Keajaiban Pura Kahyangan Alit Puser Bumi: Tempat Suci Hindu Bali yang Diyakini untuk Memohon Solusi Perselingkuhan dan Kriminalitas
I Putu Suyatra• Jumat, 20 Desember 2024 | 13:40 WIB
Pura Kahyangan Alit Puser Bumi di Banjar Bendul, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali
BALIEXPRESS.ID – Pura Kahyangan Alit Puser Bumi di Banjar Bendul, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, menjadi tujuan spiritual yang semakin ramai dikunjungi pemedek Hindu Bali.
Tak hanya untuk nunas tamba, banyak yang datang ke pura ini untuk nunas baos atau meminta petunjuk atas berbagai permasalahan hidup, mulai dari urusan keluarga hingga persoalan kriminalitas.
Keunikan ini menjadikan pura tersebut sebagai pusat perhatian umat Hindu Bali dari berbagai penjuru Bali.
Solusi dari Perselingkuhan hingga Kriminalitas
Jero Mangku I Wayan Latra mengungkapkan pengalaman menarik saat seorang istri pejabat datang dengan keluhan suaminya yang berselingkuh.
Melalui petunjuk dari Ida Sesuhunan, terungkap bahwa suaminya berada di bawah pengaruh ilmu hitam wanita penggoda.
Dengan doa yang tulus, Ida Sesuhunan memberikan jalan keluar hingga sang suami berhasil terbebas dari pengaruh tersebut.
Tak hanya itu, kasus kehilangan harta benda seperti uang atau mobil juga sering diadukan di sini.
Bahkan, beberapa pemedek berhasil menemukan kembali barang mereka yang hilang setelah mendapatkan petunjuk.
"Ada juga polisi yang datang untuk meminta bantuan dalam mengungkap kasus kriminal. Konon, Ida Sesuhunan mampu membuat pelaku kejahatan bingung hingga akhirnya tertangkap," ujar Jero Mangku Latra.
Pusat Penyembuhan untuk Berbagai Penyakit
Selain masalah kehidupan, pemedek juga datang untuk meminta penyembuhan.
Ida Sesuhunan dikenal mapaica minyak khusus yang digunakan untuk memijat pemedek dengan keluhan keseleo hingga patah tulang.
Dengan bantuan pengayah yang ahli memijat, banyak pemedek yang merasa sembuh setelah ritual ini.
Pantangan Unik di Pura Kahyangan Alit Puser Bumi
Meski terbuka untuk siapa saja, pura ini memiliki satu pantangan unik. Ida Sesuhunan tidak menyukai bunga berwarna merah (bang).
"Kadang Ida ten kayun kalau kebanyakan bunga bang," ungkap Jero Mangku Latra.
Magnet Spiritual yang Tak Pernah Sepi
Sejak munculnya paica Ida Sesuhunan, pura ini menjadi magnet spiritual yang menarik pemedek dari berbagai lapisan masyarakat, baik untuk mencari solusi hidup, penyembuhan, maupun petunjuk atas masalah kompleks.
Keunikan dan kesakralan Pura Kahyangan Alit Puser Bumi terus menjadi daya tarik, membawa harapan baru bagi mereka yang tengah menghadapi cobaan hidup. ***