Tradisi Hindu Bali Unik di Tabanan Saat Ngaben: Tari Baris Memedi, Simbol Pengantar Roh Menuju Surga
I Putu Suyatra• Minggu, 22 Desember 2024 | 15:38 WIB
Tradisi Hindu Bali, Baris Memedi saat ngaben di Desa Pakraman Puluk Puluk, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan.
BALIEXPRESS.ID - Desa Pakraman Puluk Puluk, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan menyimpan tradisi Hindu Bali yang unik dalam setiap pelaksanaan upacara ngaben.
Tradisi ini adalah pementasan Tari Baris Memedi, sebuah tarian sakral yang dipercaya sebagai pengantar roh menuju surga.
Tidak sembarang ngaben dapat menyertakan tarian ini.
Menurut I Nengah Susana Yasa, salah satu tokoh masyarakat setempat, Tari Baris Memedi hanya dipentaskan pada pangabenan gede yang melibatkan wadah besar, atau jika orang yang meninggal telah memiliki cucu atau cicit.
Keunikan Tari Baris Memedi: Busana dari Daun Pisang Kering
Penari Tari Baris Memedi berjumlah ganjil, biasanya terdiri dari tujuh hingga sebelas orang, dan menari tanpa latihan khusus.
Mereka mengenakan pakaian unik dari daun pisang kering (keraras), daun andong segar, serta kain kafan bekas, yang semuanya berasal dari area setempat.
Satu penari bertugas sebagai Panemprat, memakai topeng dan membawa kelatkat untuk menyadarkan penari lain yang mungkin mengalami kerauhan (trance).
Tradisi yang Sarat Makna Sakral
Baris Memedi dipercaya berasal dari warisan leluhur yang telah ada sejak lama, meskipun asal-usulnya tidak diketahui secara pasti.
Tarian ini dilakukan di depan Pura Ulun Setra atau Prajapati, yang dianggap sebagai lokasi sakral dalam prosesi pengabenan.
Sebelum pementasan, serangkaian ritual seperti nunas restu (meminta izin) dilakukan agar tradisi ini berjalan dengan lancar.
Kejadian Mistis dan Persiapan Khusus
Dalam sejarahnya, penari yang kerauhan sering kali mengalami kondisi ekstrem, seperti berlarian hingga ke permukiman atau bahkan gangguan jiwa jika ritual tidak lengkap.
Oleh karena itu, Panemprat hadir untuk mengendalikan situasi.
Setelah tarian selesai, para penari akan menjalani proses malukat di Campuhan Batu Panglukatan Tukad Yeh Baat, untuk membersihkan diri dan mengembalikan keseimbangan jiwa.
Pementasan di Pesta Kesenian Bali
Keunikan dan kesakralan Tari Baris Memedi membuatnya beberapa kali ditampilkan di Pesta Kesenian Bali (PKB).
Namun, pementasan ini tidak dilakukan sembarangan. Warga desa harus memohon restu kepada leluhur melalui upacara khusus.
Jika izin tidak diberikan, tarian tidak akan dipentaskan di luar desa.
Tarian Sakral di Desa Jatiluwih
Selain di Desa Pakraman Puluk Puluk, Tari Baris Memedi juga dikenal di Desa Adat Jatiluwih.
Di desa ini, mayat tidak dibakar untuk menjaga kesucian pura-pura besar di sekitarnya, seperti Pura Batukaru.
Sebagai gantinya, roh diantarkan dengan tarian dan upacara khusus.
Warisan Leluhur yang Terus Dilestarikan
Tari Baris Memedi tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga cerminan budaya unik masyarakat Tabanan yang diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi ini terus dijaga agar tidak punah dan tetap menjadi bagian penting dari prosesi adat di desa-desa setempat.
Dengan segala keunikannya, Tari Baris Memedi tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat Bali, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual dan budaya mereka.