Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keunikan Tempat Suci Hindu Bali, Pura Puseh Munduk Taro: Rahasia Niskala dan Lautan Tak Kasat Mata di Desa Pakraman Puakan

I Putu Suyatra • Selasa, 21 Januari 2025 | 14:19 WIB
Pura Puseh Munduk Taro di Desa Pakraman Puakan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali
Pura Puseh Munduk Taro di Desa Pakraman Puakan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali

BALIEXPRESS.ID – Pura Puseh biasanya berdampingan dengan Pura Desa dalam struktur Kahyangan Tiga umat Hindu Bali.

Namun, kehadiran Pura Puseh Munduk Taro di Desa Pakraman Puakan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali, mematahkan tradisi tersebut.

Pura ini memiliki keistimewaan tersendiri, terutama dari sisi niskala (spiritual), yang membuatnya berbeda dari Pura Puseh pada umumnya.

Peninggalan Rsi Markandya yang Unik

Menurut Jero Mangku Puseh Munduk Taro, pura ini hanya terdiri dari satu mandala, yaitu jeroan, tanpa adanya tiga mandala seperti kebanyakan pura peninggalan Rsi Markandya.

"Di sini hanya ada jeroan dan jaba, tidak seperti pura lainnya," jelasnya kepada Bali Express pekan lalu.

Menariknya, Pura Puseh Munduk Taro tidak memiliki keterkaitan langsung dengan struktur Kahyangan Tiga.

Pura Puseh berada di Desa Pakraman Puakan, Pura Desa di Desa Taro, dan Pura Dalem di Tagtag.

Penyebaran lokasi ini diperkirakan untuk menyatukan krama (umat) dari berbagai desa.

Lautan Niskala di Balik Tanah Lapang

Salah satu keunikan Pura Puseh Munduk Taro adalah keberadaan segara niskala (lautan tak kasat mata) yang diyakini terletak di belakang palinggih pura. Secara fisik, lokasi tersebut hanya berupa tanah lapang berumput.

Namun, secara spiritual, tempat ini diyakini sebagai lautan luas yang digunakan untuk melasti (penyucian).

"Karena itu, area pura dibiarkan lapang. Tanah lapang ini, secara niskala, adalah segara untuk melasti sasuhunan sejebag jagat Desa Puakan," ungkap Jero Mangku Puseh.

Pura yang Tidak untuk Nunas Keturunan atau Tamba

Pura Puseh Munduk Taro juga memiliki aturan khusus. Tempat ini bukan untuk memohon keturunan atau penyembuhan (tamba).

"Yang boleh memohon di sini hanyalah sasuhunan berupa Barong dan Rangda, bukan warga biasa," tegasnya.

Warga hanya diperkenankan mengaturkan upasaksi atau persembahan, tanpa meminta secara langsung. Permohonan keturunan atau tamba dilakukan di tempat lain.

Piodalan di Segara Niskala

Upacara piodalan di pura ini dilaksanakan setiap enam bulan pada Anggarkasih Julungwagi.

Satu kali dalam setahun, diadakan piodalan ageng, di mana sasuhunan melakukan pamelastian di segara niskala.

Kesuburan Desa yang Tak Tertandingi

Keberadaan Palinggih Sri di pura ini juga sangat penting. Palinggih ini diyakini sebagai tempat pemujaan Dewa Kesuburan yang menjaga kesuburan lahan pertanian.

Tidak heran, segala jenis tanaman tumbuh subur di Desa Pakraman Puakan, memberikan penghidupan yang melimpah bagi warga setempat.

Keunikan dan keistimewaan Pura Puseh Munduk Taro menambah kekayaan spiritual Bali, sekaligus mengingatkan kita akan harmoni antara niskala dan sekala (dunia nyata dan spiritual).

Pura ini menyimpan cerita menarik yang terus menjadi saksi kehidupan masyarakat Desa Pakraman Puakan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#taro #bali #unik #gianyar #hindu #Rsi Markandya #pura puseh