Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Sumur Keramat di Tempat Suci Hindu Bali, Pura Desa Pakraman Beratan yang Memiliki 51 Palinggih: Tembus Hingga Desa Temukus?

I Putu Suyatra • Sabtu, 11 Januari 2025 | 23:38 WIB
Tempat suci Hindu Bali, Pura Desa sekaligus Pura Puseh Desa Pakraman Beratan Samayaji
Tempat suci Hindu Bali, Pura Desa sekaligus Pura Puseh Desa Pakraman Beratan Samayaji

BALIEXPRESS.ID - Tempat suci Hindu Bali, Pura Desa sekaligus Pura Puseh Desa Pakraman Beratan Samayaji, yang terletak di Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng, menyimpan beragam keunikan yang mengundang rasa penasaran.

Salah satu daya tariknya adalah keberadaan puluhan palinggih yang mencapai 51 buah, serta sebuah sumur misterius yang diyakini tembus hingga ke kawasan Pura Labuhan Aji di Desa Temukus, Kecamatan Banjar.

Keunikan Tatanan Palinggih: Nyatur Bhuwana

Pura ini tidak hanya menarik karena jumlah palinggihnya yang melimpah, tetapi juga karena posisinya yang nyatur bhuwana, yakni menghadap ke empat arah mata angin.

Ketut Benny Dirgariawan, Kelian Desa Pakraman Beratan Samayaji, menjelaskan bahwa hingga kini asal-usul pembangunan pura ini masih menjadi teka-teki.

Namun, menurut hasil pengamatan para ahli dari Balai Arkeologi Denpasar, pura ini diduga dibangun sekitar abad ke-11.

Dari puluhan palinggih yang ada, terdapat sembilan palinggih utama yang diyakini dibangun pertama kali oleh leluhur krama setempat, termasuk Palinggih Gesong Aun-Aun, tempat stana keris keramat yang pernah digunakan oleh Ki Barak Panji Sakti dalam pertempuran.

Ritual Unik di Tengah Prosesi Panjang

Prosesi pujawali di Pura Desa Pakraman Beratan berlangsung cukup panjang, dimulai sejak Sasih Karo hingga Sasih Kadasa.

Setiap bulan memiliki ritual khas, mulai dari Medah Wada untuk menghilangkan kemalangan, hingga Ngusaba Ngawolu dan prosesi Melasti yang hanya dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

Salah satu momen paling unik adalah upacara pakelem di Palinggih Klepa, yang menjadi tempat sumur keramat berada.

Sumur ini hanya dibuka saat ritual tertentu, seperti pada saat pujawali. Sumur ini pun memiliki diameter kecil, hanya 25 sentimeter, dan diceritakan sudah ada sejak abad ke-11.

Misteri Sumur Keramat yang "Hidup"

Sumur di bawah Palinggih Klepa ini menyimpan misteri yang sulit dijelaskan.

Pada ritual terakhir sebelas tahun lalu, seorang krama mencoba mendokumentasikan isi sumur dengan senter berkekuatan tinggi, namun hanya menemukan kegelapan pekat.

Bahkan, suara barang yang dilepaskan ke dalam sumur langsung menghilang tanpa bekas.

Kepercayaan bahwa sumur ini tembus hingga Desa Temukus semakin kuat ketika tidak ada bau busuk tercium setelah ritual pakelem.

Namun, keangkeran sumur ini pernah terbukti ketika seorang krama secara diam-diam membuka tutup sumur dan mengalami kejadian aneh.

Tangannya tiba-tiba bengkok tanpa sebab, dan baru sembuh setelah menghaturkan upacara Guru Piduka.

Kepercayaan pada Ida Batara Sakti

Selain sumur keramat, krama juga mempercayai kekuatan dahsyat yang berstana di Palinggih Ida Batara Sakti.

Palinggih ini sering menjadi tempat memohon anugerah, terutama untuk kelancaran saat menghadapi perlombaan.

"Setiap kali meminta restu, hasilnya selalu memuaskan, dan kami keluar sebagai juara," ujar Benny.

Pura yang Penuh Pesona dan Misteri

Keunikan dan misteri yang menyelimuti Pura Desa dan Pura Puseh Pakraman Beratan Samayaji menjadikannya destinasi spiritual yang memikat.

Dengan berbagai ritual khas dan kisah yang menyertainya, pura ini bukan hanya pusat spiritual, tetapi juga menyimpan legenda yang terus hidup di tengah masyarakat. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pura desa #sumur #hindu #Palinggih #guru piduka #buleleng