Begitu juga dengan gerakan topeng Sidakarya yang di dalamnya ada simbol mudra yang sarat akan makna.
Seperti diketahui, Mudra merupakan ilmu pengetahuan Yoga, membangunkan energi kosmis untuk membersihkan tubuh, pikiran, dan jiwa.
Sesungguhnya seluruh jari tangan berhubungan dengan lima elemen tersebut, dan elemen tersebut secara gaib dapat menyembuhkan karena Mudra dapat membangkitkan energi Atom dalam tubuh.
Ibu Jari mewakili unsur akhasa atau angkasa. Jari Telunjuk mewakili unsur wayu atau udara.
Jari Tengah mewakili unsur agni, Jari Manis mewakili unsur perthiwi/bhumi, Jari Kelingking mewakili unsur jala, waruna atau air.
Seniman Topeng Sidakarya, Nyoman Suardika mengatakan dalam tarian topeng ada sejumlah mudra yang ditampilkan.
Sebut saja posisi jari Ngaruji atau Abhyaya Postur jari ngaruji sama dengan postur jari dalam Mudra yang disebut Abhaya Mudra.
Abhaya Mudra memeliki makna yang dalam, yakni perlindungan dan kebanyakan dari postur tangan Dewa-Dewi Hindu dalam posisi Abhaya Mudra sebagai yang memberikan perlindungan.
Bahkan dalam Tantra Sastra posisi jari tangan yang demikian dapat dimaknai sebagai bentuk keberserahan dan terlepas dari rasa kekhawatiran.
“Ngaruji ini sering ditunjukan oleh penari topeng Sidakarya sebagai simbol bahwa Ida Sanghyang Widhi dapat memberikan perlindungan, dan menghindarkan diri dari segala rintangan,” katanya.
Selanjutnya posisi jari nyigit sering ditunjukan oleh penari topeng dalem Sidakarya, dan dalam Tantra Sastra, khususnya Mudra posisi jari tersebut sama dengan postur jari Jnana Mudra.
Baca Juga: Viral! Simbol Garuda Hitam dan Gerakan PENTOL di Media Sosial, Ungkap 6 Tuntutan Rakyat
Mudra ini sangat penting dan Dewa-Dewa Hindu sering memperlihatkan posisi jari dengan posisi Jnana Mudra.
Mudra ini adalah simbol dari kebijakasanaan,dan pertemuan ibu jari dengan jari telunjuk merupakan lambang penyatuan antara Paramatma sebagai kesadaran kosmis yang berada di Ibu Jari. Sedangkan di Jari Telunjuk simbol dari energi Jiwatman (kesadaran manusia).
Bila kedua energi tersebut bertemu maka munculah kesadaran dalam diri.
“Posisi jari nyigit yang sering diperlihatkan dalam tarian topeng Dalem Sidakarya sebagai penanda bahwa untuk mencapai kesucian seseorang terlebih dahulu harus menyadari kesejatian diri, dan menunduk pada kesadaran tertinggi,”sebutnya.
posisi jari Ngawawa sering diperlihatkan oleh penari topeng Sidakarya dan penari lainnya. Posisi jari Ngawawa dalam tarian memiliki kesamaan bentuk dan posisi jari dalam Mudra yang disebut dengan Siva Lingga Mudra.
Mudra Siva Lingga Mudra sangat penting dalam Tantra Sastra, dan sering digunakan untuk penyembuhan melalui tubuh, bukan obat.
Mudra ini dapat mengubah gerak enenrgi, melebur hambatan, dan hal negatif serta membangun kekuatan kehidupan yang positif.
Penari topeng Dalem Sidakarya sering memperlihatkan posisi yang demikian sebagai simbol penetralisir kekuatan negatif menuju pada keseimbangan.
Posisi jari nyitsit sering diperlihatkan oleh penari topeng Dalem Sidakrya maupun tarian lainnya.
Posisi jari seperti ini hampir sama bentuknya dengan Chin Mudra dalam Tantra Sastra.
Mudra demikian memiliki makna yang hampir sama pula dengan Jnana Mudra.
Chin berasal dari istilah Chita dalam bahasa Sanskerta yang berarti pikiran. Mudra ini sering dimaknai sebagai pemunculan kesadaran pikiran.
Baca Juga: Banjir Rob Terjang Pantai Monggalan, Sejumlah Bangunan Terdampak
Posisi jari nyumput kadangkalanya diperlihatkan oleh penari topeng Dalem Sidakarya. Dalam pengetahuan Mudra posisi jari yang demikian disebut dengan Samanahuti Mudra yakni semua ujung jari-jari bertemu, dan Mudra ini simbol dari kesejahteraan serta kesehatan.
“Makna tersebut dilekatkan pada Mudra ini karena dalam Tantra posisi tangan yang demikian membantu asimilasi dalam tubuh sehingga kesehatan menjadi prima. Kesehatan merupakan lambang dari kesejahteraan,” katanya. (dik)
Editor : I Putu Mardika