BALIEXPRESS.ID - Pura Penataran Luhur Medang Kemulan yang terletak di Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, memiliki sejarah yang penuh perjuangan.
Sebelum berdirinya pura yang kini megah di atas lahan seluas 3.966 meter persegi, umat Hindu di daerah tersebut harus berpindah-pindah untuk melaksanakan persembahyangan.
Awal Mula: Pura Setia Dharma Bakti
Pada tahun 1980, sebanyak 75 kepala keluarga umat Hindu di Desa Mondoluku berinisiatif membangun tempat persembahyangan sederhana yang dinamakan Pura Setia Dharma Bakti.
Mereka membeli sebidang tanah seluas 612 meter persegi, namun pembelian tanah tersebut sempat menimbulkan konflik dengan salah satu ahli waris pemilik lahan.
Meskipun menemui banyak hambatan, umat Hindu berhasil menyelesaikan masalah tersebut melalui dialog dan kesabaran.
Transformasi Menjadi Pura Penataran Luhur Medang Kemulan
Pura ini mulai mengalami perubahan besar pada 4 Oktober 2011, dengan upacara ngeruwak dan mulang dasar yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gde Anom Jala Karana Manuaba.
Proses pembangunan berlanjut hingga 31 Agustus 2012, saat dilangsungkan upacara mlaspas mandala utama dan nama pura resmi diubah menjadi Pura Penataran Luhur Medang Kemulan.
Pura sebagai Sthananya Leluhur Nusantara
Menurut Jero Sepuh Lanang Medang Kemulan, Arya Kadek Sumanila, pura ini didedikasikan untuk pemujaan leluhur dari peradaban Kerajaan Majapahit hingga Medang Kamulan.
Palinggih yang ada, seperti Gedong Lingga Kamulan, mencerminkan penghormatan kepada roh suci dan leluhur.
Bahkan, terdapat arca-arca yang mencerminkan tokoh penting sejarah seperti Hyang Gajah Mada dan Hyang Kebo Iwo.
Prosesi Persembahyangan yang Sakral
Pemedek yang datang untuk bersembahyang diharapkan memulai dari Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulyan, yang memiliki pancoran air untuk panglukatan, wangsuhpada, dan tamba.
Selanjutnya, prosesi dilanjutkan di berbagai arca dan candi di area luar sebelum memasuki utama mandala pura.
Di mandala utama, persembahyangan dilakukan untuk Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai manifestasinya.
Simbol Kehidupan Hindu di Jawa
Jero Sepuh Arya Kadek Sumanila menambahkan, arsitektur Pura Penataran Luhur Medang Kemulan menggabungkan elemen budaya Jawa dan Hindu.
Pura ini menjadi simbol perjuangan umat Hindu di Jawa Timur, yang meskipun menghadapi diskriminasi, tetap teguh dalam keyakinan mereka.
Sejarah pura ini tidak hanya mencerminkan dedikasi umat Hindu di Mondoluku, tetapi juga menjadi bukti bahwa kesetiaan pada dharma mampu mengatasi berbagai rintangan.
Kini, Pura Penataran Luhur Medang Kemulan berdiri sebagai tempat suci yang memancarkan kedamaian bagi siapa saja yang datang untuk bersembahyang.
Penasaran dengan kisah selengkapnya? Temukan lebih banyak tentang perjuangan umat Hindu di Jawa Timur hanya di sini! ***
Editor : I Putu Suyatra