Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Makna Catur Purusha Artha Dalam Hindu

Putu Agus Adegrantika • Senin, 3 Februari 2025 | 14:36 WIB

 

UPACARA : Pelaksanaan keagamaan yang digelar oleh umat Hindu.
UPACARA : Pelaksanaan keagamaan yang digelar oleh umat Hindu.

 

BALIEXPRESS.ID - Kita mengetahui bahwa catur purusha artha berasal dari kata catur artinya empat, purusha artinya jiwa manusia dan artha artinya tujuan hidup. Jadi catur purusha artha artinya empat tujuan hidup manusia.

Keempat tujuan hidup manusia itu terjalin erat sehingga juga disebut catur warga. Untuk itu dalam kitab suci disebutkan bahwa tujuan agama Hindu adalah untuk mencapai Jagadhita dan Moksa.

Jagadhita artinya kesejahteraan hidup di dunia dan Moksa artinya kebebasan yang kekal abadi.

Penyuluh Agama Hindu, Kemenag Gianyar, I Made Marjana, menjelaskan Dharma artinya segala perilaku yang luhur, perilaku manusia yang sesuai dengan ajaran agama.

Ajaran agama menuntun, membina, dan mengatur hidup manusia sehingga mencapai kesejahteraan hidup lahir dan batin.

Baca Juga: Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri, Pura Kawitan Sekaligus Sebagai Pura Khayangan Desa

“Ada dua hal yang perlu diketahui yakni swa dharma artinya kewajiban sendiri dan para dharma artinya menghormati dan menghargai tugas dan kewajiban orang lain. Dharma berasal dari kata dhr artinya menjinjing, memangku, memelihara dan mengatur,” paparnya.

Artha artinya harta benda atau kekayaan. Harta benda didapat harus dengan berdasarkan dharma karena tanpa berdasar dharma harta yang kita dapat sia-sia.

Arta atau kekayaan dibagi tiga yaitu untuk tujuan dharma, melaksanakan kegiatan keagamaan.  Sarana untuk memenuhi kama, keperluan sehari-hari. 

Selanjutnya untuk kelangsungan usaha  dalam bidang artha agar bisa berkembang kembali. Dalam mencari artha harus berdasarkan dharma agar kekayaan atau harta benda yang didapat bermanfaat bagi keluarga.

Sementara Kama artinya hawa nafsu atau keinginan, keinginan dapat memberikan kenikmatan dan tujuan hidup.

Dalam kehidupan ini semua orang butuh kenikmatan dan keinginan tersebut harus diupayakan agar semua bisa tercapai namun semua itu harus dilandasi dengan dharma.

“Karena kama tanpa dilandasi dharma akan menjerumuskan ke jurang neraka. hawa nafsu ibaratnya kuda liar kalau tidak kita kendalikan akan membuat kurang saja dan maunya harus dituruti terus menerus. Kalau semua itu sesuai dengan keinginannya maka ia akan puas, senang dan gembira tentunya,” beber Marjana.

Baca Juga: WASPADA! Angin Kencang di Jembrana Tumbangkan Pohon, Arus Lalu Lintas Jalan Denpasar-Gilimanuk Terganggu

Sedangkan Moksa artinya kebebasan hidup yang kekal dan abadi. Bebas dari semua ikatan benda-benda duniawi serta bersatunya Atman dengan Brahman (Sang Hyang Widhi Wasa). Moksa adalah tujuan akhir dari kehidupan  manusia.

Moksa mempunyai arti yang luas yang disebut mukti artinya kebebasan jiwatman atau kebahagiaan rohani yang berlangsung. Artinya tidak akan terlahir ke dunia ini lagi.

Oleh karena itu untuk mencapai kebebasan ini modal yang harus dilalui melaksanakan dharma selama dalam hidupnya, artha yang didapatkan berdasarkan dharma, memenuhi keinginan berdasarkan dharma akhirnya moksalah didapatkannya. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Catur Purusha Artha