari Pura Segara Rupek, Buleleng. Namun, kapan tradisi ini dimulai masih menjadi misteri karena hanya diwariskan melalui cerita lisan.
Asal Mula Ritual Ngambil Rabi
Tradisi ini disebut berawal dari kejadian aneh yang dialami para pemangku pura.
"Pemangku yang bertugas sering kali jatuh sakit tanpa sebab jelas. Bahkan, pemeriksaan medis tidak menemukan apa-apa," ungkap Jero Mangku Subrata.
Salah satu kasus yang paling diingat adalah seorang pemangku yang tiba-tiba lumpuh seperti mengalami patah tulang, meski hasil rontgen menunjukkan tubuhnya baik-baik saja.
Setelah melalui proses "nunas baos" (meminta petunjuk secara niskala), diketahui bahwa Ida Ratu Agung menginginkan sebuah upacara sakral.
Ritual Ngambil Rabi pun digelar sebagai simbol "pernikahan" antara Ida Ratu Agung dengan dewi-dewi dari pura lain.
Prosesi Sakral Layaknya Pernikahan
Ritual Ngambil Rabi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan "melamar" melalui prosesi mapakeling, diikuti upacara puncak yang melibatkan tokoh adat setempat.
Dalam ritual ini, para pemangku menjadi media perantara antara dua belah pihak.
Layaknya upacara pernikahan, pihak dari Pura Dalem Pengalasan akan berkunjung ke pura lain untuk meminang secara niskala.
"Tradisi ini diyakini memperkuat taksu pura, menjaga keseimbangan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar," kata Mangku Subrata.
Bahkan, Pura Dalem Pengalasan dianggap sebagai benteng penolak bala dan tempat memohon rejeki, kesembuhan, serta pekerjaan.
Keunikan Sumber Air Mistis
Selain tradisi Ngambil Rabi, daya tarik Pura Dalem Pengalasan juga terletak pada lima sumber mata airnya yang dianggap memiliki khasiat berbeda-beda.
Salah satu sumber air, berupa sumur di jaba pura, mengeluarkan aroma wangi dan sering menunjukkan fenomena aneh.
Air sumur ini, jika digunakan untuk memasak nasi, akan membuat nasi berubah warna menjadi kuning dengan aroma harum.
Namun, tidak sembarang orang dapat mengambil air tersebut.
"Hanya orang yang masih suci (bajang) yang boleh menimba air. Bahkan, pengambilan air hanya dilakukan saat upacara besar atau pujawali. Di luar hari itu, sumur akan surut," jelas Subrata.
Keunikan lainnya adalah keberadaan seekor kepiting merah yang hanya muncul di sumber air dalam pura.
Jika kepiting tersebut terlihat, diyakini itu sebagai pertanda baik. Air dari tempat kepiting itu dipercaya berkhasiat untuk pengobatan.
Misteri yang Terus Terjaga
Hingga kini, Pura Dalem Pengalasan tetap menjadi pusat perhatian karena ritual unik dan kisah mistis yang melingkupinya.
Tradisi Ngambil Rabi dan keberadaan sumber air bertuah membuat pura ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga warisan budaya yang memikat rasa ingin tahu masyarakat.
Penasaran dengan kisah di balik tradisi ini? Pura Dalem Pengalasan adalah tempat yang patut dikunjungi untuk merasakan nuansa mistis dan sakral yang sulit ditemukan di tempat lain. ***