BALIEXPRESS.ID - Pura Taman Beji Tukad Badung, sebuah pura unik yang terletak di tengah aliran Sungai Tukad Badung, Denpasar, Bali, mengundang rasa kagum dan penasaran.
Tidak seperti pura beji lainnya yang biasanya berada di sisi sungai atau campuhan, pura ini justru berdiri kokoh di tengah derasnya arus Tukad Badung.
Meski sering diterjang banjir, pura ini tetap berdiri tegak dan area palinggihnya tidak pernah terendam air.
Pesona Pura Taman Beji Tukad Badung
Terletak di selatan Pasar Kumbasari, pura ini menjadi tempat melukat, memohon rejeki, dan kedigjayaan.
Banyak pedagang dari Pasar Kumbasari dan Pasar Badung yang datang ke pura ini untuk memohon keberkahan.
Untuk mencapai pura, pemedek harus melintasi sebuah jembatan kecil di sisi parkiran Pasar Kumbasari.
Pura ini terbagi menjadi dua mandala, yakni mandala utama dan mandala jaba.
Di mandala utama terdapat Padmasana besar dan patung Ratu Niang sebagai simbol pemberi rejeki dan pelindung wilayah.
Selain itu, terdapat bale piasan dan palinggih kayu. Sementara di mandala jaba terdapat pohon besar serta sebuah beji atau mata air yang menjadi tempat patirtaan untuk melukat.
Keunikan dan Fenomena Spiritual
Jro Mangku Taman Beji, Wayan Tablag, menuturkan bahwa keberadaan mata air di tengah aliran sungai menjadi daya tarik utama pura ini.
Mata air tersebut kerap digunakan pemedek untuk memohon tirta sebagai pelancar rejeki dan penglebur mala.
“Yang distanakan di sini adalah Ratu Niang, yang dipercaya sebagai pemberi rejeki dan pelindung,” jelasnya.
Namun, banjir yang melanda akhir tahun lalu sempat merusak gapura dan sebagian pelataran mandala luar.
Anehnya, meski air banjir seringkali mencapai level tinggi, area Padmasana di mandala utama tetap aman.
“Airnya tidak pernah mencapai Padmasana, hanya gapura di mandala luar yang terkena dan rubuh,” tambahnya.
Peringatan Sebelum Bencana
Fenomena spiritual kerap menyertai pura ini. Jro Mangku Wayan Tablag mengungkapkan bahwa sebelum bencana terjadi, biasanya ada tanda-tanda berupa penampakan yang diyakini sebagai peringatan dari Ida Bhatara.
“Biasanya memang ada peringatan sebelum banjir besar terjadi,” ungkapnya.
Harapan untuk Pemugaran
Kerusakan akibat banjir bandang tahun lalu masih belum diperbaiki hingga kini. Meski demikian, pihak pura terus berupaya agar pemugaran dapat segera dilakukan.
“Kami berharap pemugaran segera selesai agar tidak was-was lagi,” harap Jro Mangku.
Pura Taman Beji Tukad Badung tidak hanya memancarkan pesona spiritual, tetapi juga menyimpan keunikan yang luar biasa.
Letaknya yang berada di tengah sungai serta fenomena yang menyelimutinya menjadi daya tarik tersendiri bagi umat Hindu maupun wisatawan.
Apakah Anda tertarik untuk menyaksikan keajaiban pura ini? Jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung dan merasakan energi spiritualnya! ***
Editor : I Putu Suyatra