Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kemenag Gianyar Gelar Donor Darah, Bentuk Punia Tulus Ikhlas

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 19 Desember 2024 | 15:33 WIB
SOSIAL : Kegiatan bakti sosial dengan pelaksanaan donor darah.
SOSIAL : Kegiatan bakti sosial dengan pelaksanaan donor darah.

 

BALIEXPRESS.ID - Dana Punia dalam agama Hindu adalah konsep pemberian atau sumbangan yang dilakukan secara sukarela dan tulus ikhlas. Hal itu sebagai bentuk amal kebajikan.

Kata dana berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pemberian, sedekah, amal, atau kebajikan kemurahan hati. Sementara kata punia berarti selamat, baik, bahagia, indah, dan suci.

Berdana punia merupakan suatu sarana untuk meningkatkan sradha dan bhakti kita kehadapan Tuhan.

Selain itu, berdana punia membangun kepedulian kita terhadap sesame, selain berupa materi, dana punia juga bisa berupa donor darah.

Seperti apa yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kantor Kabupaten Gianyar, menyelenggarakan donor darah serangkaian memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kemenag RI, pada Rabu (18/12) kemarin.

Photo
Photo

Kepala Kementerian Agama Kantor Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menjelaskan kegiatan punia atau pemberian sedekah merupakan suatu kegiatan yang sangat penting yang disejajarkan dengan kegiatan yadnya dan juga tapa.

Dengan kebijaksanaan, orang akan mendapatkan kesucian. “Sehingga dalam hal ini dana punia atau sedekah adalah merupakan suatu kegiatan yang amat tinggi nilainya dalam menjalankan ajaran dharma,” jelasnya.

Jika dilihat dari jenis dana punia yang disebutkan dalam Kitab Bhagawad Gita, ada tiga macam dana punia kalau dilihat dari kualitasnya yaitu, Satwikadana, Rajasikadana, dan Tamasikadana.

Satwikadana merupakan dana punia yang didasari dengan perasaan yang tulus ikhlas dan dilakukan pada tempat yang sesuai, waktu yang tepat dan juga kepada orang yang membutuhkan.

Sedangkan pelaksanaan donor darah yang dilaksanakan tersebut diharapkan bisa bermanfaat oleh masyarakat yang memerlukan nantinya. Terlebih kegiatan itu sebagai bentuk aksi nyata kemanusiaan.

“Melalui kegiatan donor darah ini sebagai hubungan antar individu menjadi lebih harmonis. Rasa kebersamaan dan gotong royong diperkuat,” tegas Agung Wardhita. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Punia