Menguak Makna Sakral Upacara Pawintenan dan Majaya-Jaya bagi Umat Hindu Bali: Tujuan Khusus Rajah di Beberapa Bagian Tubuh
I Putu Suyatra• Rabu, 18 Desember 2024 | 15:50 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID - Dalam tradisi Hindu Bali, upacara Pawintenan dan Majaya Jaya memiliki arti mendalam yang melampaui ritual keagamaan biasa.
Prosesi ini tidak hanya bertujuan menyucikan diri secara lahir dan batin, tetapi juga menjadi awal sakral dalam menjalani tugas, pekerjaan, atau belajar.
Tradisi ini dipercaya membawa keberkahan agar perjalanan hidup berjalan lancar tanpa hambatan.
Keharusan di Dunia Pendidikan dan Pemerintahan
Pemuka Agama Hindu Bali, Drs. Ketut Pasek Swastika, menegaskan bahwa prosesi ini sering dilakukan di dunia pendidikan maupun pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa upacara Pawintenan biasanya disertai Majaya-Jaya.
"Upacara ini menjadi ungkapan syukur dan doa agar ilmu dapat diperoleh dengan baik serta pekerjaan berjalan lancar," ujarnya.
Pelaksanaan Pawintenan dan Majaya-Jaya melibatkan berbagai banten (sesaji) seperti banten pejati, pangresikan, dan pasupati.
Dalam prosesi ini, tubuh orang yang diwinten di-rajah dengan aksara suci di beberapa bagian tubuh seperti dahi, lidah, dada, dan tangan.
Simbol-simbol ini memiliki makna khusus: pikiran yang jernih, ucapan yang baik, hati yang lapang, dan keberhasilan dalam pekerjaan.
Makna dan Pantangan Setelah Upacara
Menurut Ketut Pasek, prosesi ini juga menjadi langkah untuk menerapkan ajaran Tri Kaya Parisudha—berpikir, berkata, dan berbuat baik.
Ia mengingatkan agar peserta menghindari makanan tertentu seperti daging babi dan sapi setelah upacara.
"Babi melambangkan sifat malas, sedangkan sapi adalah hewan suci dalam agama Hindu," jelasnya.
Menghidupkan Nilai Luhur dalam Kehidupan
Pawintenan dan Majaya-Jaya bukan sekadar tradisi, melainkan refleksi nilai-nilai luhur yang terus relevan dalam kehidupan modern.
Dengan menjaga kesucian diri dan mengikuti ajaran Tri Kaya Parisudha, setiap langkah hidup diharapkan penuh berkah, jauh dari hambatan, dan senantiasa membawa kedamaian.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu memberikan panduan hidup yang mendalam dan bermakna.
Apakah Anda tertarik menggali lebih jauh makna ritual ini dalam kehidupan sehari-hari? ***