Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Kahyangan Alit Puser Bumi: Tempat Suci Hindu Bali Tempat Nunas Baos, Tamba hingga Keturunan

I Putu Suyatra • Kamis, 19 Desember 2024 | 21:04 WIB
Pura Kahyangan Alit Puser Bumi
Pura Kahyangan Alit Puser Bumi

BALIEXPRESS.ID - Bali tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan keberagaman pura yang kaya akan sejarah dan spiritualitas Hindu.

Salah satu pura yang menyimpan keunikan dan misteri adalah Pura Kahyangan Alit Puser Bumi, yang terletak di utara Kabupaten Tabanan.

Tempat suci Hindu Bali, ini dikenal sebagai tempat untuk nunas baos, metenung, nunas tamba, hingga nunas keturunan, menjadikannya sebagai tujuan spiritual yang ramai dikunjungi.

Terletak di Banjar Bendul, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Pura Kahyangan Alit Puser Bumi memang mudah ditemukan.

Namun, siapa sangka bahwa perubahan besar di pura ini bermula dari sebuah peristiwa mistis yang terjadi pada tahun 2010.

Jero Mangku I Wayan Latra, yang mengelola pura ini, menceritakan kejadian aneh yang mengubah segalanya.

Pada hari Pengerupukan, sebuah benda seperti meteor jatuh di halaman Balai Banjar, tepat di depan rumah Jero Mangku Latra.

Benda tersebut mengeluarkan cahaya terang, dan saat ditemukan, benda itu berbentuk seperti gantungan kunci dengan hidung, mata, dan mulut.

Kejadian ini memicu perasaan penasaran yang mendalam.

Ketika benda tersebut dipegang, tujuh warga setempat langsung kerauhan dan mengungkapkan bahwa benda tersebut adalah utusan dari Ida Bhatara, yang memiliki maksud khusus untuk Pura Kahyangan Luhur Puser Bumi.

Meskipun awalnya ragu, Jero Mangku kemudian mengikuti arahan warga yang kerauhan untuk menempatkan benda tersebut pada sangku besar yang berisi tirta.

Tidak lama setelah itu, pemedek mulai berdatangan untuk nunas tamba.

Kejadian ini menandai awal dari banyaknya kunjungan ke pura ini, yang bahkan sempat menyebabkan kemacetan di jalanan Banjar Bendul karena ramainya kendaraan pemedek.

Pura yang Ramai Dikunjungi untuk Nunas Baos dan Tamba

Sejak peristiwa tersebut, pemedek terus berdatangan dari berbagai penjuru Bali untuk melakukan nunas tamba, nunas baos, metenung, hingga nunas keturunan.

Pura ini pun menjadi pusat spiritual yang dikenal luas. Setiap hari, lebih dari 25 orang pengayah dengan tulus ikhlas mengabdi, membantu para pemedek dalam prosesi persembahyangan.

Jero Mangku Latra memimpin persembahyangan dari pukul 14.00 hingga 19.00, dan pemedek datang dengan membawa canang atau pejati sesuai dengan niat dan keikhlasan mereka.

Pura ini memiliki dua mandala utama, yakni utama mandala dan madya mandala. Di utama mandala, terdapat Padma Jongkok, palinggih utama yang sudah berumur, di mana Ida Sesuhunan tidak menginginkan perubahan atau pergeseran apapun.

Di madya mandala, terdapat Dewa Ireng pada Beji dan Dewa Gading yang berada di bawah pohon besar.

Setiap pemedek yang datang akan memulai persembahyangan di kedua palinggih ini sebelum melanjutkan ke utama mandala.

Samar-Samar yang Menyertai Pura

Salah satu hal yang membuat Pura Kahyangan Alit Puser Bumi semakin menarik adalah keberadaan berbagai samar yang berstana di pura ini.

Samar-samar seperti Dewa Gading, Dewa Ireng, Dewa Dunggulan, dan beberapa dewa lainnya memiliki peran penting dalam proses nunas tamba atau nunas baos.

Bahkan, pengayah yang merasuki tubuh mereka seringkali menunjukkan perilaku yang tak biasa, seperti bertingkah layaknya anak kecil.

Pura Kahyangan Alit Puser Bumi bukan hanya sekadar tempat untuk berdoa atau mencari obat, tetapi juga merupakan pusat spiritual yang kaya akan cerita mistis.

Keunikan dan peristiwa-peristiwa mistis yang terjadi di sini menjadikannya sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang ingin merasakan kedalaman spiritual Bali.

Jika Anda penasaran, jangan ragu untuk mengunjungi dan menyaksikan langsung keajaiban yang ada di pura ini! ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #keturunan #hindu #tamba #Pura Kahyangan Alit Puser Bumi