Dijelaskan Tokoh Hindu Desa Rowo Bayu, Atim, 53 Pura Pucak Macan Putih ini dibangun oleh penekun spiritual asal Bali pada Tahun 2017.
Kisahnya dimulai dari Tahun 2015 atau sepuluh tahun silam, ada seoang penekun spiritual dari Bali.
Diceritakan Atim, konon, orang tersebut mendapat pawisik (bisikan gaib).
“Mendapat petunjuk membangun pura dengan ciri cirinya (tempat,Red) di bawah ada telaga, kemudian di atas ada pertapaan Tawang Alun,” kenang Atim menirukan kata penekun spiritual itu.
Penekun spiritual itu lantas bertekad untuk menemukan lokasi yang disampaikan sebagai pawisik itu. Setelah itu penekun spiritual melakukan perjalanan ke tanah Jawa.
Ia mencari tempat yang lokasinya mirip dengan yang disebutkan dalam pawisik. Awalnya, orang itu mengira jika tempatnya berada di daerah Lumajang Jawa Timur.
Berangkatklah beliau dari Bali ke Lumajang sekitar tahun 2015. Kemudian saat di pertigaan Rogojampi, ban mobilnya meletus dan sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Lumajang.
Namun, tak disangka, mereka melihat petunjuk arah Rowo Bayu. “Akhirnya beliau ke sini, dan tiba di sini mencari dan ternyata inilah tempat yang sesuai dengan petunjuk, ada telaga, persis seperti di dalam petunjuk,” katanya.
Kemudian penekun spiritual itu lantas mencari titik yang mau dibuat pura. Menariknya begitu berada di titik pura ini penekun spiritual asal Bali ini lantas mengalami kerasukan.
“Nah barulah dibangun pura ini dan bianya dari beliau, ada swadaya dari masyarakat umat Hindu juga,” imbuh Atim.
Baca Juga: Pencurian Sepeda Motor di Bangli, Jupiter Tanpa Kunci Setang Raib saat Ditinggal ke Warung
Disinggung terkait pujawali, Atim menyebut belum pernah melaksanakan pujawali sejak pura ini didirikan. Namun, pura ini senantiasa ramai oleh pemedek yang nangkil dari berbagai wilayah di Jawa Timur maupun dari Bali.
“Saat hari Galungan itu ramai. Banyak yang datang untuk sembahyang sambil melukat. Sarananya bebas sesuai dengan kemampuan,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika