Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri Memiliki Fungsi Medis, Herbal Tradisional

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 9 Februari 2025 | 00:19 WIB
PURA : Suasana Pura Pase Toh Jiwa Wanagiri, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.
PURA : Suasana Pura Pase Toh Jiwa Wanagiri, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

BALIEXPRESS.ID - I MADE Danu Tirta menerangkan alasan mitologi, medis, dan upakara juga turut memberikan penguatan terhadap pembertahanan teo-ekologi di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri.

Mitologi yang berkaitan dengan ekologi di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri melekat dalam keberadaan Babaturan Naga Rarik. Babaturan Naga Rarik memiliki mito-ekologi sebagai pelindung tanah.

“Beberapa peristiwa alam yang bertautan dengan tanah sering diyakini sebagai salah satu fenomena dari keberadaan Naga Rarik di dalam tanah. Getaran tanah tidak selamanya dipandang sebagai bencana membahayakan, namun disatu sisi dijadikan bukti dari tingkat kegemburan tanah sebagai hasil dari perlindungan Naga Rarik itu sendiri,” ucap Danu.  

Alasan medis yang mendasari pembertahanan teo-ekologi di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri adalah fungsi pengobatan herbal-tradisional dari beberapa jenis tumbuhan di pura tersebut.

Tumbuhan di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri yang sering dijadikan sebagai obat herbal tradisional seperti tumbuhan Kepasilan, Temen, Sembung, Piduh, Semanggi, Parijata, Klungah, Kunyit dan sebagainya.

Pembertahanan teo-ekologi di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri dilandasi pula oleh keberadaan tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai bagian dari bahan penyusun beberapa Upakara Hindu. 

Beberapa klasifikasi tanaman Upakara yang tidak begitu populer atau tidak dikenal secara umum di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri seperti Pispisan, Paku Pidpid, Temen Ireng, Peji, Parijata, Tiying Gading, Katug-tug dan Plawa Puring.

Disisi lain terdapat pula tanaman upakara yang umum seperti Andong, Cepaka, Dapdap, Ambengan, Base, Gemitir, Jepun, , Kayu Tulak, Kayu Sisih, Sandat, dan Jaka .

Alasan terkahir pembertahan teo-ekologi di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri adalah ideologi. Ideologi itu sendiri merupakan ide tersistem yang memberikan arah kehidupan.

Masyarakat atau warga Pasek Wanagiri memiliki pemikiran bahwa kealamian alam yang terpelihara di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri merupakan tanda dari tingginya kualitas spiritual.

Pangempon Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri juga memiliki pemikiran bahwa kealamian alam di pura tersebut merupakan wujud dari kecerdasan leluhur untuk menciptakan proteksi terhadap tantangan ekologi dalam laju peradaban.

Terbukti era globalisasi saat ini, ekologi mengalami tantangan besar yang harus diseimbangkan dengan kelestarian lingkungan.

“Kealamian alam di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri juga sebagai gagasan Back To Nature dan identitas kebudayaan lokal. Konsep Back To Nature (kembali ke alam) pada dasarnya merupakan bagian dari langkah untuk menyikapi kejenuhan diri terhadap kemajuan pola hidup modern saat ini,” ujar Danu.

Kealamian alam yang menjadi realitas fisik dari Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri dipandang sebagai salah satu identitas kebudayaan lokal, sebab tidak ada pura lain yang sama dengan karakteristik fisik seperti Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri. Hal ini segaris dengan karakteristik kebudayaan lokal yang sering dijadikan sebagai objek analisis dalam laju berkembangan kebudayaan modern. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#wanagiri