Kariernya dimulai pada tahun 2001 dengan merilis lagu perdananya, "Sigit Sigitan," yang merupakan duet bersama De Balon di bawah naungan label Intan Dewata.
Sejak awal kemunculannya, Tri Puspa sudah menunjukkan karakter vokal khas yang membuatnya cepat dikenal oleh pecinta musik pop Bali.
“Memang suka nyanyi sejak SMP. Kemudian SMA juga tertarik ikut lomba lagu pop Bali,” kata Tri Puspa.
Begitu menamatkan pendidikannya di bangku SMA, Tri Puspa juga sempat bekerja di stasiun televisi lokal di Bali selama 13 tahun.
Sejak debutnya, Tri Puspa telah merilis lebih dari 50 lagu, banyak di antaranya menjadi hits dan disukai penggemar. Namun, setelah beberapa tahun aktif, ia sempat vakum dari dunia musik.
Pada tahun 2006, ia kembali dengan lagu "Lebian Alasan" yang tergabung dalam album kompilasi produksi Rhido Pro. Pada masa yang sama, ia juga bekerja di salah satu stasiun televisi swasta di Bali, memperkaya pengalaman dan eksposurnya di dunia hiburan.
Perjalanan musiknya semakin berkembang setelah menikah dengan penyanyi pop Bali, Bayu Takur, pada tahun 2009. Pasangan ini sering berkolaborasi, termasuk dalam lagu "Sakit" yang juga melibatkan Langlang Buana.
Chemistry mereka dalam bermusik semakin memperkuat eksistensi Tri Puspa sebagai penyanyi yang tidak hanya mengandalkan suara merdu, tetapi juga mampu menciptakan harmoni dengan musisi lain.
Puncak popularitasnya semakin meningkat setelah bergabung dengan label Harta Pro pada tahun 2011.
Dengan dukungan musisi Yan Tawan asal Sulawesi, ia berhasil melahirkan karya-karya yang menyentuh hati, seperti "Muani Playboy" ciptaan De Madut.
Puncaknya, pada tahun 2019, ia merilis lagu "Spanduk Misi Tali" yang meraih popularitas luar biasa, ditonton hingga 11 juta kali di YouTube.
Kesuksesan lagu ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu penyanyi pop Bali yang memiliki daya tarik kuat di industri musik.
Pada tahun 2017, Tri Puspa merilis album dalam format DVD yang berisi lagu-lagu terbaiknya.
Namun, alih-alih melanjutkan tradisi album fisik, pada tahun 2019 ia mengubah strategi distribusinya dengan merilis lagu secara digital melalui kanal YouTube pribadinya, "Tri Puspa Official." Langkah ini terbukti efektif dalam menjangkau lebih banyak pendengar di era digital.
Selain lagu-lagu bertema cinta dan kehidupan, Tri Puspa juga menunjukkan sisi religiusnya melalui lagu "Subhakti" yang dirilis pada Juli 2020.
Lagu ini tidak hanya mengedepankan vokalnya yang khas, tetapi juga menampilkan kemampuannya dalam berakting melalui video klip yang emosional.
Kepekaannya dalam menyampaikan pesan melalui musik semakin memperkaya variasi karya yang ia hasilkan.
Pada Februari 2023, Tri Puspa kembali menarik perhatian publik dengan lagu "Takut Kilangan." Lagu ini menggambarkan perasaan seorang anak yang telah menikah namun tetap merindukan dan menyayangi orang tua.
Video klipnya semakin menyentuh hati karena melibatkan kedua orang tuanya dan anak-anaknya, memberikan kesan emosional yang mendalam kepada para penontonnya.
Memasuki tahun 2024, Tri Puspa terus menunjukkan produktivitasnya dengan berkolaborasi bersama musisi Bali lainnya. Beberapa karya terbarunya adalah "Sing Pait Sing Manis" bersama Made Gunawan dan "Ngalih Kledutan" bersama Gus Jody.
Sampai saat ini, lagu Ngalih Kledutan yang dirilis sejak sebulan lalu sudah ditonton hingga 1,2 juta kali. Ia pun berharap lagu ini diterima pencinta music pop Bali.
Sedangkan, baru seminggu lalu Tri Puspa juga merilis duet berjudul "Sakit" bersama Made Gunawan. Meski baru seminggu, viewsnya sudah mencapai 346 ribu tayangan.
“Astungkara bisa memberikan hiburan yang segar bagi penggemar,” singkatnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika