Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Beji Selati di Bangli: Pancuran Mistis yang Diyakini Sembuhkan Penyakit Nonmedis, Ada Tanah Merah yang Ajaib

I Putu Suyatra • Rabu, 15 Januari 2025 | 22:57 WIB
Tanah merah di Pura Beji Selati, Banjar Selati, Desa Bunutin, Bangli, Bali.
Tanah merah di Pura Beji Selati, Banjar Selati, Desa Bunutin, Bangli, Bali.

BALIEXPRESS.ID – Pura Beji Selati di Banjar Selati, Desa Bunutin, Bangli, Bali, mendadak menjadi sorotan. Kawasan spiritual di sisi Sungai Sangsang ini semakin ramai dikunjungi pamedek yang percaya akan keistimewaannya.

Salah satu daya tariknya adalah Pancuran Tirta Bangkwanta, yang dipercaya memiliki tanah merah bertuah untuk menyembuhkan penyakit nonmedis hingga membersihkan energi negatif.

Benarkah demikian?

Keajaiban di Balik Tujuh Pancuran

Pura Beji Selati memiliki tujuh pancuran dengan nama dan fungsi yang unik: Pancuran Tri Mala, Panca Mala, Asta Pungku, Dasa Mala, Tirta Sarining Telas, Tirta Pingit, dan Tirta Bangkwanta.

Dari semua pancuran itu, Tirta Bangkwanta dianggap paling istimewa.

Sebab, di bawahnya terdapat tanah merah yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit kulit akibat kekuatan magis atau ilmu hitam.

Uniknya, tanah merah di sana tidak pernah habis meskipun sering diambil. Namun, mengambilnya tidak boleh sembarangan.

Tanah ini disimpan dalam lubang kecil tepat di bawah pancuran dan hanya boleh diambil oleh pemangku sesuai tata cara spiritual.

Asal Usul dan Khasiat Tanah Merah Bangkwanta

Menurut Jro Mangku Guru Bhujangga Waisnawa, pemangku Pura Beji Selati, nama Bangkwanta merujuk pada warna tanah yang merah kecoklatan.

Tanah ini sudah lama ada, tetapi baru diketahui memiliki khasiat penyembuhan beberapa tahun terakhir.

Awalnya digunakan untuk membersihkan gigi, hingga akhirnya diketahui dapat mengobati penyakit kulit secara niskala.

"Khasiat tanah ini mulai dikenal setelah dicoba oleh seorang tetua di Banjar Selati. Hasilnya, penyakit kulitnya sembuh," ungkap Jro Mangku Bhujangga.

Prosesi Malukat dan Penggunaan Tanah Bangkwanta

Bagi pamedek yang ingin memanfaatkan tanah merah ini, disarankan mengikuti prosesi malukat di Pancuran Beji Selati.

Prosesi ini dilakukan sesuai urutan, dimulai dengan penyucian diri menggunakan air pancuran, dilanjutkan dengan pengolesan tanah merah yang telah dihaluskan oleh pemangku.

Jro Mangku Bhujangga menjelaskan bahwa tanah ini juga bisa digunakan untuk kecantikan kulit.

Beberapa pamedek menggunakannya sebagai lulur dan melaporkan kulit mereka menjadi halus seperti bayi.

Pengalaman Mistis di Pancuran Beji Selati

Menurut Jro Mangku Bhujangga, bagi orang yang terkena kekuatan magis atau ilmu hitam, efek penyembuhan dari tanah ini sering terasa instan.

Namun, prosesnya bisa menimbulkan reaksi seperti mual atau kepanasan, tergantung pada tingkat kekuatan ilmu hitam yang dialami.

"Selain penyakit nonmedis, penyakit fisik seperti sakit kulit juga bisa disembuhkan. Beberapa pamedek yang datang ke sini sudah membuktikannya," tambahnya.

Tempat Penyucian Ida Bhatara

Selain menjadi tempat penyembuhan, Pancuran Beji Selati juga digunakan untuk menyucikan Ida Bhatara dari Pura Dalem Pingit.

Ritual ini biasanya dilakukan sehari sebelum pujawali Saniscara Kliwon Wuku Wayang atau Tumpek Wayang.

Bagi pamedek yang ingin berkunjung, kawasan ini terbuka setiap hari, bahkan malam hari.

"Kami memiliki sembilan pemangku yang siap melayani pamedek sesuai jadwal masing-masing," jelas Jro Mangku Bhujangga.

Menguak Misteri Tanah Bertuah di Pura Beji Selati

Dengan keunikan dan khasiat yang dimilikinya, Pura Beji Selati menjadi salah satu destinasi spiritual yang sayang untuk dilewatkan.

Apakah Anda siap menjelajahi keajaiban tanah merah ini dan merasakan manfaatnya? Jangan lupa untuk mengikuti prosesi sesuai aturan, agar berkah dan khasiatnya benar-benar dirasakan. ***

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Tumpek wayang #nonmedis #Pura Beji Selati #ilmu hitam #Penyakit #bangli