Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Kapal: Asal Usul Nama yang Tersembunyi di Balik Kisah Burung Raksasa

I Putu Suyatra • Rabu, 18 Desember 2024 | 14:13 WIB
Salah satu ikon Desa Kapal, Mengwi, Badung, Bali
Salah satu ikon Desa Kapal, Mengwi, Badung, Bali

BALIEXPRESS.ID - Desa Kapal, yang kini dikenal sebagai salah satu desa tradisional di Bali, ternyata menyimpan kisah sejarah yang penuh misteri.

Menurut Tokoh Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, desa ini dulunya bernama Desa Jong Karem dan sudah ada sejak tahun 900 Masehi.

Namun, yang menarik perhatian adalah asal-usul nama "Kapal" yang dikaitkan dengan peristiwa aneh di abad ke-13.

Ketut Sudarsana menjelaskan, pada tahun 1216 Isaka atau abad ke-13, masyarakat Desa Kapal digegerkan oleh jatuhnya seekor burung raksasa di Jaba Pura Bangun Sakti, tepatnya di Banjar Basang Tamiang.

Jenis burung tersebut hingga kini tetap menjadi misteri karena tidak disebutkan secara spesifik. Namun, ukuran burung itu begitu besar hingga menarik perhatian warga sekitar.

Warga yang berbondong-bondong menyaksikan kejadian langka itu menemukan bahwa sayap burung tersebut patah.

Dalam bahasa Bali Kuna, patah disebut Kaempal. Kata ini kemudian berubah pelafalannya menjadi Kapal, yang akhirnya menjadi nama desa tersebut.

“Dilafalkan dengan cepat, jadinya Kapal,” ujar Sudarsana, seorang ahli sastra yang telah menekuni bidang ini selama lebih dari 40 tahun.

Hubungan Desa Kapal dengan Kedatangan Mpu Kuturan

Ketut Sudarsana juga menambahkan bahwa Desa Kapal telah eksis sejak zaman Mpu Kuturan datang ke Bali pada tahun 1001 Masehi.

Hal ini dibuktikan dari sejumlah referensi sastra yang mencatat kehadiran Mpu Kuturan, seorang tokoh penting dalam sejarah Hindu di Bali.

Namun, ada teori lain yang tak kalah menarik. Dalam bahasa Jawa Kuna, "Kapal" juga bisa berarti kuda.

Pada masa itu, banyak orang dari Jawa yang pindah ke Bali dan diketahui gemar memelihara kuda.

Meski demikian, teori ini masih sebatas analisis dan belum tercatat secara resmi dalam sumber-sumber sastra.

“Kuda adalah simbol kecepatan dan kekuatan, sehingga bisa jadi alasan mengapa Kapal juga diartikan demikian. Namun ini hanya analisis,” jelas Sudarsana.

Jejak Sejarah yang Menggoda Rasa Ingin Tahu

Asal-usul nama Desa Kapal ini menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi lisan dan peristiwa langka dapat membentuk identitas sebuah wilayah.

Bagi para pencinta sejarah dan budaya Bali, kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik nama sebuah tempat, selalu ada cerita yang menanti untuk diungkap.

Jadi, apakah Desa Kapal benar-benar mendapat namanya dari burung raksasa atau ada makna lain yang tersembunyi?

Misteri ini masih terus mengundang rasa ingin tahu, menjadikan Desa Kapal sebagai salah satu desa yang penuh dengan daya tarik sejarah dan budaya di Bali. *** 

 

 

Salah satu personil PDKB memberikan penjelasan terkait kesiapan peralatan dan personil untuk mendukung kesiapsiagaan kelistrikan pada siaga NATARU kepada GM PT PLN (Persero) UID Bali Eric Rossi Priyo
Salah satu personil PDKB memberikan penjelasan terkait kesiapan peralatan dan personil untuk mendukung kesiapsiagaan kelistrikan pada siaga NATARU kepada GM PT PLN (Persero) UID Bali Eric Rossi Priyo
Editor : I Putu Suyatra
#bali #mengwi #desa adat #sejarah #kapal #badung