Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ternyata Ini Makna dari Kebahagiaan dalam Kesederhanaan

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 1 Februari 2025 | 18:51 WIB
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, Kemenag Gianyar, Ni Wayan Ekayanti.
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, Kemenag Gianyar, Ni Wayan Ekayanti.

BALIEXPRESS.ID - Dalam Slokantara Sloka 5, kita diajarkan untuk merenung tentang kebahagiaan yang ditemukan oleh berbagai makhluk hidup. 

Di dalamnya, terdapat gambaran seekor kijang yang bahagia dengan rumput dan buluh muda, yang tidak membutuhkan perhiasan emas.

Ada pula kera yang menemukan kebahagiaan dalam buah-buahan dari pohon-pohon kayu, tanpa merasa bahwa mutiara lebih berharga. Dan tidak ketinggalan, babi yang merasa puas dengan makanan yang busuk, tanpa memperdulikan bau bunga yang harum.

Penyuluh Agama Hindu, Kementerian Agama Kantor Kabupaten Gianyar, Ni Wayan Ekayanti, menjelaskan dari kutipan sloka tersebut mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari kekayaan materi atau barang-barang mewah. 

Setiap makhluk hidup, dalam konteks alam dan kehidupannya, menemukan kebahagiaan dalam hal yang sesuai dengan kebutuhan dan sifat dasar mereka.

“Kijang tidak memerlukan kemewahan, kera tidak terbuai dengan gemerlap, dan babi pun tidak menginginkan kesempurnaan yang tidak sesuai dengan hidupnya,” papar Eka.

Hal ini mengingatkan kita sebagai manusia untuk lebih bijaksana dalam menilai kebahagiaan. 

Jangan sampai kita terjebak dalam pencarian kebahagiaan yang sifatnya sementara atau hanya mengutamakan hal-hal materi yang tidak sesuai dengan kebutuhan batin kita. 

Kebahagiaan yang sejati datang dari rasa cukup dan penerimaan terhadap hidup sebagaimana adanya.

Eka menyampaikan oleh karena itu, marilah kita belajar dari kebahagiaan yang ditemukan oleh makhluk-makhluk tersebut.

“Kita harus mampu menemukan kedamaian dalam kesederhanaan dan menerima hidup dengan segala kekurangannya, karena kebahagiaan tidak terletak pada apa yang kita miliki, melainkan pada bagaimana kita mensyukuri dan menghargai apa yang ada,” pungkasnya. *

 

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Slokantara