Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keajaiban Sumber Mata Air di Pura Beji Selati: Tempat Malukat dengan Kisah Mistis dan Pesona Spiritual di Bali

I Putu Suyatra • Sabtu, 11 Januari 2025 | 22:33 WIB

Pura Beji Selati, Banjar Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Bali
Pura Beji Selati, Banjar Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Bali

BALIEXPRES.ID – Bali, pulau yang dikenal dengan tradisi dan spiritualitasnya, menyimpan banyak sumber mata air suci yang dipercaya sebagai tempat pembersihan jasmani dan rohani.

Salah satunya adalah sumber mata air di Pura Beji Selati, Banjar Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, yang kini dikembangkan menjadi destinasi wisata spiritual.

Sumber air ini tak hanya menjadi tempat malukat (ritual pembersihan diri), tetapi juga menyimpan kisah mistis yang menggugah rasa penasaran.

Menurut kepercayaan warga, air di sini adalah tempat patoyan (pasucian) Ida Bhatara Pura Pusering Dalem Pingit yang berstana di Banjar Selati.

Awal Mula Keajaiban Lima Sumber Mata Air

I Ketut Nada, mantan Bendesa Adat Selati, berbagi kisah mistis yang dialaminya.

Awalnya, hanya ada satu pancuran air yang mengucur dari dinding tebing. Namun, seiring waktu, muncul lima titik sumber air baru yang diyakini penuh berkah.

Ketut Nada sendiri pernah sakit keras dan tak kunjung sembuh meski telah menjalani pengobatan medis maupun nonmedis. Di tengah penderitaannya, ia bermimpi aneh.

“Saya bermimpi Tukad Sangsang bersih, tidak seperti kenyataannya yang penuh bebatuan. Saat terbangun, saya melihat sungai itu benar-benar bersih, persis seperti mimpi,” ujarnya.

Dalam mimpi itu pula, Ketut Nada bernazar untuk menata pancuran jika ia sembuh.

Keajaiban pun terjadi; kondisinya berangsur membaik, dan ia mulai mengajak warga bergotong royong membangun akses menuju sumber mata air.

Tantangan Mistis di Tengah Penataan

Perjalanan mewujudkan destinasi wisata spiritual ini tidak berjalan mulus. Ketika warga mulai membersihkan area pancuran, aliran air tiba-tiba berhenti.

"Mungkin ada yang tidak setuju secara pikiran atau hati, sehingga airnya tidak mengucur," tutur Ketut Nada.

Namun, setelah dilakukan doa bersama oleh seorang mangku untuk menyatukan niat warga, air pancuran kembali mengalir deras.

"Kami percaya bahwa beliau yang berstana di sini memberikan tanda dan arahan," tambahnya.

Kejayaan Wisata Spiritual: Enam Pancuran Bertuah

Kini, lokasi ini memiliki enam pancuran utama yang masing-masing diberi nama melalui wahyu: Pancuran Tri Mala, Panca Mala, Asta Pungku, Dasa Mala, Tirta Pingit, dan Tirta Bangkwanta.

Setiap pancuran memiliki fungsi spiritual yang berbeda, mulai dari pembersihan pekarangan (karang), memohon keturunan, hingga menyembuhkan penyakit medis dan nonmedis.

Ketut Nada menjelaskan, nama-nama pancuran ini didapat tanpa campur tangan manusia.

"Semua nama berasal dari sabda. Kami tidak bertanya kepada pedanda atau orang pintar, karena ini langsung atas kehendak beliau yang berstana di Pura Beji Selati," ungkapnya.

Daya Tarik Wisata Spiritual dan Pesan Warga

Sumber mata air di Pura Beji Selati kini menjadi magnet bagi umat Hindu maupun wisatawan yang mencari pengalaman spiritual.

Selain menawarkan keindahan alam, tempat ini mengajarkan pentingnya harmonisasi antara manusia, alam, dan yang ilahi.

Bagi Anda yang ingin merasakan pembersihan lahir batin sekaligus menikmati ketenangan alam, Pura Beji Selati adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Siapa tahu, Anda juga bisa merasakan keajaiban yang sama seperti yang dialami warga Banjar Selati. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Pura Beji Selati #mistis #bangli #kisah #malukat