BALIEXPRESS.ID – Mepetik adalah upacara potong rambut,yang pertama kali dilaksanakan. Mepetik ini untuk menghilangkan rambut "kotor" yang dibawa bayi sejak lahir yang merupakan bagian dari upacara nyambutin atau nelu bulanin.
Penyuluh Agama Hindu, I Made Marjana, menjelaskan bahwa prosesi ini dilengkapi dengan upakara bebantenan rikala mepetik juga dilengkapi dengan banten pejati asoroh. Mepetik ini bertujuan untuk penyucian terhadap si bayi dengan acara pengguntingan atau pemotongan rambut untuk pertama kalinya yang apabila keadaan ubun-ubun si bayi belum baik.
“Dipercaya bayi masih dalam keadaan kotor (cuntaka). Sehingga, perlu melaksanakan upacara Nelu Bulanin untuk penyucian karena Panca Indra bayi yang sudah aktif itu berpengaruh pada kesucian atma yang menjiwai si bayi,” terang marjana.
Sarana yang diperlukan dalam upacara Nelu Bulanin terdiri dari banten penglepas awon pebyakaonan, banten penyambutan, prayascita, peras seda, pejati, jejanganan, banten kumara, tataban, dan banten tebasan pangambyean.
Upacara mepetik biasanya juga sekalian di upacara Nelu Bulanin, memiliki makna sebagai penyambutan dari kehadiran Sang Hyang Atma di dunia. Dimana Nelu Bulanin bermakna juga sebagai penyambutan kemunculan unsur Panca Maha Butha dari segala penjuru.
“Tujuannya memperkuat fisik serta kejiwaan bayi diikuti dengan pelepasan pengaruh-pengaruh negatif yang dibawa oleh Sang Catur Sanak,” pungkas Marjana. *
Editor : Putu Agus Adegrantika