BALIEXPRESS.ID- Wimbakara atau lomba magenta dilaksanakan oleh Yayasan Widya Dhaksa Dharma, di Geria Agung Bongkasa, Abiansemal, Badung, Sabtu (28/12). Lomba itu digelar sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan dari peserta yang ikut.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia, lomba megenta Jro Mangku Gde Nyoman Adi Garnida, S.Ag. “Lomba ini bekerjasama dengan Kampus UHN Bagus Sugriwa, khususnya Fakultas Brahma Widya. Lomba ini sendiri dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Brahma Widya,” paparnya.
Diungkapkan bahwa tujuan lomba megenta bukanlah mencari juara. Namun untuk meningkatkan sumber daya manusia umat Hindu, khususnya di kalangan para pemangku. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjadi Pemangku perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan.
“Para pemangku untuk mengimplementasikan tujuan tersebut, maka dikemas dalam bentuk lomba megenta agar peserta tergugah belajar meningkatkan kemampuannya,” jelas Mangku Garnida.
Diterangkan bahwa kalau zaman dahulu mencari seorang agar menjadi pemangku amatlah susah bahkan sampai memaksa. Namun sekarang umat mulai berbondong bondong menjadi pemangku atas kesadaran sendiri. “Inilah yang perlu diberikan pengetahuan agar sesuai dengan sastra,” tegasnya.
Dipaparkan bahwa Jero Mangku dalam konteks agama Hindu, khususnya di Bali, merujuk pada seorang pemangku yang memiliki tugas khusus dalam menjalankan upacara dan ritus keagamaan. Jero Mangku adalah sebutan untuk seorang pemangku yang bertugas di pura atau tempat ibadah.
Tugas utama Jero Mangku adalah memimpin berbagai upacara keagamaan, memberikan bimbingan spiritual kepada umat, dan menjaga kelancaran jalannya ritual-ritual keagamaan. Jero Mangku sering kali menjadi pemimpin dalam berbagai upacara keagamaan, baik itu upacara sehari-hari maupun upacara besar seperti odalan (perayaan hari jadi pura) dan pujawali (upacara pemujaan).
Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa ritual dilakukan dengan benar sesuai dengan ajaran agama Hindu. Ini termasuk penggunaan bahan-bahan suci, mantra, dan doa-doa yang benar.
Selain memimpin upacara, Jero Mangku juga memberikan nasihat dan bimbingan spiritual kepada umat yang membutuhkan arahan dalam kehidupan beragama. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kesucian pura, serta memastikan bahwa tempat ibadah tersebut selalu siap untuk digunakan dalam upacara.
Secara umum, pemangku dalam konteks agama Hindu adalah seorang individu yang dipercaya untuk mengemban tugas keagamaan, dan "Jero Mangku" adalah istilah khusus di Bali yang mengacu pada pemangku yang memiliki kedudukan penting dalam struktur keagamaan masyarakat Hindu Bali. Pemangku ini tidak hanya memimpin upacara, tetapi juga diharapkan memiliki pengetahuan agama yang mendalam serta mampu memberi teladan dalam kehidupan spiritual.
Jero Mangku sering kali dipilih dari kalangan orang yang dianggap memiliki kecakapan dan kesucian dalam menjalankan ajaran agama Hindu, dan mereka dihormati oleh masyarakat sebagai figur yang membawa berkah dan keselamatan. *
Editor : Putu Agus Adegrantika