BALIEXPRESS.ID - Beji atau sumber mata air yang disucikan selalu memiliki daya tarik tersendiri. Selain menjadi tempat ritual sakral bagi umat Hindu Bali, beberapa Beji dipercaya memiliki fungsi khusus.
Salah satunya adalah Beji Asta Gangga di Pura Dalem Kawi, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Bali.
Mata air ini diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit, menarik perhatian masyarakat lokal hingga wisatawan.
Lokasi Strategis dengan Pesona Alam
Berada di antara Sungai Yeh Ayung dan Sungai Yeh Lauh, Beji Pura Dalem Kawi terletak di perbatasan Kecamatan Ubud, Gianyar, dan Kecamatan Abiansemal, Badung.
Lokasinya sangat mudah dijangkau, hanya sekitar 30 menit dari Pusat Kota Gianyar.
Rutenya pun sederhana, cukup menuju arah barat hingga perempatan Tebongkang, Singakerta, lalu belok ke utara sejauh satu kilometer. Gang masuk ke lokasi terletak di utara Kantor Desa Sayan.
Setelah melewati Sungai Yeh Lauh, pengunjung akan tiba di area Pura Beji Dalem Kawi.
Warisan Leluhur dengan Tiga Mandala
Menurut Tokoh Adat Banjar Kutuh, I Ketut Parsa, Beji ini sudah ada sejak zaman leluhur. Areal Beji terbagi menjadi tiga mandala:
- Nista Mandala: Halaman luar dengan pancuran yang dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil air minum dan mandi.
- Madya Mandala: Halaman tengah yang memiliki delapan pancuran malukat dengan nama-nama dewa. Setiap pancuran dipercaya membersihkan cakra dalam tubuh.
- Utamaning Mandala: Halaman dalam yang menyimpan Tirta Sudamala, air suci untuk upacara keagamaan dan piodalan.
Khasiat Penyembuhan dan Ritual Sakral
Ketut Parsa menjelaskan, Beji ini sering digunakan untuk malukat (ritual pembersihan). Pancuran-pancuran di Madya Mandala dipercaya memiliki khasiat berbeda, termasuk menyembuhkan penyakit kulit.
"Namun, semuanya kembali pada keyakinan masing-masing," ungkapnya.
Lebih jauh, ia juga bercerita tentang Tirta Gentuh, sumber air suci di utara Beji yang dulu dikenal sebagai tempat malukat dan penyembuhan.
Saat ini, aliran Tirta Gentuh dipercaya masih menyatu dengan air pancuran di Beji Pura Dalem Kawi.
Kisah Penyembuhan yang Menginspirasi
Salah satu kisah yang mencuri perhatian adalah pengalaman seorang warga yang menderita penyakit parah selama bertahun-tahun.
Dalam keputusasaan, ia berdoa di Beji, memohon kesembuhan atau akhir dari penderitaannya.
Secara ajaib, orang tersebut sembuh total dan hingga kini masih hidup sehat.
"Kejadian ini menunjukkan betapa kuatnya keyakinan seseorang dalam mencari kesembuhan," tambah Parsa.
Tradisi yang Tetap Lestari
Selain menjadi tempat ritual dan penyembuhan, Beji ini juga menjadi simbol pelestarian sumber mata air bagi masyarakat Desa Sayan.
Ketut Parsa berharap agar tempat ini semakin dikenal dan dihormati, baik oleh warga lokal maupun pengunjung, sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.
Beji Pura Dalem Kawi bukan sekadar mata air, tetapi juga tempat penuh makna spiritual dan harapan.
Bagi Anda yang penasaran akan khasiatnya, kunjungan ke Beji ini bisa menjadi pengalaman yang menggugah hati dan menenangkan jiwa. ***
Editor : I Putu Suyatra