Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Unik, Ini Rangkaian Pelaksanaan Upacara Dug-Dug Mong

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 23 Januari 2025 | 15:05 WIB
TRADISI : Prosesi tradisi Dug-Dug Mong.
TRADISI : Prosesi tradisi Dug-Dug Mong.

BALIEXPRESS.ID - Upacara keagamaan khususnya dalam upacara Dug-Dug Mong yang dilaksanakan tidak terlepas dari wartanagata rencana yang disusun untuk melakukan suatu upacara.

Dengan menentukan hari yang baik atau disebut dengan dewasa ayu (ala-ayuning dewasa artinya hari baik dan buruk).

Pendewasaan atau penentuan hari baik sangat penting dalam melakukan setiap upacara yajña dengan tujuan agar upacara tersebut berjalan dengan baik tanpa adanya halangan. 

Seperti halnya upacara Dug-Dug Mong merupakan salah satu piranti penting dalam sebuah upacara keagamaan khususnya upacara Dug-Dug Mong yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Adat Batuyang.

Menurut warga setempat, Ni Wayan Eka Sumartini menerangkan upacara Dug-Dug Mong yang dilaksanakan di setiap pertigaan dan perempatan jalan yang ada Di Desa Adat Batuyang.

“Upacara Dug-Dug Mong dirangkaikan dengan beberapa kegiatan. Dimulai Nedunan Ida Bhatara Ratu sakti yang ada di Pura Penataran Agung,” papar Eka.

Sebelum Ida Bhatara Ratu Sakti mengelilingi desa Pakraman Batuyang, Ida Bhatara Ratu Sakti yang merupakan simbol dari Barong dan Rangda terlebih dahulu di hiasi oleh Pemangku Pura Penataran Agung Desa Pakraman Batuyang.

Setelah Ida Bhatara di hias, Pemangku menghaturkan  upacara pesucian dan upacara ayaban, selesai menghaturkan upacara seluruh masyarakat Desa Adat Batuyang melakukan persembahyangan.

"Tedunnya Barong yang terdapat di beberapa banjar berkumpul menjadi satu di depan kori agung pura penataran,” imbuhnya.

Kemudian sebelum Ida Bhatara Ratu Sakti dan tapakan Barong tersebut mengelilingi desa Adat Batuyang, terlebih dahulu tapakan Barong, Rangda dan Nyasa-Nyasa (Simbol-simbol Ketuhanan) terlebih dahulu berkumpul di depan Kori Agung Pura Penataran untuk dihaturkan upacara Segeh Agung.

“Setelah itu Ida Bhatara Barong dan Rangda mengelilingi Desa Pakraman sekaligus  menghaturkan sesajen di setiap pertigaan dan perempatan jalan yang ada di Desa Adat Batuyang,” pungkas Eka. *

 

Editor : Putu Agus Adegrantika
#tradisi