BALIEXPRESS.ID – Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di dunia ini. Sebab manusia lahir dengan pemikiran (idep) sebagai pengendali hidupnya. Kemudian manusia juga bisa berbicara dengan kata (sabda) dan manusia memiliki kekuatan (bayu).
Penyuluh Agama Hindu, I Made Danu Tirta, menjelaskan dalam Kitab Sarasamuccaya Sloka 10 (terbitan Dirjen Bimas Hindu) tertera semua tersebut.
“Menjadi manusia itu sungguh mulia. Dia mampu menolong dirinya sendiri dari samsara dengan jalan berbuat baik, demikianlah petikan kalimat yang tertoreh dalam sloka tersebut,” jelas Danu.
Kalimat tersebut memberikan sebuah landasan bagi manusia di bumi ini untuk selalu bersyukur. Mengingat, kesempatan diberikan lahir sebagai manusia merupakan hal yang sangat mulia dan utama.
Kemuliaan inipun tidak dapat diposisikan sebagai bahasa kiasan semata, namun meski dimaknai dan direnungi dengan berpegang pada keunggulan eksistensi manusia sebagai salah satu makhluk Tuhan.
Keunggulan pokok dari manusia jika dibandingkan dengan makhluk lain di dunia adalah pemikiran (idep). Manusia memiliki pemikiran yang merupakan pengendali hidupnya, bahkan kondisi dunia tempat hidupnya.
Pikiran manusia merupakan aspek sentral yang mengendalikan kata (sabda) dan kekuatan (bayu) dalam dirinya. Idep tentunya tidak dimiliki oleh makhluk lain, sehingga kepemilikan atas idep adalah hal spesial dari kesempatan hidup menjadi manusia.
“Kemuliaan manusia tidak hanya bertumpu pada kepemilikan atas idep. Secara filosofis, kemuliaan tersebut juga bergantung pada kesadaran aktif dari manusia dalam menolong dirinya sendiri,” papar Danu.
Menolong dalam konteks ini tidak saja saat hidup, namun berusaha memutus rantai kelahiran kembali (samsara) yang dipercaya sebagai belum menyatunya Sang Atman dengan Brahman.
Jika dianalisis secara teologis filosofis, maka cita-cita utama sebagai manusia Hindu adalah mencapai kemanunggalan dengan Brahman. Kemanunggalan ini tidak terlepas dari kualitas karma yang dihasilkan ketika manusia menjalani hidup di dunia ini. *
Editor : Putu Agus Adegrantika