Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri di Balik Nama Desa Yeh Kuning: Kisah Buaya Emas dan Telaga Ajaib yang Penuh Sejarah

I Putu Suyatra • Kamis, 19 Desember 2024 | 18:45 WIB
Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali, menyimpan sejarah panjang dan misteri yang memikat.
Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali, menyimpan sejarah panjang dan misteri yang memikat.

BALIEXPRESS.ID - Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali, menyimpan sejarah panjang dan misteri yang memikat.

Nama desa ini ternyata tidak hanya sekadar sebutan, melainkan memiliki cerita mendalam yang melibatkan fenomena alam luar biasa dan kepercayaan masyarakat setempat.

Bagaimana sebenarnya asal-usul nama Desa Yeh Kuning yang juga terkenal dengan kesenian Calonarang?

Legenda Telaga Berwarna Kuning dan Buaya Emas

Konon, di masa lalu, sebuah telaga dengan air berwarna kuning ditemukan di wilayah desa ini.

Tidak hanya itu, telaga tersebut juga menjadi habitat seekor buaya berwarna kuning keemasan.

Penemuan ini menjadi dasar penamaan Desa Yeh Kuning, yang masih digunakan hingga kini.

Menurut I Made Wartono, Tokoh Adat Desa Yeh Kuning, nama desa ini erat kaitannya dengan sejarah dan misteri yang hidup di masyarakat.

"Selain kepercayaan warga, ada pula bukti sejarah berupa peninggalan yang masih terpelihara hingga kini," ujarnya.

Perjalanan Sejarah dan Bukti-Bukti Nyata

Pada masa lampau, Desa Yeh Kuning merupakan kawasan hutan lebat di bawah kekuasaan Raja Jembrana.

Seiring berjalannya waktu, hutan tersebut mulai dibuka untuk pemukiman.

Secara geografis, desa ini berbatasan dengan Desa Mendoyo Dangin Tukad di utara, Desa Delod Berawah di timur, laut di selatan, dan Desa Prancak di barat.

Mantan Bendesa Pakraman Yeh Kuning, I Dewa Kade Mudiana, menambahkan bahwa sejarah desa ini sangat erat dengan penemuan sebuah "bulakan" atau telaga dengan air berwarna kuning.

Kini, lokasi telaga itu menjadi tempat berdirinya Pura Ulun Kuning yang tetap kokoh hingga sekarang.

Kisah Pan Minding dan Buaya Kuning

Cerita turun-temurun dari para tetua desa menyebutkan bahwa sekitar tahun 1818, desa ini masih berupa hutan alang-alang dengan jumlah penduduk sangat sedikit.

Salah satu tokoh penting dalam cerita ini adalah Pan Minding, seorang penggembala ternak.

Suatu hari, saat menggembalakan ternaknya di ujung timur desa, Pan Minding bersama warga lain menemukan aliran air jernih yang mengalir dari timur ke barat.

Rasa penasaran membawa mereka ke hulu sungai, tempat sebuah telaga dengan air berwarna kuning ditemukan.

Kejadian aneh terjadi saat Pan Minding melemparkan batu ke telaga tersebut. Batu itu berubah warna menjadi kuning keemasan, dan saat dia menyelam ke telaga, tubuhnya pun tampak berwarna kuning keemasan.

Namun, perubahan itu hilang begitu dia keluar dari air.

Perjalanan mereka berlanjut mengikuti aliran air hingga tiba di sebuah telaga lain di Dusun Tengah, tempat seekor buaya kuning muncul.

Buaya itu, meski tampak besar dan menakutkan, tidak menyerang karena Pan Minding dan rombongannya dianggap tidak memiliki niat jahat.

Sabda Raja dan Nama Yeh Kuning

Penemuan telaga dan buaya kuning ini sampai ke telinga Raja Jembrana.

Sang raja kemudian memberikan sabda bahwa jika pasukan Jembrana yang berangkat perang ke Singaraja dapat kembali dengan selamat, daerah tersebut akan diberi nama Yeh Kuning.

Setelah perang berakhir dan pasukan kembali dengan selamat, desa ini resmi dinamai Yeh Kuning sesuai janji sang raja.

Warisan Sejarah yang Hidup Hingga Kini

Kisah telaga kuning dan buaya emas masih menjadi cerita yang hidup di masyarakat Yeh Kuning.

Hingga kini, Pura Ulun Kuning menjadi simbol sejarah desa yang penuh misteri ini.

Bagi Anda yang penasaran dengan keindahan budaya dan sejarah Bali, Desa Yeh Kuning menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Apa pendapat Anda tentang kisah desa ini? Apakah legenda buaya kuning ini hanya cerita rakyat, atau ada misteri yang belum terungkap? Jangan ragu untuk berbagi pemikiran Anda! ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Yeh Kuning #sejarah #desa #jembrana #legenda